DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
mengikuti permainan


__ADS_3

pagi harinya terdengar suara teriakan yang cukup nyaring berasal dari kamar Davin


"aaaaaa" teriak Bella pura-pura terkejut


Davin yang tidur di sampingnya terbangun dari tidurnya saat mendengar teriakkan Bella


"apa yang kau lakukan di kamarku" bentak Davin menyadari Bella berada satu ranjang bersama nya


"seharusnya saya tanya sama tuan, apa yang tuan lakukan padaku" teriak Bella pura-pura menangis


"apa maksudmu" tanya Davin bingung lalu ia merasakan badannya tidak memakai baju


(tunggu apa yang terjadi) batin Davin mencoba mengingat kejadian kemarin tapi nihil ia tak mengingat apapun


"kau sungguh brengsek tuan, kenapa kau melakukan itu" teriak Bella memegang selimut menutupi badannya


"apa maksudmu, aku tidak melakukan apapun" ujar Davin yang merasa tak melakukan apapun


"tapi kenyataannya anda merenggut kesucian saya" ucap Bella dengan nada tinggi


+padahal juga kamu udah enggak suci bella Bella๐Ÿ˜, lanjut


Sebelum Davin menjawab pintu kamarnya sudah terbuka secara paksa


Brak


pintu di dobrak oleh asisten Ken dengan wajah yang cemas karena mendengar teriakkan dari dalam kamar Davin


"tuan apa yang ter - " ucap asisten Ken terpotong " kenapa kau ada di sini" tunjuk pada Bella yang pura-pura menangis sesenggukan " tunggu, apa yang sedang kalian lakukan" ucap asisten Ken dengan nada tinggi ia merasa tak percaya saat melihat kejadian yang ada di depannya


Teriakan mereka bertiga mengundang seluruh mansion mendatangi mereka para pelayan yang juga melihat kejadian itu mulai berbisik-bisik


"tunggu ini tidak seperti kalian kira" elak Davin bangun dari ranjang mencoba untuk menjelaskan


"terus apa tuan? kalian dalam satu kamar dan juga bertelanjang, mau ngelak apalagi tuan" ucap asisten Ken kecewa


"jika nanti nona irene tau pasti anda habis dengan nya" imbuhnya asisten Ken Davin


"ada apa ini" ucap tiba-tiba seseorang yang baru datang


"irene" lirih Davin


(habis sudah riwayat mu tuan) batin asisten Ken


"apa yang kalian lakukan" teriak irene pura-pura terkejut


"sayang ini tidak seperti yang kau kira, aku sungguh tidak tau bangun tidur sudah ada dia disini" jelas Davin menunjuk Bella


"anda mau mengelak dari kesalahan tuan, jelas-jelas kemarin saat tengah malam anda masuk ke dalam kamar ku lalu anda membawa paksa, lalu " bohong Bella tak meneruskan ucapannya ia berpura-pura menderita

__ADS_1


(hehe dengan begini mereka pasti percaya) batin Bella tersenyum licik


"cukup bubar semua kembali bekerja" tegas Irene lalu mereka mulai membubarkan diri


"kalian pakai baju kalian, setelah itu susul aku di ruang kerja" ucap Irene meninggalkan mereka


"sayang tunggu" ucap Davin hendak menyusul irene tapi di cegah asisten ken


"pakailah baju anda tuan, jangan buat nona irene tambah marah" ucap asisten Ken lalu ia melepas tangan Davin lalu ia pergi menyusul irene


Davin yang mendengar ucapan asisten Ken langsung ia memakai baju nya lalu segera menyusul irene tanpa memperdulikan Bella yang masih di atas ranjang


"akting yang sempurna, tinggal tambah bumbu jadilah rencana nya perfect" gumam Bella menyeringai


Lalu ia memakai pakaian nya kemudian menyusul Davin ke atas


Di ruang kerja irene duduk di kursinya Davin duduk depan irene bersama Bella sedangkan duo asisten mereka berdiri di samping majikan nya masing-masing


"sekarang jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dari Bella dulu" ucap Irene datar


"kemarin malam waktu saya tidur tiba-tiba tuan Davin masuk ke dalam kamar saya lalu ia menarik tangan saya secara paksa untuk mengikuti nya, saya sudah berontak tapi usaha saya sia-sia nona, tuan Davin sudah merenggut mahkota saya" dusta Bella diakhiri air mata buaya


"itu semua bohong, aku tak pernah masuk ke dalam kamarnya" bela Davin


"anda periksa saja di atas seprei tuan di sana ada noda darah" ucap Bella menyakinkan aktingnya


"oke asisten Ken periksa seprei di kamar itu sekarang titah" Davin pada asisten Ken ia merasa jika seprei itu tak ada noda darah nya


Sampai di bawah asisten Ken menyingkap selimut itu matanya membulat di kala melihat bercak merah seperti noda darah


"apa benar yang di omongin wanita itu, yang aku lihat memang masuk akal tapi kenapa aku merasa kalau tuan tidak pernah melakukan itu ya" gumam asisten Ken lirih menatap noda darah di depan nya


Lalu asisten Ken mengambil seprei itu membawanya ke atas agar semua orang melihatnya


Ceklek pintu ruangan terbuka


"bagaimana asisten Ken" tanya Davin tak sabar


Tanpa menjawab asisten Ken menyodorkan seprei itu pada Davin, lalu dengan rasa penasaran nya Davin membentang seprei itu matanya membulat di kala melihat noda merah yang menempel di seprei


Bella yang melihat raut wajah Davin yang terkejut tersenyum puas


(haha, untung aku sudah persiapkan semua dengan matang) batin Bella tersenyum tipis


"ini tidak mungkin, kenapa aku tidak ingat sama sekali ya" ucap Davin membuat seprei yang ia genggam


"jelas bukan?, atau ada pembelaan lain tuan Davin" tanya irene menatap tajam Davin


Davin menelan ludahnya kasar kali ini irene benar-benar marah padanya lalu ia teringat sesuatu

__ADS_1


"kita cek CCTV di rumah ini pasti ada kan" ucap Davin tersenyum tipis


(kenapa aku bisa lupa jika ada CCTV) batin Bella merutuki kebodohannya


"mohon maaf tuan Davin kebetulan CCTV di mansion ini sedang dalam penambahan sistem jadi untuk sementara waktu CCTV mansion ini mati" jelas irene


(untung alam berpihak pada gue) batin Bella bernapas lega


"mati" lirih Davin mengusap wajahnya kasar


"tapi aku tak pernah merasa melakukannya" bantah Davin


"bagaimana bisa anda mengatakan itu tuan" ucap Bella menatap Davin


"aku memang tidak melakukan nya" bentak Davin


"kau keterlaluan tuan" ucap Bella mulai meneteskan air matanya lagi


"atau jangan-jangan kau yang menjebak ku?" sarkas Davin menatap tajam Bella


Bella yang di tatap tajam Davin nyalinya menciut tapi semua itu ia berusaha menepis nya


"anda jangan memutar balikkan fakta tuan" marah Bella


"cukup kalian berdua diam" bentak Irene


"dengar baik-baik, davin kau harus bertanggung jawab atas kelakuan mu pada Bella" ucap Irene tegas


(kapan lagi bisa ngerjain dia kan, lagi pula mana mungkin aku membiarkan orang lain merebut milikku) batin Irene terkikik geli


(bagus sebentar lagi pasti kamu akan jadi milikku dan aku bisa jadi orang kaya) batin Bella tersenyum senang


"tapi aku merasa tak pernah melakukan nya irene, aku tak mau berpisah dengan mu, aku mohon" mohon Davin dengan muka memelas nya


"baik, berhubung aku masih menghormati orang tua kita, aku beri kamu waktu 3 hari untuk mencari bukti bahwa kau tak bersalah, tapi jika dalam waktu 3 hari kamu tidak mendapatkan bukti maka siap-siaplah untuk berpisah dengan ku" jelas irene


(tiga hari yang benar saja, tak apa lah setidaknya masih ada kesempatan) batin Davin berpikir


(kenapa malah di kasih waktu segala sih, tak apa lah yang penting semua bukti sudah aman) batin Bella percaya diri


"baik akan ku buktikan kalau aku tidak bersalah" ucap Davin mantap


"aku tunggu 3 hari lagi semua bukti yang kau dapatkan" ucap Irene lalu ia meninggalkan mereka semua


pada gak sabar ya nunggu Bella hancur sabar ya๐Ÿ˜‚


lanjut nanti malam ya๐Ÿ™


jangan lupa vote like dan komen sebanyak banyaknya readers terimakasih ๐Ÿ™

__ADS_1


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat ๐Ÿ’ช


__ADS_2