
Selesai prewedding kini irene dan Davin sudah berada di restoran tidak jauh dari tempat pemotretan mereka mampir untuk makan siang
"sudah tidak marah kan?" tanya irene memasukkan sendok ke mulutnya
"karena hari ini kamu ngajakin foto prewedding jadi aku sudah enggak marah lagi" ucap Davin tersenyum senang
Irene mangguk-mangguk sambil menikmati makanan nya lalu ada seseorang yang pria yang menghampiri mereka
"hay Dav, ternyata kamu di sini juga" sapa Fadil sambil melirik ke arah irene
"iya, kamu ada urusan apa di sini" ucap Davin menatap Fadil
"ya biasalah kerjaan" ucap Fadil langsung duduk di samping irene
Davin yang melihatnya pun tak suka ia berusaha untuk menahan emosi nya
"aku ke toilet dulu" ucap Irene beranjak dari duduknya ia merasa tak nyaman ketika Fadil mendekati nya
"jangan lama-lama" ucap Davin irene hanya mengangguk lalu pergi
"tadi itu siapa, pacar Lo" tanya Fadil
"calon istri" jawab Davin
"lu mau nikah?" ucap Fadil terkejut
"ya" ucap Davin singkat
"beneran Lo mau nikah" tanya Fadil memastikan
"ck terserah kalau gak percaya" kesal Davin seakan ucapan hanya di anggap bercanda oleh Fadil
"hey bro cewek tadi boleh juga body nya, bisa kau kenalkan aku padanya" ucap Ferdi menarik turunkan alisnya iya masih tak percaya apa yang Davin bilang
"kau" ucap Davin terpotong saat irene sudah berada di belakang Ferdi meletakkan jarinya ke bibir agar Davin diam terlebih dahulu
"kalau di atas ranjang pasti luar biasa" ucap Ferdi dengan otak kotornya
"jangan bermain dengan perempuan lagi ingat hargai lah perempuan begitu sebaliknya" ucap Davin datar berusaha menahan emosi nya
"ck cewek itu sama saja pura-pura munafik padahal nyatanya mau ck" ucap Ferdi meremehkan
__ADS_1
Davin yang berada di depan nya amarah nya sudah memuncak namun sekuat tenaga ia mencoba untuk menahan nya
"kau tau bro cewek itu - " ucap Ferdi terpotong di kala ada seseorang yang membogem mentah wajahnya
Bugh.
Glontang pyaar
Suara benda-benda jatuh menjadi pusat perhatian para pengunjung
"kenapa kau memukul ku" geram Ferdi menunjuk irene
Ya sudah dari tadi irene menahan amarahnya hingga ia sudah tak tahan lagi
"ingat" tunjuk muka Ferdi " wanita itu seperti berlian jika kau merusak berlian itu maka kau akan menyesal" " hargailah perempuan mana pun begitu juga sebaliknya hargailah laki-laki, sebelum kau menyesal seumur hidup" ucap Irene lantang lalu ia menggandeng tangan Davin ke arah kasir guna menggantikan perabotan yang ia rusak
"kenapa kau menarik ku aku kan ingin menghajarnya juga" kesal Davin saat mereka sudah di mobil
"ck gak perlu itu muka pasti sembuhnya paling sedikit juga seminggu" Santai irene
"what !! seminggu hi " kaget Davin bergidik ngeri
"kapan kau akan pulang ke Indonesia?" tanya Irene mengalihkan pembicaraan
"mungkin lusa" ucap Irene memakan Snack yang sengaja ia taro di mobil
"kalau begitu aku juga lusa sekalian kita naik jet pribadi ku gak usah ngantri naik pesawat, orang kaya kok ngantri" sindir Davin bercanda
"suka hati lah" ucap Irene kesal
"suka hati lah" ucap Davin meniru kan ucapan irene
"mau mampir ke tempat lain tidak" tanya Davin
"langsung pulang saja" ucap Irene mulai memejamkan mata ia merasa lelah saat melakukan prewedding tadi
Sampai di mansion Davin memberhentikan mobilnya lalu ia menatap irene yang ternyata sudah memejamkan matanya
"pasti kamu lelah ganti make up dan baju bolak balik" ucap Davin menatap irene mengelus pipi irene
"terimakasih untuk semua perhatian mu selama ini" ucap Davin mencium kening irene
__ADS_1
Lalu ia turun dari mobil membuka pintu mobil di samping irene kemudian ia mengangkat tubuh irene ala bridal style
Menutup kembali pintu mobil dengan kaki penjaga yang melihat irene di gendong Davin langsung menghampiri nya ia takut jika majikannya Kenapa kenapa
"maaf tuan apa nona irene baik-baik saja" tanya penjaga itu cemas
"iya dia hanya tertidur saja" ucap Davin pelan
"syukurlah" lega penjaga itu mengusap dada nya
"bisa minta tolong bukakan pintu itu" pinta Davin menunjuk dengan dagunya
"tentu tuan" ucap penjaga itu kalau membukakan pintu untuk Davin
"terimakasih" ucap Davin ketika sudah masuk ke mansion.
"sama-sama tuan" ucap penjaga itu lalu menutup kembali pintu itu kemudian ia kembali berjaga
Davin berjalan ke atas ketika ia hendak menaiki tangga ia bertemu dengan Nina juga menanyakan hal sama dengan penjaga tadi
"nona irene kenapa tuan?" ucap Nina khawatir
"dia hanya tidur, bisakah kau membukakan pintu kamar irene untuk ku?" pinta Davin
"tentu tuan" ucap Nina lalu Davin meneruskan langkahnya menuju kamar irene di ikuti oleh Nina
(kau selalu menanam kebaikan, dan lihatlah banyak orang yang baik pula kepadamu) batin Davin
"silahkan tuan" ucap Nina membuka pintu
"terimakasih" ucap Davin lalu masuk ke dalam
"sama-sama tuan" ucap Nina menutup pintu
Lalu Davin berjalan mendekati ranjang meletakkan tubuh irene dengan pelan lalu ia menyelimuti tubuh irene dengan selimut tebal karena cuaca hari ini sangat dingin
"selamat tidur sayang, mimpi indah, I love you" ucap Davin merapikan selimut irene lalu mengecup kening Irene
Kemudian ia meninggalkan irene yang sedang tidur di kamarnya
lanjut besok Gis, maaf kalo up sedikit ya🙏
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komen sebanyak banyaknya readers dan Terimakasih kasih banyak atas dukungan kalian I love so much 🙏😘