
Setelah melewati kurang 13 jam perjalanan kini irene dan asisten El sudah tiba di bandara Paris- Charles de Gaulle
Lalu irene dan asisten El berjalan keluar dari bandara mencari sebuah taksi karena Irene tak menyuruh bodyguard nya untuk menjemput
"taxi" ucap asisten El memberhentikan sebuah taksi
Taksi berhenti di depan irene dan asisten El lalu supir taksi itu keluar dari mobil membuka pintu mobil
"s'il vous plaît manquez" ucap supir taksi itu
(silahkan nona)
"Merci" ucap mereka berdua masuk ke dalam, mereka sudah masuk ke dalam sang sopir lalu menutup pintu mobil mengitari mobil kemudian membuka pintu kemudi menutup kembali lalu menjalankan mobilnya
"à l'adresse xx numéro de maison sept oui monsieur" ucap asisten El
(ke alamat jln xx rumah nomer tuju ya pak)
"bonne mademoiselle" ucap sopir taksi
(baik nona)
Beberapa menit kemudian irene dan asisten El sudah sampai di mansion irene lalu ia keluar dari mobil tak lupa mengucapkan terima kasih pada pak sopir
"Merci" ucap mereka berdua
Dari kejauhan penjaga yang melihat dua orang wanita turun terus memperhatikan nya, saat dua wanita itu berbalik badan sontak penjaga itu langsung menghampiri mereka berdua
"nona irene, asisten El" ucap penjaga itu membuka gerbang
"apa kabar pak Jay" ucap Irene tersenyum
"baik, kenapa nona tidak mengabari kalau datang, kalau tau kan nanti saya jemput nona di bandara" ucap penjaga
"gapapa pak" ucap Irene tersenyum
"ayo masuk pasti kalian capek dari perjalanan jauh" ucap penjaga itu
Irene dan asisten El tersenyum mengangguk lalu mereka berjalan menuju mansion
Saat irene dan asisten El berjalan melewati halaman depan tidak sengaja salah satu pelayan melihat mereka lalu Pelayan itu berlari ke arah belakang memberitahu semua orang bahwa majikan kembali pulang
Saat sampai di depan pintu utama belum sempat irene membuka nya, pintu itu sudah terbuka dengan sendirinya
"selamat datang kembali nona" ucap para pelayan menyambut kedatangan mereka
"Merci" ucap Irene tersenyum
"kenapa tidak mengabari kita jika nona datang kembali?" tanya Nina
"biar kejutan buat kalian" ucap Irene
"kami semua merindukan nona dan asisten El" ucap Nina bergantian menatap irene dan asisten El
"aku juga merindukan kalian" ucap Irene dan asisten El berbarengan
"bolehkah kita memeluk nona" ucap salah satu pelayan
__ADS_1
"tentu saja" ucap Irene merentangkan kedua tangannya
Lalu para pelayan itu menghambur di pelukan irene termasuk asisten El
"sudah, jangan lama-lama kasihan nona irene dan asisten El pasti lelah menempuh perjalanan jauh" ucap Nina menyudahi acara pelukan mereka
Irene tersenyum ia sangat beruntung bisa mendapatkan orang orang yang baik di sekitar nya
"baiklah kita ke atas dulu untuk istirahat ya" ucap Irene
"silahkan nona, kalau ada apa-apa panggil saya saja nona" ucap Nina mempersilakan
"terimakasih" ucap Irène dan asisten El bareng lalu mereka berdua naik ke atas menuju kamar mereka masing-masing
Melihat irene dan asisten El naik ke atas para pelayan pun membubarkan diri melanjutkan pekerjaan masing-masing
Irene dan asisten El sudah berada dalam alam mimpinya beda lagi dengan Davin yang masih di dalam pesawat pribadi nya
"asisten Ken kapan kita akan sampai" kesal Davin yang merasa perjalanan menuju Paris begitu lambat
"sebentar lagi kita akan sampai tuan" ucap asisten Ken
"kau bilang sebentar lagi mulu dari tadi asisten ken" kesal Davin
(bagaimana tidak bilang begitu anda saja tanyanya 5 menit tanya 5 menit tanya) gerutu asisten Ken dalam hati
"gak usah menggerutu dalam hati asisten Ken mau ku potong gaji kamu" ucap Davin menatap tajam asisten Ken
"mana ada tuan" kilah asisten Ken
"ck awas saja kalau kau menggerutu dalam hati" ucap Davin menatap tajam
✓✓
Di mansion irene, irene sudah bangun dari tidurnya sedangkan asisten El masih tidur di kamarnya
"permisi nona" ucap Nina menghampiri Irene di ruang santai
"ada apa" ucap irene tanpa melihat Nina
"begini nona saya ingin memperkenalkan seorang pelayan baru menggantikan pelayan Dita yang keluar" ujar Nina
Irene lalu menoleh melihat wanita di samping Nina sedetik kemudian ia menyeringai melihat wanita di samping Nina
"siapa namamu" ucap Irene datar
"saya bella nona" ucap wanita bernama Bella itu
"berapa umurmu?" tanya irene
"20 nona" ucap Bella
"apa motivasi mu bekerja di sini" tanya irene lagi
"karena gajinya besar nona" Jawab Bella
"lalu" ucap Irene menatap Bella
__ADS_1
"kata orang-orang jika majikan di sini baik nona, jadi saya ingin bekerja di sini" jawab Bella
"tanyakan apa pekerjaan mu pada Nina" ucap Irene tanpa melihat mereka berdua
"baik nona" ucap Bella
"Kalau begitu kami permisi dulu nona" ucap Nina
Irene tak menjawab ia hanya memandangi pemandangan di depannya
(kita liat apa dia akan berulah menggunakan tubuhnya) batin irene menyeringai saat mengingat pakaian yang di pakai Bella, penampilan Bella bukan kurang bahan tapi baju nya menyetak jelas lekuk tubuhnya yang bisa membuat kaum Adam menetes kan air liurnya
Di jet pribadi milik Davin
Beberapa jam kemudian jet pribadi milik Davin sudah mendarat di bandara Paris-Charles de Gaulle asisten Ken pun akhirnya bernafas lega
"cari mobil kita langsung ke mansion irene saja" ucap Davin
"baik tuan" ucap asisten Ken lalu ia mencari taksi setelah dapat sebuah taksi mereka berdua langsung menuju mansion irene
Kenap david tau mansion irene karena Davin melacak keberadaan irene lewat nomer ponsel irene ia melacaknya sewaktu masih dalam pesawat
Sedangkan soal keberangkatan irene Davin tau sebab irene memberitahu nya
beberapa menit kemudian taksi yang di tumpangi Davin sudah sampai di mansion Irene
"Merci" ucap asisten Ken pada supir taksi
Lalu mereka berdua menghampiri penjaga irene
"Excusez-moi, est-ce que Miss Irene est là?" tanya asisten Ken pada penjaga itu
(permisi apa nona irene nya ada)
"si je peux savoir qui vous êtes? et d'où?" tanya balik penjaga itu yang melihat wajah Davin dan asisten Ken yang bukan dari Paris
(kalau boleh tau anda siapa ya? dan darimana?)
"dis juste que davin venait d'Indonésie" ucap Davin datar
(bilang saja Davin datang dari Indonesia)
"OK, attendez une minute, veuillez vous asseoir dans la chaise d'attente" ujar penjaga itu lalu ia berjalan ke arah mansion
(baik tunggu sebentar, silahkan duduk di kursi tunggu)
Saat Davin dan asisten ken menunggu penjaga itu dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan mereka dengan tatapan menggoda
(Si beau, cette personne n'est certainement pas une personne ici, à en juger par son apparence de riche, cela peut être la prochaine proie) batin orang itu tersenyum licik merencanakan sesuatu
(tampan sekali orang itu pasti bukan orang sini, di lihat dari penampilan nya juga seperti orang kaya bisa nih mangsa selanjutnya)
Lalu ia meninggalkan Davin dan asisten ken saat ia sudah tau mereka masuk kemana
Sedangkan Davin dan asisten Ken tak menyadari jika ada orang yang memperhatikan nya
Mereka tak mempedulikan sekitar mereka langsung masuk ke dalam saat mereka sudah di persilahkan masuk
__ADS_1
lanjut besok ya gis
jangan lupa vote like dan komen sebanyak banyaknya terimakasih 🙏