DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
terbongkar


__ADS_3

Sudah tiga hari berlalu semenjak kejadian Davin dan Bella tidur dalam satu kamar, siang malam Davin berusaha mencari bukti tapi nihil ia tak menemukan apapun ia sudah merasa putus asa saat tidak mendapatkan apa-apa


Keluarga ke dua belah pihak sudah tau mengenai masalah ini, karena Irene sudah menceritakan yang sebenarnya terjadi dan kedua keluarga itu hanya mengikuti rencana irene


Bella, dia sedang menikmati menunggu momen di mana dia akan menjadi orang kaya tidak tau bahwa itu adalah kehancuran dirinya


Malam hari semua orang sudah berkumpul keluarga Davin dan irene juga terbang ke Paris tinggal di mansion Irene


Di ruang tamu sidang eksekusi berlangsung Irene duduk di sofa single Davin dan Bella di sofa yang sama, dua keluarga duduk di sofa yang sama juga sedangkan dua asisten berdiri berdampingan, (tumben akur lu pada: author sendiri yang nempatin: iya juga ya, ya udah deh lanjut)


"jadi sekarang bagaimana, sudah 3 berlalu" tanya irene menatap tajam Bella dan Davin secara bergantian


"saya siap mempertanggung jawabkan" ucap Davin pasrah


(yes berhasil) batin Bella tersenyum senang


(tertawa lah sepuasnya sebelum kamu hancur) batin irene menyeringai


"bagus, berarti hubungan kita sampai di sini saja" ucap Irene menatap Davin da hanya mengangguk pasrah


"baik hari ini juga kalian akan menikah, asisten El panggilkan penghulu sekarang" ucap Irene menyuruh asisten El


Asisten El yang mendapat kode irene lalu ia memanggil penghulu itu sambil menggeret lengan asisten Ken


"ikut aku" bisik asisten El menarik lengan asisten Ken


"kenapa aku di tarik, kan cuma satu orang aja" tanya asisten Ken heran


"diam" ketus asisten El mereka melangkah sampai lah di sebuah kamar tamu lalu asisten membuka pintu itu


Ceklek


Di dalam kamar itu ternyata ada beberapa pria yang berpenampilan seperti orang yang akan mengadakan pernikahan


Asisten Ken yang melihatnya pun semakin bingung ia hanya mengikuti langkah asisten El yang kembali menghampiri irene


"semuanya sudah siap nona" ucap asisten El


"baik, kalian" tunjuk pada pria yang asisten El bawa " duduk di sana" ucap Irene menunjuk sebuah kursi


"sebelum mengadakan ijab Kabul, aku akan perkenalkan mereka dahulu" jelas irene

__ADS_1


"tak perlu perkenalkan langsung saja kita mulai nikahnya" ucap Bella dengan cepat


"wow, sudah tidak sabar jadi nyonya Davin ya, ck ck" ucap Irene tersenyum sinis


"bukan begitu" ucap Bella harap-harap cemas


"gak bisa Jawab kan makanya diam" tegas irene


"kenalkan pria sebelah kiri namanya pak Sam, sebelah nya namanya pak Anton dan yang terakhir namanya pak meg" ucap Irene


"dulunya mereka ini adalah seorang pengusaha terkenal, itu dulu sebelum ada seorang penggoda yang menghabiskan uangnya" jelas irene menekan kan kata penggoda sambil menatap Bella


Bella yang di tatap irene menjadi gemetar di tambah lagi 3 pria yang irene kenalkan tadi


"dan sekarang hanya menjadi penghulu (bohongan) saja dan karena kalian akan menikah aku kasih kalian hadiah, sebagai hadiah atas pernikahan kalian aku kasih kalian sebuah tontonan yang menarik" ucap Irene tersenyum penuh arti


Semua orang dalam hati mereka bertanya-tanya, lalu asisten El memerintahkan para pelayan untuk menjadikan ruangan itu menjadi gelap tak lupa pula asisten El diam-diam menyuruh salah satu bodyguard irene berdiri di belakang Bella takutnya nanti dia berusaha kabur


"lihatlah" ucap Irene menunjuk sebuah proyektor yang besar di depan mereka semua


Semua orang terkejut apa yang mereka lihat, rekaman itu menayangkan mulai saat Bella mengambil obat sampai ia masuk di dalam kamar davin


Setelah rekaman itu selesai ruangan yang tadinya gelap kini menjadi terang kembali


"kau, ternyata kau yang menjebak ku" bentak Davin menatap tajam Bella sambil berdiri di depannya


"bohong itu semua bohong, rekaman itu sudah di edit olehnya" teriak Bella menunjuk irene


"benarkah, lalu siapa 3 pria itu" ucap Irene menunjuk 3 pria tadi


"mana aku tau,aku tidak kenal mereka" elak Bella


"oh ya kamu tidak kenal dengan kita Bella, setelah kau kuras habis uangku sampai tak tersisa" ucap pria bernama Anton itu


"ja jangan mengada-ada kamu, aku bahkan tak kenal dengan mu" sarkas Bella dengan gugup


"baik jika kau masih mengelak" ucap Irene dingin lalu ia menyuruh asisten El membacakan data Bella


Setelah asisten El selesai membaca semua orang mulai berbisik-bisik


"tidak menyangka ya kalau dia mendapatkan uang menghalalkan segala cara"

__ADS_1


"dasar pelakor"


"wanita murahan"


Ucapan para pelayan terngiang-ngiang di telinga Bella, ia merasakan jika semua sudah tidak aman ia pun berencana untuk kabur tapi itu semua sudah terbaca oleh bodyguard irene yang berada di belakang bella


"lepas" bentak Bella pada bodyguard irene namun bodyguard irene hanya diam


Davin yang sedari tadi menahan amarahnya kini ia berdiri menatap Mama nya


"maafin Davin ma" ucap Davin lalu berjalan menuju Bella sampai di depan Bella ia mengangkat tangannya lalu


Plak


Suara tamparan keras memenuhi ruangan itu, bahkan pipi bella yang tadinya mulus kini sudah terdapat tatto dari author cap lima jari


"itu buatmu sudah menjebak ku, beruntung kau adalah wanita jadi hanya bisa menampar mu, tapi jika kau laki-laki sudah dipastikan kau habis di tangan ku" bentak Davin menunjuk wajah Bella lalu ia kembali pada tempat duduk nya.


Bella saat ini merasa kan marah, malu, dan kesal ia memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan dari Davin


Irene bangun dari duduknya menghampiri Bella ia mengecekeram wajah Bella dengan kasar


"dengar baik-baik aku bukan orang bodoh yang bisa mau tipu, dan satu lagi aku tak akan melepaskan orang sudah berani merebut apa sudah menjadi milik ku, ingat itu" ucap Irene penuh penekanan lalu ia melepaskan cengkraman itu dengan kasar


" bawa dia ke kantor polisi" titah irene, "kalian bertiga ikutlah dia ke kantor polisi untuk menjadi saksi" tunjuk nya pada pria tadi


"baik terimakasih nona" ucap 3 pria itu


Irene hanya mengangguk lalu mereka berlima pergi meninggalkan ruang tamu


"dengar kalian semua jangan ada yang berniat untuk menjatuhkan ku jika aku tau maka bersiap-siaplah kalian menerima hukuman" tegas irene menatap pelayan satu persatu


"baik nona" ucap mereka serentak


"sekarang kalian bubar, dan tolong bereskan itu semua"menunjuk proyektor " dan buatkan minum untuk keluarga ku" ucap Irene


"baik nona" ucap para pelayan lalu mereka membubarkan dan mengerjakan apa yang di perintahkan oleh irene


sepeninggal nya para pelayan Davin mulai menghampiri Irene duduk di samping nya lalu


lanjut besok GisπŸ˜‚

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komen sebanyak banyaknya readers terimakasih πŸ™


__ADS_2