
Ninja yang akan menyerang Mosa agak ragu,ketika melihat pedang ular dan Mosa bersatu.
" hati hati...ini jurus yang menggemparkan dari pendiri sekte kita" ketua ninja memperingati bawahannya.
" baik,aku paham..." jawab bawahannya,
ia kemudian mengerahkan jurus yang sama dengan Mosa, namun telapak tangannya tidak sampai merah. Tapi hawa pukulannya juga sangat panas.
Setelah sambil menyerang sampai sepuluh jurus lebih, ninja itu mulai terdesak, ia sebemarnya dari awal, tidak mampu mendekati Mosa, karena hawa panas dari pedang dan jurus Mosa itu sangat menyiksanya. Melebihi berkali lipat dari hawa panas jurusnya.
Melihat temannya terdesak, seorang ninja yang lain melompat menyerbu sambil mengeluarkan tongkat besinya sepanjang dua meter itu. Ia memaikan tongkatnya dengan sangat lihai.
" bagus...maju saja kalian semua, biar kakek guru mengajari kalian jurus inti api yang sebenarnya " teriak Mosa,ketika melihat seorang ninja maju membantu temannya.
" Mosa, jangan takkabur... mereka bukan musuh " tegur pak Jona,yang melihat Mosa seperti mulai keasyikan berkelahi.
Mendengar pak Jona menegur anak muda ini, ketua ninja diam diam sangat kagum dengan pak Jona. Siapakah pak tua ini ? Apakah orang yang dicarinya? Baiklah kalau tidak mau memperkenalkan diri, dari jurusmu aku akan mengetahui siapa engkau. Batin ketua ninja,yang sudah berumur hampir enam puluh tahun ini.
__ADS_1
" pak tua,mohon maaf, muridmu sangat hebat, aku ingin mengenal engkau lewat muridmu. Akupun akan maju menyerangnya. Aku tidak akan mencelakainya." seru ketua ninja sambil melangkah maju.
" kalian berdua,istirahatlah.biar aku yang akan menghadapinya " kemudia,satu persatu ninja yang sedang bertarung dwngan Mosa,melompat mundur.
" anak muda,engkau sungguh hebat. Akupun penasaran, sampai dimana kemampuanmu "
" baik...akupun ingin bertanding. Rasanya sangat mengasyikkan" jawab Mosa santai.
" aku akan menyerang..." selesai berkata, ketua ninja mengeluarkan dua tongkat. Dan dengan dua tongkat yang diputar, ia menyerang kearah Mosa. Seluruh badannya tertutup oleh bayangan tongkat. Tidak ada cela sedikitpun. Mosapun menyambut serangan ketua ninja dengan memainkan pedang ular.
Dua bayangan berkelebat cepat saling menyerang, dan menangkis. rumput dan daun daun sekitar tempat bertarung, sudah layu dan kering,oleh hawa panas. Ada yang hangus terbakar.
" Berhenti...." tiba tiba ketua ninja melompat jauh kebelakang,dengan wajah pucat . Barusan ia merasakan ujung jari Mosa ,menyentuh jari jari tangannya dan hampir saja ,tongkat yang digenggamnya terlepas. Ia merasakan, seluruh tulangnya seperti ditikam oleh ribuan jarum kecil.
" itu jurus tulang besi...apakah engkau murid pak Doni si Tulang Besi ?" tanya ketua ninja dengan gentar. Seandainya tadi adalah pertarungan hidup mati, dia sudah meninggal ditangan anak mudah ini. Bukan jari tangan yang menyentuhnya,tapi pedang ular. Ataupun jika bukan pedang ular, tetap dengan jurus maut itu, sekarang seluruh tulangnya sudah pecah. Jurus tulang besi ini ,walaupun yang disentuh adalah bukan tulang,tetap yang diserangnya itu adalah tulang lawan. Ketika tulang hancur, lawan akan langsung roboh seperti sehelai daun.
" ya benar...aku adalah murid pak tua Doni. Ada apa kalian mencariku ?" tanya Mosa dengan sopan.
__ADS_1
Ketua ninja itupun menghela nafas panjang. Kemudian melirik ke pak Jona.
" jika demikian,siapakah pak tua ini ?" tanya ketua ninja.
" aku adalah pak Jona. Tadi sudah ku perkenalkan namaku." jawab pak Jona.
" maafkan kelancanganku pak tua Jona. Terus terang, setelah melihat kelihaian murid pak Doni, tentu pak Jona buka orang sembarangan. Kalau boleh tahu,apa julukan pak Jona ,maaf kalau saya lancang bertanya." kata ketua ninja sambil membungkukkan badannya dalam dalam memberi hormat kepada pak Jona.
" hahaha...sudalah formalitas kalian. Tentu tugas kalian sangat berat,harus menjelajah hutan di indonesia ini, mencari seorang dengan julukan Pembantai Dewa, apa benar ?"
Kelima belas ninja itu sangat terkejut, setelah pak Jona mengatakan demikian. Tidak mereka sangka,usaha mereka membuahkan hasil. Tidak sia sia mencari jejak pak Doni. Yang mereka dapat adalah pak Doni,si Tulang Besi telah meninggal.namun mempunyai seorang murid,yang pulang kampung. Dari situlah akhirnya mereka bertemu pak Jona dan murid pak Doni,yang.baru mereka ketahui bernama Mosa.
Jurus jurus pak Doni, si Tulang Besi saja sudah sangat hebat,apalagi kini, Mosa digembleng oleh si Pembantai Dewa.
" hahaha... Anak muda,engkau sungguh beruntung, menjadi murid si Tulang Besi dan Pembantai Dewa " puji ketua ninja sambil membungkuk memberi hormat kearah Mosa.
Ia sudah tidak ada niat lagi untuk mengambil pedang ular dari Mosa,ketika mengetahui identitas pak Jona dan Mosa. Biarlah itu menjadi urusannya nanti. Yang penting tugas dari organisasi master internasional telah ia laksanakan. Dan tugas tambahan dari sektenya,telah ia laksanakan juga. Ia hanya ditugaskan untuk mencari informasi keberadaan pedang ular. Jika mampu mengembalikan pedang ular milik sektenya,maka harus dilakukan,tetapi jika tidak diluar kemampuannya, cukup mendapatkan informasi keberadaan pedang ular. Kini semua tugas,yang diterimanya dua tahun lalu telah membuahkan hasil. Dan hasilnya,sangat menggetarkan, pedang ular di tangan Pembantai Dewa. Siapa yang mampu mengambilnya ? Biarlah itu menjadi urusan tetua sekte awan putih.
__ADS_1