Dewa Perang

Dewa Perang
Jurus Baru Pedang Sukma


__ADS_3

Mosa dan pak Jona sangat terkejut dengan kenyataan ini. Mereka memulai dengan langkah yang sangat tidak terduga. Ternyata Mosa adalah keturunan dari anak buah kapal dari Than Kui yang terkenal dengan nama Pendekar Ular di negri Cina. Namun sangat disayangkan. Ternyata Than Kui sendiri tidak mempunyai keturunan dengan istri yang diambilnya dari tanah Jawa itu.


Siangnya,setelah pertemuan dibalai desa Keli Wolo, Mosa.dan Pak Jona berangkat kembali kehutan,tempat ditemukannya Pedang Ular. Sesampainya di hutan,ditempat itu, mereka sangat terkejut, dengan apa yang mereka dapati disana. Tempat itu sudah porak poranda. banyak galian disana sini.


" pak tua, siapa yang melakukan ini ?" tanya Mosa. Pak Jona juga hanya diam melihat daerah sekitarnya ini. Ia berpikir keras,siapa yang sudah mendahului mereka ini.


"Mosa...tidak salah lagi,pasti mereka..."


" mereka ?...siapa pak Tua ?"


" orang orang dari sekte teratai putih. pasti mereka. Ingat ... diatas puncak Gunung Meja ? Kita memberitahu Dewa Naga, dimana kita menemukan Pedang Ular itu. Setelah mereka,orang dari Sekte Teratai Putih mendengar, mereka pasti hari itu juga datang ke sini. Karena hanya mereka yang mengetahui tempat ini " Pak Jona menjelaskannya kepada Mosa.


"pak Tua ...apa mungkin mereka menemukan sesuatu ?"


" saya juga kurang tahu. Tapi kemungkinan ,mereka menemukan sesuatu. Pendekar ular tidak mungkin hanya menyembunyikan Pedang Ular saja disini. Tapi...bisa juga hanya Pedang Ular,dengan maksud, jika ada yang menemukan kitab silat ditempat lain, mereka tidak memiliki Senjatanya,maka demikian kurang lengkap ilmu silatnya. Sebab ilmu silat yang kamu miliki,baru lengkap dengan Pedang Ular itu. Artinya, kamu sangat beruntung. Memiliki ilmu dan senjatanya,tanpa memiliki kitab silatnya. " pak Jona menganalisa.


" Pak Tua, apa mungkin ilmu yang kumiliki ini, sama dengan ilmu yang dimikiki oleh Pendekar itu? Kalau sama, itu artinya, Pendekar Pedang Ular pernah mengalami hal hal yang sama seperti yang aku alami, yang menimbulkan sesuatu energi dalam tubuh kami."


" bisa jadi seperti itu... berbagai perasaan ,namun ditahan,dipendam ..bagi orang lain bisa menimbulkan tekanan batin, namun kamu berpusar menjadi energi. Ini yang sangat langkah terjadi." jawab pak Jona sambil menjelaskan apa yang dialami oleh Mosa.


Mosa yang mendengar ,hanya mengangguk angguk paham. 'artinya juga,aku bisa menciptakan jurus baru,yang berhubungan dengan energi ini. Aku harus menciptakan jurus gabungan antara jurus Inti Api dan jurus Inti Es.' pikir Mosa.


" Hei...apa yang kau pikirkan ? "


tanya pak Jona,yang melihat Mosa seperti tenggelam dalam pikiran.


" Hmmm Pak Tua, aku akan menciptakan jurus baru. Jurus gabungan antara Jurus Inti Api dan jurus Inti Es. Saya kira, dua jurus ini bersatu menjadi satu jurus baru,akan sangat dasyat .." jawab Mosa,sambil menjelaskan apa yang dipikirkannya.

__ADS_1


" bagus juga itu...namun engkau harus hati hati..."


" baik Pak Tua, malam nanti saya akan mencobanya..." jawab Mosa semangat.


Malam harinya, mereka kembali ke hutan,tempat ditemukannya Pedang Ular.


" apa engkau sudah siap?" tanya Pak Jona.


" sudah Pak Tua " jawab Mosa singkat.


Kemudian Mosa mulai berlatih jurus Inti Api. Pedang Ular ditangan kirinya berlahan memancar hawa pedang yang sangat panas.Pedang Ularnya bergerak bagai ular hidup, meliuk liuk , ujung pedang yang runcing. Mosa masih menambahkan kekuatannya pada energi panas. rumput disekitar Mosa seketika menjadi layu dan kering.


" jangan kau tambah lagi energi Inti Apimu, jantungmu bisa pacah" tiba tiba ada suara dari pusat energinya.


" hmm tapi aku belum merasakan apa apa, aku ingin tahu, kekuatan penuh dari Inti Api ini " batin Mosa.


" baik. Aku akan membantumu. Kerahkan perlahan saja. " jawab suara dari pikirannya.


tiba tiba Pedang Ular seakan mengeluarkan suara mendesis desis dan hawa panas dari tubuh Mosa mencapai dua meter. Dalam radius dua meter sekitar tubuhnya, langsung hangus terbakar. Bahkan udara sekitar Mosa berwarna kemerahan, oleh energi Inti Api yang panas membakar apa saja.


Mosa kemudian mengerahkan jurus Inti Api ke tangan kirinya saja. Dan Pedang Ular pun menghilang. Ia menyatu dengan lengan kiri Mosa. Mosa yang kaget, berlahan mengurangi energi Inti Api, namun pedangnya telah raib. Ketika Mosa mengangkat tangannya,ia sangat terkejut. Ternyata dilengan kirinya,kini ada tato pedang ular yang melingkar dari telapak tangan sampai di pangkal bahunya. Ketika Mosa mengepal tangannya, gambar tato pedang itu bergerak menjadi kaku dan kemudian muncul dalam genggaman Mosa,dalam bentuk pedang. Jika Mosa membuka genggamannya, pedang ular kembali mejadi gambar tato di tangan Mosa.Mosa sangat terkejut dan senang dengan perubahan ini. Ini artinya,dia tidak usah repot repot membawa pedang lagi.


" hebat...engkau sudah mampu menyatukan Pedang mu dengan tubuhmu. ini yang sangat sulit dilakukan oleh para Pendekar sejak zaman dahulu. Memang ada yang mampu, namun hanya satu atau dua orang. " puji pak Jona,yang melihat kedasyatan perkembangan Mosa.


Mosa kemudian,kembali mengerahkan energi panas Inti Api ke tangan kirinya, ia kemudian, berlahan mengerahkan energi Inti Es ke tangan kanannya. Mosa terus menambahkan kekuatan pada energi Inti Es, yang sama kuat dengan energi Inti Api. Kemudian ,Mosa berlahan menggambungkan kedua energi yang berlawanan ini di tangannya. Kedua tangannya kini mengalir dua energi yang berbeda, berlahan Mosa mendekatkan kedua telapak tangannya.


" bluaarrr" terdengar suara bergemuruh bagai air mendidih. Kedua energi saling membungkus, berputaran disekitar tangan Mosa, energi Inti Api menjadi lebih terang. Dan energi Inti Es yang berwarna kebiruan pun semakin terang. kedua energi ini bergabung dan memanjang sekitar satu meter bagai pedang dengan warna yang menyeramkan. Ditengah warna gelap,kemudian warna kemerahan dan dipinggirnya berwarna biru bercampur merah tua.

__ADS_1


" Pedang Energi ?...ini..ini...engkau sungguh anak emas semesta...Mosa..."


Pak Jona, si Pembantai Dewa kehabisan kata kata. Ia sangat beruntung dapat menyaksikan sesuatu yang selama ini hanya menjadi angan angan para Master. Selama ini hanyalah sebuah teori tentang pembentukan pedang energi. Karena sangat sulit untuk dilakukan.


Mosa,sambil menggenggam pedang energi, ia mengebaskannya,mengayunkan pedang energi dengan sangat cepat, membuat pak Jona berlinangan air mata dengan gembiranya. tubuh Mosa seketika terbungkus oleh warna yang ada dipedang energi. Ketika Mosa melepaskan Pedang Energi, ia meluncur kedepan,dan menghanguskan semua yang dilewatinya. tigapuluh meter kemudian, pedang energi meledak dengan dasyat, dengan menghancurkan semua pohon sekitarnya, dengan berubah menjadi hitam hangus.


Mosa sangat senang dengan jurus barunya itu. Ia menamai pedang energi itu dengan nama Pedang Sukma.


" pak Tua, aku berhasil menciptakan jurus baru. Jurus ini sangat dasyat. Aku kira,untuk saat ini, tidak ada yang mampu menahan jurus baruku ini." seru Mosa dengan gembira.


"Mosa...taukah kau...kalau pedang energimu itu adalah sesuatu yang selama ini hanya menjadi teori ? Abad ini, hanya engkau yang mampu mewujudkan pedang energi itu. "


" ahhh ?! Benarkah pak Tua ? " Mosa terkejut dengan penjelasan singkat pak Jona.


" namun...engkau harus hati hati dengan Pedang energi itu. Jangan membuatmu menjadi sombong." nasehat pak Jona.


" baik pak Tua, aku mengerti."


" dan...biasanya, dengan munculnya kekuatan yang dasyat ini, akan muncul juga kekuatan lain,yang akan menjadi tandinganmu. Ini adalah tugasmu. Aku berharap, engkau dapat membela kebenaran dan keadilan. Aku percaya, engkau berdiri dipihak kebenaran. Maka aku pastikan yang muncul kemudian adalah kekuatan kejahatan. "


" aku siap pak Tua. Mohon pak Tua membimbingku. Pak Doni dan Pak Jona adalah orang tuaku. Aku tidak akan melupakan budi baik pak Doni dan Pak Tua " jawab Mosa.sambil membungkukkan.badannya memberi hormat.


" sudah sudah...yang penting,engkau terus berlatih jurus barumu itu "


" siiaapp pak Tua...aku.. hmmm mau menamakan Pedang energi itu pak Tua"


" hahaha...nama Pedang Energi juga bagus. Tapi kalau kau mau menamakan pedang itu, lebih baik lagi. Apa engkau sudah ada namanya ?" tanya pak Jona.

__ADS_1


" ya...aku akan menamakan pedang energi itu dengan nama Pedang Sukma. Bagaimana pak tua "


" hmmm....nama yang bagus...sangat bagus...aku setuju..." jawab Pak Jona, sambil mengangguk kepalanya.


__ADS_2