
" apakah ini muridmu itu ? " tanya Jhoni Deong,memastikan.
" Benar tuan Jhoni, dia bisa dikatakan muridku "
" Maksud tuan 'bisa dikatakan'...apakah pemudah ini ..."
" Hahaha...Ya..dia sebenarnya murid dari Si Tangan Besi. Namun Si Tangan Besi keburu kabur ke liang lahat, jadi aku hanya membimbing sedikit, menyempurnakan latihannya. oh ya...namanya Mosa, Tuan Jhoni." jawab Pembantai Dewa, memperkenalkan Mosa.
" Jadi engkau sendiri yang mengalami kejadian itu. Bagaimana caranya,untuk membangkitkan sosok yang ada dalam tubuhmu?" selidik Jhoni Deong,sambil melihat kearah Mosa.
" tuan...akupun tidak tahu,bagaimana cara berkomunikasih dengan dia. Kadang ia muncul untuk membimbing, namun itu jarang terjadi,tuan." jawab Mosa apa adanya. Karena itu memang yang dialami Mosa. Sosok itu tidak mengajari Mosa,bagaimana berkomunikasi dengannya.
' hmm aneh juga... Apa aku coba saja kemampuan Mosa,memaksa sosok itu keluar ?' batin Jhoni Deong,sambil mengangguk angguk kepalanya.
kemudian,Jhoni Deong berbisik, suaranya tidak kedengaran.bisikannya ditujukan kepada Pembantai Dewa.
" Tuan Pembantai Dewa, aku ingin mencoba muridmu. Aku ingin tahu kekuatan sosok yang bersemayam dalam tubuh muridmu ini. Dengan mengetahui kekuatannya,kita bisa mengukur kekuatan lawan yang misterius itu. "
Mendengar suara Jhoni Deong yang berbisik ditelinganya, tahulah Pembantai Dewa, tingkat kemampuan pemimpin Organisasi Para Master ini. bisa dikatakan setingkat dengan dirinya. Pembantai Dewapun balas berbisik,yang hanya didengar oleh Jhoni Deong.
" Baik tuan...silakan." jawab singkat Pembantai Dewa, sambil tersenyum kearah Jhoni Deong.
' tidak kosong juga gelarmu Pembantai Dewa' batin Jhoni Deong, sambil mengangguk kearah Pembantai Dewa.
" Mosa, engkau memikul beban dan tanggung jawab yang besar. Aku ingin memastikan, apakah engkau layak untuk tugas ini." Kata Jhoni Deong, sambil melangkah maju. Ia memutuskan, akan mencoba sendiri kemampuan Mosa.
" Tuan, apakah kita akan bertarung ?" tanya Mosa polos.
" Hahahaa...."
" Hahaha...
Semua yang hadir di dalam ruangan itu, sontak tertawa terbahak bahak,mendengar jawaban Mosa,yang kekanak kanakan.
__ADS_1
' Hahaha...apakah engkau takut? Mosa, bersiaplah...keluarkan semua kemampuanmu. kalau perlu ajak ' sahabat ' mu itu " kata Jhoni Deong, sambil menunjuk dari jauh ke dada Mosa,ketika mengatakan, ' Sahabat' .
" haiii...dibilang sahabat,tapi tidak tahu namanya, kalau dibilang bukan, tapi...apa ya... " gumam Mosa sambil menggaruk rambutnya yang panjang sebahu.
Tak urung gumamannya itu masih didengar oleh mereka semua, kembali mereka tertawa. Hal ini semakin membuat Jhoni Deong ragu, apakah benar kabar yang kudengarnya ? Sebentar lagi aku akan mengetahuinya sendiri. Batin Jhoni Deong.
" Mosa...majulah..." akhirnya Pembantai Dewa menyuruh Mosa untuk maju,karena Mosa masih berdiri di tempatnya.
Mosapun melangkah maju,dengan santai,tanpa keraguan,dan sangat percaya diri.
" nah..kau siaplah, aku akan menyerang dengan sungguh sungguh." Jhoni Deong mengingati Mosa.
Setelah mengatakan demikian, Jhoni Deong bergerak dan berkelebat kearah Mosa. Angin kencang mengiringi serangannya. Tangan kirinya Mencekram ke arah ubun ubun. Mosa masih berdiri ditempatnya, mengangkat tangan kanan menangkis serangan ,namun begitu serangan itu mendekati tangan Mosa untuk menangkis, serangan itu tidak dilanjuti, tapi tangan kanan Jhoni Deong,dengan cepat mencakar kearah leher Mosa.
Mosa tidak terkejut dengan serangan ini, dengan tenang ia menggeser dan mencondongkan badannya ke kiri, sambil memukul kearah ketiak lawan. Serangannyapun cepat dan kuat. Jhoni Deong mendengus, ia merasa pancingannya kena. Karena memang ia menyerang dengan posisi pertahanannya terbuka.serangan pancingan.
Secepat kilat, tangan kirinya mencakar ke arah ubun ubun kepala Mosa,yang masih dalam posisi miring ke kiri. Serangan ini sangat dasyat. Diawali dengan serangan pancingan dua kali berturut turut. Namun bukan Mosa namanya,kalau tidak bisa menghindar.
serangan pertama ini,terjadi dalam sekejab. Yang nampak hanyalah bayangan Jhoni Deong. Bagi mata kaum awam, mereka hanya melihat Seakan Mosa sedang berlatih sendirian.
" Duhk!!"
Karena berbenturan dua tenaga yang sangat kuat, Mosa terdorong mundur beberapa langkah. Sedangkan Jhoni Deong,hanya bergetar seluruh badannya dan berdiri di tempatnya.
" Bagus...!!" puji Jhoni Deong, kembali berkelebat menyerang. Sekarang, Jhoni Deong memainkan jurus jurus kungfu pilihan dari Shaolin. Namun ia menggabungkan beberapa jurus dalam serangannya. Kadang ia menotok bagai ular, kadang ia mencakar bagai singa,lain kali ia bergerak lambat.
Nampak kini dua bayangan berkelebat. Saling serang dengan dasyatnya. Semakin lama, gerakan mereka semakin cepat. Mosa sedikit kewalahan menghadapi Jhoni Deong,yang memiliki ragam jurus dan teknik menyerang, yang seakan tidak pernah habisnya.
mereka telah saling menyerang lebih dari tiga ratus jurus. Namun belum ada tanda tanda,siapa yang unggul. Pada saat itu, Mosa mendengar suara dalam kepalanya,
" gunakan jurus dasar dari segala jurus,yang sudah aku ajarkan itu "
Setelah Mosa mendengar suara itu, ia melompat jauh kebelakang, kemudian kembali menyerang,namun kini, ia memainkan jurus jurus dasar.
__ADS_1
Semua serangan Jhoni Deong, ditepis dengan tepat. Kemanapun Jhoni Deong menyerang, seakan Mosa telah mengetahuinya. Dengan begitu, sebelum lawannya menyerang, Mosa sudah tahu,dan terlebih dahulu menyerang,sambil menangkis. Setiap jurus yang dimainkan oleh Jhoni Deong, Mosa sudah menunggu tangannya disana untuk menangkis, dan sebelum menangkis, Mosa terlebih dahulu menyerang,jika lawannya melanjutkan serangannya,Mosa dengan santainya mengghindar atau menangkis.
Setelah Mosa memainkan jurus dasar dari segala jurus, keadaan tiba tiba terballik dengan cepat. Jhoni Deong kewalahan dan mulai kelelahan. Sedangkan Mosa, semakin kuat.
Setelah berjalan sepuluh jurus, sejak Mosa memainkan jurus inti dari segala jurus, pada serangan berikutnya, telapak tangan Mosa sempat menempel pelan pada punggung Jhoni Deong.
" Ahhh...."
Jhoni Deong melompat mundur sambil berseru dan dengan mata terbelalak kaget.
rupanya, telapak tangan Mosa yang menyentuh punggung Jhoni Deong, dialiri jurus Bara Surya dan Jurus Inti Es. Hawa panas dan dingin,masuk bersamaan kedalam tubuh Jhoni Deong, dan sesaat mengacaukan pusat energinya.
" jurus apa yang kau mainkan? Mengapa engkau mengetahui dengan tepat semua seranganku dan...itu...jurus apa yang terakhir itu ?" Jhoni Deong bertanya dengan penasaran.
" Tuan... Jurus yang aku mainkan adalah jurus dasar atau inti dari segala jurus. Dan jurus yang mengacaukan pusat energi tuan itu,adalah gabungan jurus Bara Surya dan Jurus Inti Es tuan." jawab Mosa, memberitahu jurus yang dimainkannya itu.
" Jurus Inti Es ? Sepertinya,aku pernah mendengarnya...dan jurus Bara Surya ? Ini..sepertinya...aku belum pernah mendengar ?" Jhoni Deong berkata dengan ragu ragu.
" Benar tuan...anda pasti sudah mendengar jurus Inti Es. Jurus itu sudah lama menghilang. Dan jurus Bara Surya adalah jurus milik Mosa sendiri. Juga jurus Inti Es adalah jurus milik Mosa sendiri. "
" Hah !!! Aku tidak mengerti Pembantai Dewa... Jurus milik Mosa ? Dia yang menciptakan jurus jurus itu ?" Seru Jhoni Deong dengan sangat terkejut.
" Apa....apa Tuan Jhoni juga tidak paham dengan perkataanku ?!" kini Pembantai Dewa yang kaget. ' apa penjelasanku membingungkan mereka?' gerutu Pembantai Dewa dalam hatinya.
" hahaha...haiya..pak tua, sepertinya hanya aku yang mengerti ucapanmu...hahaha " tiba tiba Mosa tertawa sendiri. Ia merasa lucu ketika melihat wajah Pembantai Dewa yang berkerut kerut sambil menggerutu dalam hatinya tadi.
Dan kini, semua yang hadir, kecuali Pembamtai Dewa, mereka tercengang melihat Mosa yang tiba tiba tertawa lepas tanpa beban itu.
" Anak Muda...apa ada yang lucu ?" tanya Jhoni Deong yang kebingungan dengan sikap Mosa yang tiba tiba itu.
" Maaf ...maaf tuan...aku merasa lucu dengan guruku ini, ternyata bukan hanya tuan yang tidak paham dengan penjelasannya. Para tetua Perguruan Teratai Putihpun tidak paham." Mosa cepat cepat memberi tahu alasanya tertawa,jangan sampai tuan Jhoni tersinggung.
" Hahahaha..." tuan Jhoni akhirnya ikutan tertawa,setelah mendapat penjelasan dari Mosa.
__ADS_1