Dewa Perang

Dewa Perang
Mosa melawan Murid Dewa Naga


__ADS_3

" pembantai dewa, bagaimana kalau murid kita yang bertanding?" tanya dewa naga. Pembantai dewa tersenyum,lalu berkata


" tentu saja Dewa naga. maka aku mengajaknya kesini. Kaupun mengajak muridmu, tentu bukan hanya untuk menonton bukan ?"


" hahahaha...tentu saja... "


Mendengar bahwa murid Dewa naga dan murid Pembantai naga akan bertarung, penontonpun berseru senang. Mereka kurang puas dengan pertandingan antara Dewa naga dan Pembantai dewa.


Murid pertaman Dewa naga bernama Han Ok,murid kedua seorang perempuan, bernama Cubi Lan dan murid ketiga bernama Sam Chu.


Dewa naga melihat Pembantai Dewa muridnya hanya seorang,lalu berkata


" Pembantai dewa, muridku ada tiga orang,muridmjmu hanya seorang, apa ia mampu menghadapi ketiga orang muridku?"


"apakah mereka akan main keroyok?" Pembantai Dewa balik bertanya.


" hahaha...tentu saja tidak,tapi juga tidak melanggar aturan"


"wah? Apa maksudmu Dewa Naga ?" tanya Pembantai Dewa tidak mengerti.


" apakah engkau tidak paham? Ketiganya itu adalah muridku. semua ilmu mereka berasal dariku, bisa dikatakan mereka adalah satu. Bisa maju bersama bukan ?"


Para penonton tercengang mendengarnya. Tapi Dewa Naga ada benarnya juga.


jurus mereka sama. Ibaratnya saja ketiga orang itu adalah satu orang dengan tenaga yang kebih besar.


" Guru,biar aku saja yang mewakili adik adik sepeguruan." tiba tiba Hank Ok berkata kepada Gurunya.


" kakak...aku juga ingin mencoba kelihaian murid Pembantai Dewa." Sam Chu menyela sambil melangkah maju.


Hanya Cubi Lan yang tidak bersuara, namun dari matanya berkilat melihat tajam kearah Mosa.


"Hahaha... Biar murid Pembantai Dewa yang memilih" jawab Dewa Naga pelan.


" nah..silakan pilih murid Pembantai Dewa...siapa yang ingin kau hadapi."


Suasana menjadi hening. Semua mata menatap kearah Mosa.


Mosa kemudian melangkah kearah gurunya, ia melihat gurunya dan merasa lega. Walaupun Pembantai Dewa mengalami luka dalam,tapi tidak parah. Butuh waktu untuk memulihkan tubuhnya.


" pak tua, syukurlah,engkau tidak apa apa"

__ADS_1


" Hai...setan tua itu sangat hebat ilmunya"


"tapi engkau mampu menahannya pak tua ?"


" hahaha... untungnya dia kurang cerdas"


" tapi...mengapa pak tua memberitahu Dewa Naga ?"


" Anak bodok...kami bertanding bukan karena permusuhan.memberi tahu kelemahan jurus lawan,agar kemudian hari,bisa disempurnakannya lagi."


" tapi...bukannkah itu akan menyusahkan kita kelak ?" tanya Mosa ragu ragu


" nah...karena itulah,kitapun harus terus berlatih untuk menyempurnakan ilmu ilmu kita."


Mosa akhirnya paham,dan hanya mengangguk angguk kepalanya. Inilah yang dikatakan ilmu seni bela diri. Karena ilmu bela diri itu bukan untuk mencari musuh. Karena musuh yang sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Bela diri adalah seni. Sebuah tarian yang indah, yang mengandung unsur kekuatan. Kekuatan yang seharusnya mampu mengalahkan keegoan diri.


Setelah paham dengan wejangan Pembantai Dewa, Mosa melangkah maju ,berdiri dengan gagahnya, memberi hormat kepada Dewa Naga


" aku ingin ketiga murid tuan, maju bersama "


serentak para penonton terkejut. Dewa Naga terkejut. Pembamtai dewa terkejut. Walaupun ia tahu kemampuan Mosa, namun dengan meminta ketiga murid Dewa Naga maju serentak, jika ia menang, tentu ia akan mempermalukan Dewa Naga. Kalau ia kalah tidak masalah, karena ia dikeroyok. Memikirkan ini, Pembantai Dewa hanya menggaruk pelan kepalanya sambil bergumam,


Mosa seketika melihat kearah Pembantai Dewa sambil cengengesan.


" Anak Muda,siapa namamu?" Tanya Dewa Naga dengan tenang. Ia merasa murid Pembantai Dewa ini terlalu arogan. Apakah Pembantai Dewa tidak mendidiknya dengan benar ?


Namun Mosa tidak bermaksud demikian. ini bukan pertandingan sampaj mati. Ini pertandingan persahabatan. Jadi maju sekalian juga tidak apa.


" nama saya Mosa. Sesuai aturan, maka aku ingin bermain dengan ketiga saudara ini. Kalau itu tidak melanggar aturan."


" kau terlalu percaya diri atau meremehkan kami ?" tanya Han Ok dengan alis berkerut.


" apakah kau searogan ini ?" Cubi Lan juga tidak puas. Hanya Sam Chu yang tetap tersenyum mengejek. Namun sesungguhnya, Sam Chu adalah seorang yang pembawaannya sangat tenang,dan sedikit cuek.


" aku tidak pernah menganggap remeh siapapun. Bukankah kita hanya menguji ilmu kita ?"


" tapi kau minta kami bertiga maju bersama ?"


" bukankah guru kalian menyerahkan keputusannya kepadaku?" tanya Mosa tanpa rasa bersalah.


" tapi..."

__ADS_1


" Kalian bertiga ingin bermain ? Kalau kalian maju bergantian, aku yang akan kelelahan..."


mwndengar ini, Dewa Naga dan Ketiga muridnya tidak bisa menjawab.


Namun para penonton yang sedari tadi tidak bersuara, sebenarnya, mereka agak kecewa dengan sikap Mosa. Apakah ingin pamer? Arogan? Tapi kenyataannya, Mosa yang masih berpikiran polos, tidak sampai berpikiran demikian. pemikirannya sangat sederhana. Jika ketiga murid Dewa Naga maju bergantian, dia yang akan kewalahan. Lebih baik,kalau maju bersama. Maka pertarungan akan lebih cepat selesai. Saat ini, dia tidak berpikir kalah atau menang. Karena inj bukan pertarungan hidup mati. Bagi Mosa, santai tapi serius.


" baiklah...engkau sendiri yang minta kami bertiga untuk maju bersama.jangan menyesal ya.." sahut Cubi Lan, sambil bersiap.


" ya...aku akan menahan kekuatanku dan tidak akan menyerang dengan kekuatan penuh " jawab Han Ok.


" Kakak Han Ok dan kakak Cubi Lan ...mengapa kalian berkata demikian...kita tidak akan mengetahui kemampuan kita,jika tidak menyerang sekuat tenaga"


Sam Chu yang selalu berhati hati akhirnya berkata,mengingatkan kedua kakak swperguruannya.


Tiga orang murid Dewa Naga berdiri mengelilingi Mosa. Han Ok dengan senjata pedang. Pedang ditangan Han Ok adalah pedang pusaka. Cubi Lan bersenjatakan tongkat sepanjang dua meter. Sam Chu bertangan kosong.


" Hiaaa!!!" Sam Chu yang membuka serangan dengan jurus Tangan Tinju Iblis. Tenaga dalamnya sangat kuat, angin berciutan ketika tinjunya dengan cepat mengarah ke dada Mosa. serangan Sam Chu baru setengah jalan, Han Ok dengan gerakan yang indah dari belakan bergerak menyerang, sambil memegang pedang pusaka yang masih belum dihunus, ini adala jurus Setengah Langkah Membelah . Melihat jurus yang dimainkan muridnya ini, Dewa Naga berseru dari pinggir arena,


" Han Ok...jangan celakai orang.."


Pembantai Dewa hanya tersenyum. Ia yakin, Mosa mampu menghadapi dua jurus itu.


Jurus tinju Sam Chu tiba tiba berubah, tadi yang awalnya menyerang kearah dada, kini berputar bagai ujung pedang, dan sekitar kepalan tangan ada uap hitam, namun bukan beracun. Jika mengenai pohon besar akan tumbang oleh pukulan ini. Demikian juga dengan Hank Ok , ketika mendekati Mosa, ia menarik keluar pedangnya, dan langsung membabat kearah pinggang, sedang Sam Chu, melompat dan menghantam kearah kepala Mosa,


Mosa mengerahkan tenaga inti api di tangan kiri dan inti es ditangan kanan. tangan kiri yang panas, menyambut jurus Tangan Tinju Iblis, tapi bukan untuk menangkis, ia menerima tenaga dorongan tinju iblis, ketika pedang Han Ok membabat kearah pinggangnya, Mosa melompat sambil memutar kedua kakinya keatas,sehingga serangan pedang melewati di bawa kepalanya, dengan cepat, tangannya yang kanan yang mengandung jurus inti es, memukul ke arah pergelangan tangan Han Ok.


Sam Chu yang melihat Mosa melayang sambil bertumpuh pada tinjunya, segera menarik tangannya, dan tangan yang satunya memukul dengan jurus yang sama, menyerang kearah kepala Mosa. Han Ok pun melihat serangannya gagal, kini menusuk keatas,kearah perut Mosa, serangan yang berkelanjutan ini, sangat berbahaya, apalagi posisi Mosa masih melayang diudara dengan kepala kebawah.


para penonton menahan nafas, serangan kedua murid Dewa Naga sangat berbahaya. Namun bagi Mosa, masih ada cela yang sangat besar untuk menghindar, karena serangan ini dari depan dan samping, maka sambil memukul ke arah tinju dan pedang bersamaan, badannya meluncur ke belakang.


Ketika memukul tadi, ia melepaskan pukulan inti api ke arah Tinju Iblis, dan inti es ke arah pedang. Han Ok terkejut, dan melompat mundur, karena tangannya seakan beku, ketika ia melihat kearah pedangnya, ada gumpalan es yang besar diujung pedang yang runcing. Dan Sam Chu berseru kaget, ketika tangannya merasakan panas yang menyengat.


Seketika, Dewa Naga melompat berdiri. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jurus inti api ? Dari mana Mosa mendapat jurus ini? Bukankah hanya perguruannya yang memiliki jurus ini? Ketika ia tenang, ia melihat ke arah Pembantai Dewa.


" Pembantai Dewa, apakah engkau yang mengajarkan jurus Inti Api ? "


" Dewa Naga, aku akan memberitahumu, kita nonton saja dulu, engkau akan terkejut selanjutnya. perhatikan di ujung pedang muridmu itu "


Dewa Naga langsung melihat kearah pedang Han Ok, kembali ia terkejut.


" Es ? Ini...jurus Inti Es? Dari mana...siapa ..." Dewa Naga terbata bata mengatakannya. Ia tidak habis pikir. Jurus inti es,memang berasal dari Jawa, Indonesia sekarang ini, namun itu sudah lama menghilang. Bahkan jurus Inti Es adalah jurus yang kebalikan dari jurus Inti Api. Tapi bagaimana Mosa bisa menggunakannya sekaligus ? Kedua tangannya menyalurkan jurus yang berlawanan bersamaan ?

__ADS_1


__ADS_2