
Mosa diminta untuk memulai serangan. Dan memang Mosa berencana untuk menyerang terlebih dahulu. Ia ingin mengetahui kekuatan Formasi Delapan Bintang. Kedudukan Formasih Delapan Bintang dalam Perguruan, sejajar dengan para Master tingkat Fondasi.ini berarti tingkat Formasi tidaklah rendah.
Mosa menyerang,dengan memukul lurus kedepan,dengan kekuatan yang mampu merobohkan pohon besar. Angin bertiupan oleh tenaga dorong yang keluar dari pukulan itu, dua orang dari Formasih maju kedepan, menyambut pukulan Mosa, tenaga mereka menyatu dalam serangan balik yang sekaligus ,adalah tangkisan. Bersamaan dengan itu, keenam orang lainya serentak menyerang dari samping kiri,kanan dan dari atas.
Mendapati serangan yang seakan tidak ada celanya ini, Mosa langsung memainkan jurus Tangan Besi, kedua tangannya direntangkan ke kiri dan kanan, kemudian berputaran dengan sangat cepatnya. Semua serangan dari keenam orang itu, satu persatu di halau.
melihat serangan mereka mampu di tangkis oleh lawannya, dengan gerakan yang serentak, mereka mundur beberapa langkah, kemudian kembali menyerang. Serangan ,tangkisan, mundur, begitu seragam. Bagaikan sebuah tarian. Namun jangan salah, justru ini adalah taktik mereka. Ketika lawan masuk dalam arus gerakan mereka, mereka bisa pula dalam seketika menyerang dengan terpisah. Jika seorang dari mereka mengalami masalah, maka pada saat itu, kembali gerakan mereka menjadi seragam. Untuk mengecoh lawan.
Berulang kali, Mosa mencoba membuka serangan, dengan menekan seorang dari antara mereka, namun dalam keadaan terdesak, yang lain bergabung, yang terdesak mundur jauh kebelakang, dan orang yang barisan terbelakang, menepati posisi orang pertama, dan menyambut serangan bersama dengan yang lainnya.
Namun begitu mereka diserang, dalam sekian detik, mereka akan balik menyerang dengan sangat dasyatnya. Selama pertarungan ini, Mosa masih membatasi kemampuannya, setingkat Fondasi. Setelah saling menyerang sekian lama, Kedelapan orang yang membentuk Formasi Delapan Bintang, berseru keras, bersamaan dengan itu, gerakan mereka seakan kacau balau.Bergerak menyilang sambil menyerang, semakin lama gerakan mereka semakin cepat, dan akhirnya yang nampak hanyalah bayangan yang berkelebat cepat, bagai air bah menyerang kearah Mosa.
Gerakan mereka yang seakan kacau dan tidak kompak,adalah untuk membuat lawan bingung.
__ADS_1
Mendapat serangan yang dasyat, Mosa tidak mau gegabah. Ia menambah kekuatannya, dan maju dengan sangat cepat,menyambut serangan lawan. Bayangan Mosa melesat kedepan bergabung dengan delapan bayangan lawan. Mosa bagaikan ular, meliuk memutar, melompat ,menangkis dan sesekali melepaskan pukulannya.
Setiap kali pukulan dari Mosa,disambut dengan pukulan pula dari dua atau tiga orang. yang lain, bersamaan menyerang. Untungnya Mosa sudah mencapai tingkatan Dewa,sehingga kekuatannya dan kecepatannya,mampu mengimbangi kekuatan gabungan dari lawannya.
Setiap kali tangan mereka bertemu, terjadi ledakan ledakan, intensitasnya semakin lama semakin cepat. Akhirnya sebuah serangan Mosa mampu mengenai pundak dari seorang lawannya. Ia terlempar kebelakang, bersamaan saat itu, ketujuh orang kawannya, datang menyerbu, menutupi gerakan susulan Mosa, namun yang terkena pukulan Mosa , untuk sementara tidak mampu lagi untuk bangkit. Mosa sengaja melepaskan pukulan Jurus Ombak Samudra, untuk sekaligus mengacaukan peredaran darah lawannya. Sehingga untuk sementara, lawannya akan lumpuh.
Melihat Formasi Delapan Bintang yang telah tidak lengkap dan kacau, Mosa kembali menyerang dengan cepat. Bayangannya dengan sangat cepat menyelinap diantara lawannya, dan dalam sekejab, semua lawannhya telah di pukul di bagian pundak mereka .masing masing mereka berdiri ditempat bagai patung, dan kemudian bersama sama jatuh.
" hebat, Formasi Delapan Bintang kalah "
" mengapa sesepuh tidak ada yang turun tangan ?"
"mungkin ketua, mengulur waktu, untuk melihat kemampuan Mosa ?"
__ADS_1
" ini mustahil, bagaimana bisa dia mampu mengalahkan Formasi Delapan Bintang ?"
Suasana diaula itu kemudian menjadi sangat sunyi. Namun tiba tiba, seorang sesepuh, yang sudah tidak tahan melihat pertandingan itu, dan ingin mencoba kemampuan Mosa, melayang bagai burung terbang ke tengah arena pertandingan. Gerakannya sangat ringan. Ia langsung bergerak ke arah Mosa.
Mosa yang sejak awal sudah siap, sangat terkejut dengan gerakan orang ini. Awalnya menyerang dari depan, namun ketika Mosa handak menangkis serangannya, tiba tiba orang itu menghilang dan Mosa merasakan gerakan di belakangnya. Ketika Mosa dengan cepat berbalik dan siap menangkis, ternyata tidak apa apa di belakangnya.
Mosa kemudian menutup matanya,memusatkan semua energinya pada pendengarnya, pada saat ini, ia memdengar langkah kaki dari belakang,dan dari depannya. Suara langkah kaki dari belakangnya sangat jelas, sedangkan langkah kaki dari depannya sangat halus.hampir tidak kedengaran.
Mosa berpura pura menyambut serangan dari belakangnya, kali ini sesepuh yang datang menyerang merasa sangat mudah mengalahkan Mosa, ia melanjutkan serangannya, namun sekian detik kemudian, Mosa memiringkan tubuhnya ke kanan, berbalik badan dan menangkis serangan Sesepuh tersebut.
" Duk..bluaarrr"
terdengar ledakan yang keras,Mosa terdorong beberapa langkah kebelakang, dan juga sesepuh itupun melayang jauh kebelakang. Mereka sama sama terkejut,dengan kekuatan lawan mereka. Yang lebih terkejut adalah sesepuh. Ia sudah yakin, serangannya hanya membutuhkan waktu sebentar,untuk mengalahkan Mosa. Ia tadi menggunakan Jurus Langkah Ajaib, lawannya akan akan mendapat serangan dari segala arah, namun yang sesungguhnya, serangan aslinya menyusul dari belakang. Karena itu, Mosa tadi mendengar serangan, namun ternyata tidak ada. Baru setelah Mosa memusatkan kekuatannya pada pendengarannya, ia bisa merasakan dan mendengar serangan yang sebenarnya. Serangan Jurus Langkah Ajaib, yang palsu adalah suara langkah kaki yang jelas terdengar. Ini adalah untuk mengecoh lawan. Jurus serangan asli adalah yang halus,hampir tidak kedengaran.
__ADS_1
Namun Mosa mampu melihat kelemahan Jurus Langkah Ajaib, dan dengan tepat menangkis serangan. Inilah yang membuat Sesepuh itu sangat terkejut. Ia tidak terkejut dengan kekuatan Mosa. Dari cerita utusan, kemampuan Mosa ,mampu menahan Jurus Inti Api Dewa Naga, artinya Kekuatan Mosa bisa ditingkat Fondasi atau bahkan lebih.