Dewa Perang

Dewa Perang
Pertemuan Mosa dan Akio


__ADS_3

" kemampuanmu sangat unik. Tapi aku belum melihat kemampuanmu sesungguhnya. Bersiaplah..." kata Jhoni Deong. Ia kemudiaan berancang ancang untuk menyerang. kembali Jhoni Deong menggunakan jurus jurus pilihan dari sekian banyak perguruan yang dipelajarinya, sejak pengembaraannya dari masa mudanya.


Mosa kembali kewalahan menghadapi ragamnya jurus Pemimpin Organisasi Master Beladiri ini. Ia unggul dalam kecepatan dan ilmu meringankan tubuhnya yang sudah sempurna .


Mengandalkan kecepatannya, Mosa balas menggempur dan menekan Jhoni Deong.pada saat mereka bertempur itu, tiba tiba mereka semua merasakan aurah yang sangat kuat,menekan siapapun yang ada.Mosa dan Jhoni Deong,.segera melompat kebelakang, dan serentak melihat kearah pintu gerbang. Semua yang hadirpun merasakan hal yang sama. Dan ikut melihat kearah pintu gerbang,dari mana berasal aurah yang sangat mencekam.


Pada saat itu, berjalan masuk dari arah pintu gerbang, dua orang,yang berpakaian tradisional Jepang. Di pinggang mereka, melilit sabuk yang tidak biasanya. Yang seorang sudah tua, berusia diatas delapan puluh tahun,.dan seorang anak muda, yang berusia sekitar dua puluh tahun keatas. Keduanya berjalan dengan penuh percaya diri. Aura yang terpancar dari keduanya,mengatasi aura yang ada dalam ruangan itu. Bahkan,beberapa anggota organisasi yang ada, harus mengerahkan lebih tenaga dalam, untuk melindungi diri mereka dari aura yang membunuh ini.


Semakin dekat, aura semakin kental, beberapa master yang tingkatannya masih rendah, merasa bagai dicekik, dengan wajah merah menahan sesak nafas. ada beberapa orang,yang sudah tidak bisa berdiri lagi, dan duduk bersila mengatur pernafasan.


Keadaan ini membuat suasana sangat mencekam. Semua orang seperti terkena sihir yang sangat kuat. Mereka seakan hilang akal,dan tidak tahu harus berbuat apa.


Pada saat yang sangat mencekam itu, dari kejauhan, terdengar nada seruling bambu yang nyaring, menusuk nusuk gendang telinga. Suara seruling yang dimainkan dengan nada tinggi,dan yang tidak berirama. Alias asal dimainkan. Namun suara seruling itu mampu membuyarkan aura yang mencekam dari dua orang Jepang ini.


Tak lama kemudian, suara suling itu semakin dekat, dan munculah seorang tua, yang sudah beruban semua rambutnya. Rambut yang panjang terurai, halus dan berwarna keperakan.pakaiannya serba hitam.


Merasa, aura yang sengaja dia lepaskan itu buyar oleh suara suling, orang Jepang itu berhenti di tempatnya berdiri. Ia dan muridnya tidak melihat ke belakang, ke arah pintu gerbang, darimana datangnya suara suling itu. Sesaat, setelah menetralkan serangan suara suling, merekapun terus melangkah maju. Pada saat itu, suara sulingpun berhenti.


Setelah tiba di hadapan orang banyak,.di dalam ruangan itu, kedua orang itu berdiri sejajar, dan bersama sama memberi hormat,dengan membungkuk badannya.


" Hormat, kepada tuan tuan semua. Saya Furio,.ketua Sekte Samurai Kuno, dari Jepang,"


" Hormat, dari Akio, murid guru Furio, " . Furio dan Akio memberi hormat dan memperkenalkan diri mereka. Ketika mereka memperkenalkan diri mereka, suasana kembali sunyi. Semua yang hadir memperhatikan dua orang Jepang itu.

__ADS_1


' jadi ini sekte yang terkenal dengan samurainya itu ?'


' ada apa mereka datang ke organisasi ?'


" apa yang terjadi ? '


' jadi ,mereka adalah orang orang samurai ?'


Masing masing orang bertanya tanya,dan berpendapat, dalam pikiran mereka.


Hanya Pembamtai Dewa, yang tetap duduk pada tempatnya. Ia merasa orang Sekte Samurai ini terlalu pamer. Tidak ada hujan dan angin, datang datang langsung menyerang dengan tekanan aura. Memang harus diakui, menyerang lawan dengan tekanan aura, sangat sulit dilakukan. Ini seperti mempelajari sihir atau hipnotis.


Jhoni Deong, sebagai pemimpin organisasi, melangkah maju,dan balas menjura memberi hormat.


Kemudian, Jhoni Doeng kembali maju,untuk menyambut pria tua, yang mampu membuyarkan serangan aura Furio tadi.


Kini Pria tua itu semakin dekat. Ia juga seorang Jepang. Namun pakaiannya ,adalah pakaian khas Ninja, hanya kini ia tidak memakai penutup kepalanya.


Pria tua itu berhenti ,setelah berhadapan dengan Jhoni Deong. Ia kemudian, melakukan hal yang sama, menjura, memberi hormat.


" Saya, Hiroki, pemimpin Organisasi Ninja Jepang, terimalah hormatku " Hiroki memperkenal diri dan asalnya.


Kembali suasana menjadi agak ramai,oleh bisik bisik antara master yang ada.

__ADS_1


" Hahaha...ada hal besar apa, hari ini datang berkumpul perguruan perguruan besar ini ? Selamat datang...selamat datang...mari silakan..." Jhoni Deong tertawa senang sambil melirik ke arah Mosa.


' hebat juga anak muda ini, mengundang tokoh penting dan utama dari perguruan besar,untuk Datang ke sini . Aku kagum ' batin Jhoni Deong. Ia mengira ,kedatangan Ketua Sekte Samurai Kuno dan ketua Organisasi Ninja Jepang, atas undangan Mosa dan Pembantai Dewa.


Apakah demikian ?


ternyata, Mosa sama sekali tidak mengundang mereka.


Ketua Sekte Samurai Kuno, setelah memerintahkan Akio untuk menghukum para Ninja yang ditahan,karena menyerang mereka, besoknya, langsung berangkat ke negara Nepal. Untuk melakukan perjalanan ke markas Organisasi Para Master Bela Diri Internasional. Ia merasa, harus memberi tahu kebenarannya kepada Organisasi ini. Karena mereka yang diserang. Yang mereka curigai, ada hubungan kerjasama antara Perguruan Teratai Putih dengan Organisasi Ninja Jepang, untuk menyerang mereka.


Furio,yang merasa sudah tua, dan tidak lama lagi,akan diganti,dengan diadakan pemilihan ketua baru, tidak ingin menimbulkan perselisihan antara Sektenya, dengan perguruan silat besar lainnya. karena itu, berangkatlah Furio dan muridnya, Akio menuju markas Organisasi Master Internasional.


Demikian juga dengan Hiroki. Ketua Organisasi Ninja Jepang. setelah tiga puluh orang anggotanya dilumpuhkan, dan dikirim pulang, ia sangat terkejut,oleh cerita para Ninja ini. Di mana, mereka menceritakan, bahwa mereka berencana menyerang dan memusnakan Sekte Samurai Kuno. Namun mereka semua kalah,dan ditangkap. Jiang Ho, di bunuh dengan cara dipenggal kepalanya, setelah terlebih dahulu meninggal dunia.


Menngingat, bahwa Jiang Ho adalah pejabat Organisasi Ninja Jepang, dan terkejut dengan cerita yang didengar,bahwa Jiang Ho memainkan jurus rahasia Perguruan Teratai Putih, Hiroki bersama beberapa pengurus inti Organisasi Ninja Jepang yang dipimpinnya ini,mengadakan rapat darurat.


Hasil dari rapat darurat ini adalah


Jiang Ho,kemungkinan telah membelot kepada Pergurua Teratai Putih. Akan diadakan penelitian selanjutnya. Ini hanya praduga. Dengan maksud untuk Menyatakan ,bahwa Organisasi Ninja Jepang tidak terlibat dalam penyerangan terhadap Sekte Samurai Kuno.


Dua keputusan rapat darurat ini,harus di bawa ke Organisasi Para Master Bela Diri Internasional,agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah.


Setelah memutuskan,bahwa yang berangkat adalah Ketua dan Pembina Organisasi. Ketua berangkat untuk berunding masalah ini dengan Para Pimpinan Organisasi Master Internasional,dan Pembina akan berangkat,.dan.bertemu dengan Ketua dan sesepuh Sekte Perguruan Teratai Putih, di Cina.

__ADS_1


rupanya,keberangkatan kedua pemimpin ini, hanya berbeda jam. Selang beberapa jam setelah Furio da Akio berangkat, Hiroki pun berangkat pula,dengan tujuan yang sama.


__ADS_2