Dewa Perang

Dewa Perang
Mosa berlatih jurus inti es


__ADS_3

Para Ninja itu kemudian, serempak membungkuk memberi hormat.


" pembantai dewa, maaf kami yang tidak mengenal" kata ketua Ninja.


" ya..ya sudahlah..mengapa kamu orang orang timur jauh selalu membungkuk memberi hormat ? Adat kami tidak seperti itu, dan kalian juga bukan orang jepang. Ayo cepat katakan, pesan apa yang kalian bawa untukku " kata pak Jona,yang agak jengah oleh tingkah utusan ini.


" maaf Pembantai Dewa..."


" hai...lagi lagi minta maaf, kalian terlalu sungkan, "


" baiklah, ini pesan dari Organisasi Master Internasional. Empat bulan lagi,tepatnya bulan september ,tanggal sepuluh, pertemuan akan diadakan di Ende, diatas puncak Gunung Meja." ketua ninja akhirnya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada pak Jona.


" baiklah,aku pasti akan datang. Bagajmana dengan si Dewa Naga ? " tanya pak Jona.


" Dewa Naga telah siap. Sepertinya akan sangat seru pertandingan ini"


" tentu, Dewa Naga membawa misi,membalas peristiwa sepuluh tahun yang lalu " jawab pak Jona,sambil menggeleng pelan kepalanya.

__ADS_1


" apakah masih ada pesan ?" tanya pak Jona kemudian.


" hanya itu pesan yang kami bawah. Selamat tinggal Pembantai Dewa " ketua Ninja kemudian pamit dan berjalan pulang.


Setelah para Ninja itu pergi.


" Mosa,kau berlatihlah untuk menguasai jurus inti es. Engkau mungkin juga akan bertarung disana." kata pak Jona.


" a..apa pak tua ?!"


" apa kau tuli? Ayo latihan lagi"


Mosa sudah basah oleh keringatnya. Celana yang dikenakannya juga sudah basah. Selama seminggu, tiap hari Mosa berlatih.


Pada hari kedelapan, ketika sedang duduk bersila, diatas batu besar bermandikan terik matahari, badannya bergerak. Terhuyung huyung seperti orang mabuk. Ia menggigil dingin ,tapi hanya sesaat. kejadian ini terus berulang ulang,sampai hari yang kesembilan.


Pada hari berikutnya, belum satu jam Mosa berlatih, seperti hari hari sebelumnya, ia kemudian berteriak keras, kedua tangannya mendorong dorong ke depan,sambil berputar pada tempatnya bersila, api unggun yang yang sedang berkobar sekelilingnya, seketika padam oleh hawa pukulannya.

__ADS_1


Mosa melepaskan pukulan jarak jauh kearah api api unggun, hawa dingin membeku,memadamkan api unggun. Dan diatas kayu kayu bakar itu,ada bongkahan bongkahan es sebesar kerikil yang tak lama kemudian memcair.


Dua bulan lamanya,Mosa berlatih dengan tekun dibawa bimbingan Pak Jona,si Pembantai Dewa.


Selain berlatih menyempurnakan kedua jurus andalannya ini, Mosapun dengan tekun berlatih jurus jurus pilihan pak Jona.


Pada bulan ketiga,sejak pesan itu diterima, Mosa telah selesai menguasai latihannya. Walaupun belum sempurna benar, tapi pak Jona cukup puas.


Merekapun berangkat ke Ende. Tidak susah mencari gunung Meja di kota Ende. Sebab gunung itu menjulang tinggi di tengah kota. Gunung Meja dinamakan demikian, mungkin karena puncak gunungnya yang rata. persis seperti nasi tumpeng yang dipotong puncaknya. Seperti itulah keadaan gunung Meja. Mungkin gunung Meja ini ,kalau berada di tanah Jawa,.namanya bukan gunung Meja,tapi gunung Tumpeng.


Mosa dan pak Jona tiba di Ende lebih awal tiga minggu, sebelum tanggal sepuluh, sambil melihat keindahan kota Ende,dan terutama untuk melihat pergerakan di Ende.


pada saat ini, banyak turis manca negara mendatangi kota Ende. Pak Jona menyarankan agar mereka tidak menginap di hotel hotel yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara, yaitu pihak militer. Tapi menginap di penginapan biasa, yang berada di dekat kaki gunung Meja, agak dipinggiran kota Ende.


Masyarakat awam tidak ada yang tahu,kalau di puncak gunung Meja, sangat sibuk. Jalur jalur pendakian yang menuju ke puncak ditutup oleh pihak militer.


Disekitar kaki gunung banyak kendaraan militer. Masyarakat hanya tahu,bahwa pihak militer menutup semua akses ke gunung Meja.informasi yang disebar adalah ada latihan perang. apalagi di angkasa ,kendaraan helykopter milik militer,pulang pergi dari puncak gunung ke pangkalan militer yang ada di kota Ende.

__ADS_1


Mosa dan Pak Jona memanfaatkan kesempatan untuk melihat lihat disekitar gunung Meja. Pak Jona berencana untuk sampai ke puncak,bukan sebagai undangan. Tanpa pak Jona menyadari, bahwa sesungguhnya, pertarungannyalah yang sangat dinanti nantikan. Sebab ini adalah pertarungan balas dendam Dewa Naga, untuk mengembalikan kehormatannya,dan nama negaranya.


__ADS_2