
"menyamai Sang Pencipta? " gumam Mosa pada dirinya sendiri.
" ya...ia ingin menjadi dewa, tak terkalahkan...kami akhirnya bertarung...sisa hidupnya hanya untuk mengalahkan aku,dan tentu ,dengan berbagai cara,untuk mencapai tujuannya adalah untuk menjadi dewa.." Sesuatu didalam Mosa memberitahu Mosa.
pembantai dewa,dewa naga dan delapan master, masih berdiri memperhatikan Mosa,yang saat ini berdiri diam.
" kalau begitu, kita beritahu mereka yang ada didepan ini, gerakan dasar,inti segala jurus bela diri. Setidaknya mereka dapat membantu. Bagaimana?" tanya Mosa pada dirinya yang lain, sesuatu yang merasukinya itu.
" baik..usulmu itu sudah aku pikirkan tadi. Setidaknya, kedua orang itu sedikit bisa membantu"
Tiba tiba, Mosa mulai melakukan gerakan . Ia bermain jurus sendiri. Melihat ini, Pembantai dewa,dewa naga,dan delapan orang master serta para master yang telah berusia lanjut yang menyaksikan dari jauh, sangat kaget dengan apa yang mereka lihat.
" Dewa naga...a..apakah engkau sepikiran denganku ?" tanya Pembantai dewa, tanpa melihat ke Dewa naga.
" tidak salah lagi...ini.." Dewa naga berseru dengan gugup, karena terkejut dan gembira.
" cepat ...ikuti gerakannya...itu...gerakan inti jurus..." sesaat kemudian Dewa naga berseru dengan semangat. Serentak kesepuluh orang ini berpencar, dan mulai meniru gerakan Mosa.
Namun, baru beberapa gerakan, Pembantai dewa, Dewa naga terhuyung huyung, sedangkan delapan orang master tingkat fondasi, muntah darah dan terjatuh.
" apa yang terjadi ?" Mosa kembali berkomunikasi dengan sesuatu yang merasuki dirinya.
" hahaha...dengan melakukan gerakan inti jurus ini, aliran darah mereka bekerja terbalik.karena jurus mereka sekarang adalah perkembangan dari jurus Inti ini" sahut sesuatu dari dalam tubuh Mosa.
" amati saja dulu...jangan ikut bergerak..." seru Pembantai dewa, terengah engah.
" Pembantai dewa, ikuti gerakan Mosa, tapi jangan dengan tenaga dalam..." Dewa naga memberi tahu Pembantai dewa dan para master lainnya.
Setelah bergerak, Mosa tiba tiba terhuyung dan langsung duduk bersila. Berlahan lahan, bayangan ular raksasa diatas kepalanya mulai mengabur dan menghilang. Kini Mosa sudah kembali seperti semula. Tapi ada makluk lain dalam tubuhnya, yang akan keluar,jika musuh abadinya muncul.
__ADS_1
Keadaan kembali normal. Semua orang bernafas lega. Mosa berdiri,dan berjalan kearah Pembantai dewa
" pak tua, Dewa naga ,dan para master, harus mengetahui apa yang akan terjadi. "
" apa ..ada sesuatu yang engkau ketahui ? "
" ya...dan ini harus kita siapkan. Bagaimanapun,kita harus bersatu, jika saatnya tiba " sahut Mosa.
Akhirnya, atas permintaan Mosa, Dewa naga dan Pembantai dewa, memberitahu para Pemimpin mikiter yang hadir,dan meengundang semua master, untuk mendengarkan apa yang akan diberitahu Mosa.
Semua berkumpul, dan melihat kearah Mosa,
" baik...kita semua yang ada,dengarkan,apa yang akan terjadi , akan datang suatu kekuatan yang dasyat. Kekuatan yang jahat. sudah beribu ribu tahun lamanya, kekuatan ini berambisi dan melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya."
"apakah ia sudah datang " tanya seorang master.
" jadi...tadi adalah Inti Jurus dari semua jurus beladiri di dunia ini ?" tanya master yang lainnya.
" ya ...benar...berlatihlah, seakan kita hidup pada waktu itu..."
" aku tidak mengerti..."
" ya..aku juga.."
Beberapa master, mengungkapkan apa yang mereka tidak pahami.
" maksud Mosa , jika ingin berlati Inti jurus ini, tidak boleh menggunakan tenaga dalam." jelas Pembantai dewa.
" ooo pantas...itu yang kita alami...ketika tadi kita mengikuti Inti jurus, kita merasa pusing,bahkan ada yang muntah darah..."
__ADS_1
"nah itu karena kita melakukan gerakan Inti jurus ini dengan tenaga dalam , aliran darah kita terbalik,...karena gerakan jurus yang kita miliki ini adalah perkembangannya. Ketika tiba tiba kembali ke gerakan dasarnya, aliran darah tidak selaras,efeknya ,pusing dan bahkan bisa fatal.." Dewa nagapun menjelasakan , kejadian aneh yang mereka alami ,ketika mengikuti gerakan Mosa tadi.
setelah membahas rencana yang akan mereka hadapi, adalah kekacauan dunia, jika membiarkan Sang Jahat muncul dan beraksi. Setelah membagi tugas masing masing, dan para master diminta untuk melaporkan kepada perguruan mereka, supaya tetua tetua perguruan, saling memantau keadaan, jika ada sesuatu yang aneh,agar segerah saling memberi kabar. Kemudian ,pertemuan di puncak gunung Meja itupun berakhir,dengan kelahiran master dan legenda baru berikutnya.
seminggu kemudian, Mosa dan Pembantai dewa,berangkat ke Jakarta, Mosa dianugerahi penghargaan,sebagai prajurit teladan, diangkat menjadi tentara dengan pangkat Mayor. Tugas Mosa dan Pembantai dewa adalah melatih para prajurit dengan keahlian bela diri dengan tenaga dalam yang setara dengan anak murid perguruan di tingkat dasar, atau tingkat Guru. Namun hal inipun tidaklah gampang. Sebab,tidak semua prajurit mempunyai kemampuan untuk mencapai tingkat Guru. Ribuan prajurit ikut penyeleksian,namun yang terjaring hanya ada tiga ratus orang.
Dengan posisi sebagai seorang tentara dengan pangkat mayor, Mosa berharap dapat memperoleh informasi sesegera mungkin,jika ada hal hal yang mencurigakan di tanah air, yang berhubungan dengan kemunculan orang dengan kekuatan dasyat,yang berdiri disisi sang jahat ini.
Namun, Mosa tidak benar benar menjadi anggota tentara. Ia hanya menjalaninya sebagai bentuk tanggungjawabnya sebagai warga negara,yaitu ikut berpatisipasi memperkuat kedaulatan negara,dengan cara sesuai kemampuannya.
Ia minta ijin, agar tidak terikat dengan peraturan. Dan diberi kebebasan, untuk berkeliling Nusantara, untuk mencari jejak jejak pendekar perempuan yang menguasai jurus Inti es itu.dan juga untuk mencari jejak sang pendekar pedang ular dan jurus inti api, kemungkinan mempunyai seorang atau dua orang murid, walaupun kemungkinannya sangat kecil, sebab jika sang pendekar ada murid, tidak mungkin ia meninggalkan pedang pusaka di bawah sebuah batu besar.atau juga, ia sengaja menyembunyikan pedang ularnya, agar tidak terjadi perebutan antara muridnya di negri ini dengan anak muridnya dari negri Cina.
Bersama denga Pembantai dewa, mulailah Mosa berkeliling Nusantara, untuk mencari informasi. Mereka mulai dari kampung halaman Mosa. Sebab di hutan dekat dari kampung inilah, ditemukannya Pedang ular itu. Sekaligus mereka ingin meneliti ditempat itu seperti yang ditanyakan oleh Dewa naga, kemungkinan ada kitab kitab silat.
Kembalilah Mosa dan Pak Jona alias Pembantai dewa ke kampung Keli Wolo.
kedatangan Mosa dan Pak Jona, tentu mendapar perhatian dari warga kampung, setelah Mosa pamit,ternyata Pak Jonapun menghilang. Kemudian sekarang datang bersama sama. pasti ada sesuatu yang terjadi.
Mosa dan Pak Jona langsung menuju ke rumah kepala kampung yang baru,setelah ditinggal oleh Paman Petu , kepala kampung sekarang bernama Pak Topo. pak Topo berusia sekitar enam puluh tahunan.
" maaf pak Topo sudah merepotkan.kedatangan kami kali ini hendak minta tolong, pak Topo,untuk mengumpulkan orang orang tua,yang berusia diatas enam puluh tahun. "
" baik, akan saya bantu. Tapi untuk tujuan apa ya, Pak Jona mengumpulkan orang orang tua ini ?" tanya pak Topo ingin tahu. Dan ini wajarkan? Sebagai kepala kampung, dia harus mengetahui alasan kegiatan dalam kampungnya.
Mosa dan Pak Jona saling menatap sesaat, kemudian Pak Jona menarik nafas dalam sebelum berkata
" ada informasi yang harus kami ketahui, tentang orang zaman dahulu,yang tinggal di kampung ini " jawab pak Jona bingung.
" itu pak... Ini tugas dari sekolah saya pak, mencari tahu, kebiasaan dan adat budaya kita " jawab Mosa serius,sambil tersenyum kearah pak Topo.
__ADS_1