
Sementara itu, Mosa dan Pembantai Dewa terus berlatih jurus baru Mosa, yang mampu menciptakan Pedang Energi yang di berinya nama, Pedang Sukma. Karena pedang ini tercipta dari energi Inti Api dan energi Inti Es. Kedua energi ini yang sifatnya saling berlawanan, namun dapat menyatu membentuk sebuah pedang yang bagai laser, mampu memotong putus apapun yang dilaluinya. Namun bedanya dengan laser, Pedang Sukma atau Pedang Energi ini bisa keras melebihi kerasnya baja. Namun juga bisa lembut bagai air.
"Mosa, jurusmu sudah sangat luar biasa. Namun untuk muncul membutuhkan waktu beberapa saat. Sekarang fokus latihanmu adalah kecepatan untuk membentuk Pedang Sukma dalam genggamanmu. " Pembantai Dewa memberi tahu kekurangan dari Pedang Sukma.
Mosapun terus melewati hari harinya untuk berlatih membentuk Pedang Sukma secepat orang menarik keluar pedang mereka dari sarungnya. Semakin lama, pembentukan Pedang Sukma semakin cepat. Dan akhirnya...
" lihat serangan..." seru Pembantai Dewa, sambil membabat pedangnya ke arah Mosa. serangan ini sangat kuat. Pembantai Dewa menyerang Mosa dengan kekuatan penuh. Bayangannya berkelebat cepat kearah Mosa. Mosa pun menyambut serangan Pak Jona,sambil mengeluarkan Pedang Sukmanya.
" duaarrr " dua energi berbenturan,menciptakan ledakan yang sangat keras. Pedang ditangan pak Jona seakan meleleh dengan menjadi bara api yang panas, Mosa menangkis serangan pedang Pak Jona,si Pembantai Dewa.
Pak Jona melompat mundur sambil mengatus pernafasannya. Namun di ujung bibirnya, mengalir darah. tubuhnya terguncang hebat oleh benturan tadi. Sedangkan Mosa, wajahnya kelihatan merah.
" tenaga dalammu naik dengan pesat Mosa. Engkau sudah melampaui tenaga dalamku. " puji Pak Jona terus terang.
"trimakasih pak Tua. Ini berkat bimbingan pak tua, terima hormatku " jawab Mosa serius sambil membungkuk badannya dalam dalam.
__ADS_1
" apakah pak Tua tidak apa apa ?"
" tidak apa apa. Hanya guncangan biasa.kau tidak usah kuatir " jawab Pak Jona sambil tersenyum.
Sementara itu ,di aula Perguruan Teratai Putih, sang Ketua kembali mengutus kelima belas orang itu, untuk menyampaikan undangan Perguruan Teratai Putih kepada Mosa. Mosa diundang ke negri Cina, ke perguruan Teratai Putih, untuk mendengar jawabannya secara langsung. Undangan itu ada maksudnya lain yang tersembunyi. apapun jawaban Mosa, mereka akan mengadu kekuatan dengan Mosa.
Jika jawaban Mosa mau bergabung dengan Perguruan Teratai Putih, maka adu ilmu sebagai syarat untuk bergabung.
jika Mosa menolak, maka adu ilmu untuk melenyapkan ilmu Mosa, karena Mosa bukan murid Perguruan Teratai Putih dan bukan Keturunan Pencipta Jurus Inti Api. Yang berhak mempunyai jurus Inti Api hanyalah anak Murid perguruan dan keturunan pencipta jurus .
Hal kedua yang membuat pak Jona tertawa adalah, saat ini, Pedang Ular telah menyatu dengan tubuh Mosa, Pedang Ular telah menemukan sarungnya. Ia hanya dilihat dalam rupa gambar tato dilengan Mosa. Hanya Mosa yang mampu menggunakan Pedang Ular. Bagaimana Perguruan Teratai Putih mau mengambil Pedang Ular ?
" maaf tuan Pembantai Dewa, mengapa anda tertawa ? Apakah Perguruan Teratai Putih tidak layak mendapat kunjungan dari Pembantai Dewa dan ....Mosa ?!" tanya pemimpin utusan itu.
" tidak...tidak...jangan kalian berprasangka buruk...aku bukan menertawai kalian. Baik...kami akan datang,memenuhi undangan Perguruan Teratai Putih." jawab Pak Jona.
__ADS_1
" trimakasih atas kesediaan tuan berdua. Kapan kunjungan ini dilaksanakan, supaya kami bisa menjemput tuan berdua."
" Hmmm...Mosa...baiknya kapan,kita mengunjungi Perguruan Teratai Putih ?"
" Ahh pak tua...engkah saja yang memutuskan.aku akan ikut saja " jawab Mosa santai.
" baik..baik... Berikan nomor Hand Phone mu..kalau kami akan menguhubungi engkau, kalau sudah berada di negrimu " jawab Pak Jona,sambil meminta nomor Hand Phone pemimpin untusan. Setelah memberi nomor hand phonenya,pemimpin itu berkata
" trimakasih atas kesediaan tuan tuan. jika bisa, dua tiga hari kedepan,saya sudah boleh menerima informasih dari tuan."
" ya...saya pasti akan mengabari kalian. "
" kalau begitu, kami mohon pamit Pembantai Dewa. Sampai berjumpa lagi di Perguruan Teratai Putih "
Setelah memberi hormat,kelima belas orang utusan itupun kembali ke hotel tempar menginap mereka.
__ADS_1