
" Mosa,bagaimana perasaanmu sekarang ?" tanya pak Jona.
" lega pak tua...akhirnya kedua orang tuaku kembali dengan nama baik.mereka dipulihkan, setelah sepuluh tahun di hina oleh warga." jawab Mosa dengan perasaan sedih.
" itu bukan kesalahan warga. Pamanmulah hang memfitnah orang tuamu " jawab pak Jona pelan.
" ya...aku mengerti pak tua. Namun satu hal yang membuatku tidak paham," kata Mosa sambil melihat kearah pak Jona.
" hmmm coba katakan, siapa tahu aku bisa membantumu "
" ini berhubungan dengan pak tua.."
" Ehhh??!! Dengan aku ? coba katakan Mosa."
" pak tua mempunyai kemampuan yang hebat,memgapa pak Jona tidak menangkap mereka ?"
" ya..aku sudah menduga, engkau pasti akan bertanya. Benar..aku menunggu engkau kembali. Jika saat ini,engkau kembali tanpa kemampuan yang kau miliki sekarang, aku akan benar benar baru membantumu. Tapi siapa sangka...engkau menjadi murid dari Doni, yang juga adalah seorang master di negara kita ini. " mendwngar penjelasan Pak Jona, Mosa mengangguk angguk paham. Inilah jiwa kestria, menanti yang paling behak untuk membalas dendam. Apakah akan membalas dendam atau memaafkan, itu adalah perkara yang berbeda. Tapi yang pasti, yang berhaklah yang menentukan.
" akupun telah menyelesaikan apa yang mereka mulai" lanjut Mosa.
Pak Jona agak terkejut mendengar Mosa berkata demikian. Ia menarik nafas panjang lalu mengangguk angguk kepalanya.
" Aku paham...begitulah hidup di dunia ini. Kata maaf memang gampang diucapkan. kadang kejahatan harus dibalas dengan kejahatan "
" pak Jona, saya tidak paham, bisa pak Jona jelaskan maksudnya itu ?"
" hahahaha...kamu belum paham ? Pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku karena amarah dan dengki. Mereka di katakan sebagai penjahat.pelaku kejahatan. Kemudia ditangkap oleh penegak hukum. penegak hukum memutuskan untuk mengeksekusi mereke. Pembunuhan dibalas dengan pembunuhan. Bukankah itu adalah kejahataan dibalas kejahatan ?"
" bukankah penegak hukum menegakan keadilan. Maka sudah sepantasnya mereka memngeksekusi pelaku kejahatan ?" tanya Mosa tidak paham.
" benar...penegak hukum menegakkan keadilan bagi korban. yang satu membunuh karena amarah,dan dengki. Yang satu membunuh dengan alasan menegakan hukum. Sama sama sebagai pelaku pembunuhan, tapi dengan alasan yang berbeda "
Kembali Mosa tercengang dengan pemikiran pak Jona. Memang masuk akal, apa yang dikatakan pak Jona.
Sebenarnya pak Jona telah mengetahui,kalau semua pelaku telah meninggal dunia,dengan penderitaan yang sangat menyakitkan. Semua meninggal dengan cara yang sama. Wajah lebam,mata melotot,dan darah keluar dari mulut,hidung,mata dan telinga.
__ADS_1
Mereka dilarikan ke rumah sakit ,untuk diperiksa sebab dari kematian mereka. Dengan kemampuannya, pak Jona menyelinap ke kamar mayat,dan memeriksa semua jasad pelaku. Semuanya meninggal,karena aliran darah dan oksigen berlahan tersumbat,oleh pembengkakan urat darah dalam tubuh,sehingga suplai darah dan oksigen dari jantung ke organ organ vital tubuh tersumbat. Pak Jona tahu,ini adalah perbuatan Mosa.
" baiklah...semua telah terjadi.apa yang akan engkau lakukan selanjutnya ?" tanya pak Jona.
" Aku akan memulai latihan selanjutnya, mohon bimbingan pak Jona." kata Mosa dengan hormat.
Pak Jona kemudian mengajak Mosa ,masuk jauh kedalam hutan. Hutan disini sangat lebat. Dan belum tersentuh oleh manusia. Didalam hutan yang lebat,bahkan sinar matahari yang terikpun tidak sampai di permukaan tanah, ada aliran sungai kecil. Sudah pasti disini sangat dingin.
Disinilah,pak pak Jona melatih Mosa,untuk menguasai energi dingin dan panas.
malam itu ditengah hutan.
" Mosa,..buka pakaianmu,dan masuklah kedalam air itu,rendam tubuhmu dalam air dan tidak boleh keluar,sampai aku menyuruhmu untuk keluar."
" pak tua... Ini sudah malam,airnya sangat dingin..."
" lakukan saja, akupun tahu,airnya dingin dan ini malam hari " jawab Pak Jona tegas.
Mosapun melakukan sesuai perintah pak Jona. Mosa membuka pakaiannya,dan hanya tersisa celana dalan, lalu bergerak masuk kedalam air. ia kemudian duduk bersila dalam air, membenamkan seluruh tubuhnya dalam air,sesuai perintah pak Jona, dan hanya tersisa kelalanya yang tersembul keluar.
" baik pak tua...tapi sampai berapa lama? Disini banyak nyamuknya,dan airnya sangat dingin "
" sampai berapa lama ? Akupun tidak tahu, yang aku tahu,sampai aku menyuruhmu untuk keluar,barulah kau keluar, paham ?"
" baiklah ..aku mulai " jawab Mosa,sambil menutup matanya. Setengah jam lamanya,pak Jona mengawasi Mosa, ia kemudian berkelebat cepat meninggalkan Mosa.
Sattu jam telah berlalu, Mosa membuka matanya, ia merasa sangat sunyi. Yang terdengar hanyalah suara binatang malam, suara air gemericik dan dedaunan yang bergesekkan ditiup angin. Saat ini, perasaan Mosa seperti hampa. Kenangan masa kecil yang sangat indah di kampung halamannya ini tergambar jelas dalam ingatannya. Wajah medua orang tuanya,terman teman sepermainannya, semuanya diingatnya dengan sangat jelas, berlahan ada rasa haru yang mendalam dalam hatinya, ia seakan hendak menangis, namun disaat itupula, hatinya tidak mengikuti pikirannya. Sehingga perasaan sedih menjadi hal yang hampa.
' ah..kemana perginya pak tua itu...'pikir Mosa. Apakah dia kembali ke kampung ? Wah mengapa dia tidak menjaga? Bagaimana kalau ada ular atau binatang buas lainnya ?
Mosa kemudian melihat sekelilingnya. Tiba tiba ia merasa takut. Dibawa sinar bulan yang remang remang memasuki hutan itu, ia seperti melihat ada orang yang memperhatikannya. Bulu remangnya kembali berdiri,bukan karena dingin tapi karena takut.
Kemudian,Mosa mengingat kata kata pak Doni, almarhum gurunya.
" segala yang ada berasal dari kehampaan."
__ADS_1
setelah memikirkan perkataan itu, sekarang barulah Mosa mengerti.
yang kulihat itu bukan orang,atau hantu. Semua itu berasal dari pikiranku. Pikiran mendatangkan praduga dalam hati. Seakan yang dilihat mata adalah benar.namun itu hanyah buah dari pikiran.
Pagi harinya, Pak Jona telah berdiri di pinggir kali, ia tidak mau membangunkan Mosa, yang terlelap meditasi dalam air. Pak Jona mengangguk angguk kecil, ketika melihat disekitar tubuh Mosa ada uap air. Mosa sudah tenggelam dalam meditasinya. Ia tidak menyadari kedatangan pak Jona.
Pak Jona kemudian,mengulurkan tangannya kedalam air. Mengerahkan energi dingin, membuat air menjadi lebih dingin di sekitar Mosa. Dan uap air di sekitar tubuh Mosa semakin banyak.pak Jona tersenyum puas. Namun dia belum menyuruh Mosa keluar.
Tiga hari telah berlalu, Mosa berendam dalam air.pak Jona kemudian kembali ke hutan. Ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Disekitar tubuh Mosa uap air sangat banyak. Bahkan air yang mengenai tubuh Mosa seperti bergetar seakan mengenai besi panas. Lebih terkejut lagi ketika melihat tubuh Mosa yang kemerahan.
Rupanya,dalam keadaan dingin yang menyerang tubuh, dan merasa terancam, energi panas dalam tubuh Mosa beraksi tanpa disadari oleh Mosa untuk melindungi tubuh Mosa.
" Hahahaha....bagus...bagus...." pak Jona tertawa sambil mengerahkan energinya, untuk membangunkan Mosa yang telah tenggelam dalam meditasinya itu.
Suara tertawa pak Jona menyerang langsung ke dalam kesadaran Mosa. Seketika Mosa tersadar,dan membuka matanya. Namun kini pak Jona yang terkejut. Mata Mosa merah, dan melihat kearahnya dengan ganas. Bagaikan harimau yang di ganggu dari tidurnya.
"Mosa,keluarlah..." seru pak Jona.
namun kembali pak Jona terkejut,karena Mosa langsung melompat tinggi, kemudian menyerang kearahnya.
Gerakan Mosa sangat cepat, ia menerkam ke arah pak Jona,dengan kedua tangan mencekram ke arah kepala. Pak Jona cepat menghindar, sambil menangkis. Ketika kedua tangan bertemu,terdengar suara ledakan.
Pak Jona terhuyung beberapa langkah ke belakang, sedangkan Mosa terlempar dan jatuh kedalam air. Ketika jatuh kedalam air,barulah Mosa sadar dari keadaannya.
" ah pak tua, mengapa tidak membangunkan aku...eh ?!" Mosa baru sadar,jika ini bukan di rumah. Kesadarannyapun cepat pulih.
" ahh berapa lama aku berendam ?" gumam Mosa.
" bagus Mosa, engkau berendam selama tiga hari "
" selama itu ?" pikir Mosa.
" ayo...pakai pakaianmu, dan makanlah." kata pak Jona. Ia sudah membawa makanan dari kampung.
Setelah Mosa berpakaian,ia lalu melahap makanan yang di bawah oleh pak Jona dengan lahapnya. Walaupun makanan yang di bawakan oleh pak Jona itu adalag singkong rebus dan sambal ikan. Namun habis dimakan Mosa.
__ADS_1