
kedua orang yang beratnding ini, terdorong mundur bersamaan,setelah kedua telapak tangan mereka beradu.
Akio kembali bergerak. Nampak tiga bayangan perak, dengan aura samurai yang semakin melebar. Mengepung kearah Mosa.
Mosa mengerahkan Jurus Bara Suryanya, hawa yang sangat panas menyelimutinya, sesaat kemudian nampak bayangan Pedang Ular berkelebat. Bunyi dengungan dan suara desisan semakin kuat. Hawa panas semakin meningkat. Sampai dirasakan oleh orang orang sekitarnya. Belum berhenti, hawa panas terus meningkat, semakin lama semakin panas. Gerakan Pedang Ular semakin ganas,dengan aura yang semakin kuat.
pada saat itu, Akio dengan tiga bayangan samurainya berkelebat, menyerang. Namun kali ini, ketiga bayangan itu tidak menyatu,tetapi terus bergerak menyerang dari tiga arah. Mosa berkelebat menyambut. Pedang Ularnya menangkis ketiga bayangan itu,hampir besamaan.
Akio mulai bergerak mundur. Jurus pedang Ular yang legendaris,mampu ia imbangi dengan kecepatannya,namun kali ini ada sedikit keraguan dalam hatinya. ia belum menemui lawannya,hingga saat ini. Tentu Akio agak terkejut dengan kemampuan Mosa. Namun juga,ia telah digembleng dengan ilmu samurai sejak kecil. Setiap gerakannya, mantap dan mematikan.
Akio mengerahkan seluruh kemampuannya. Ia berkelebat lebih cepat. Samurai pendek,ukuran sedang dan panjang, kini dimainkan bersamaan. Seluruh tubuhnya terbungkus oleh warna perak samurainya. tidak ada cela untuk menyentuhny. Bahkan pelurupun tidak akan tembus.
Kini Akio berkelebat memutari Mosa. Bayangan Akio yang bergerak berputar mengelilingi Mosa, tidak terputus,Mosa bagaikan dikelilingi oleh sepuluh orang. Kapan saja, Akio bisa melakukan serangan.
Menghadapi serangan yang dasyat ini, Mosa tersenyum kecut,sambil berpikir ' serius sekali,apakah ini namany main main ?' kemudian Mosa mengimbangi kecepatan Akio, tiba tiba badanya lenyap, hanya terlihat bayangan kabut menyerang kearah Akio.
"Duarrkk"
Bunyi ledakan terjadi ketika Mosa melepaskan pukulan kearah Akio,dengan Pedang Ular, disertai dengan bunyi senjata yang patah, namun gerakan Akio tidak terpengaruh. Demikian juga gerakan Mosa. Akio setelah berputar sambil memainkan samurainya, terus menyerang, kadang muncul tiga bayangan perak, dan kembali menyatu,setiap kali bayangan kembali menyatu terdengar ledakan. Setiap ledakan terjadi, tanahpun ikut bergetar, dan batu pasir dan kerikil berterbangan.
Setelah pertarungan berlangsung lama, tiba tiba nampak bayangan pelangi,yang memapah gerakan Akio. Akiopun mengerahkan samurainya, membabat kearah warna pelangi yang bentuknya bagai pedang itu.
" Dhuaarrrkkk!!"
ledakan bagai bom terdengar. Tanah sekitarnyapun retak dan berlubang besar. Asap membumbung dan menyebar. Mosa melopmpat mundur,sambil menarik pedang energinya, Pedang Sukma. Setelah beberapa lama, debu dan asap mulai menghilang,nampak Akio berdiri ditempatnya. Disudut bibirnya, nampak darah mengalir. Rambut dan pakaiannya terlihat menghitam bagai hangus. Setelah beberapa saat, Akio jatuh berlutut,dan muntahkan seteguk darah
" De...dewa..." gumamnya lirih, sambil menatap Mosa dengan ngeri. Kemudian Akio jatuh tertelungkup.pingsan.
__ADS_1
Furio berkelebat dan memeriksa Akio. Ia akhirnya bernafas lega. Tidak ada luka yang parah. Ia harus akui, Akio muridnya, yang dijuluki Samurai Tanpa Tanding, hari ini harus mengakui keunggulan orang lain. Dan beruntung, Mosa tidak mencederainya. Ini adalah pelajaran baginya, diatas langit masih ada langit.
" trimakasih anak muda " ucap Furio,sambil membungkuk memberi hormat. Setelah itu, ia mengangkat Akio, dan sekali berkelebat,ia menghilang dari tempatnya. Namun dari jauh, Furio mengirim suara
" maaf para tetua...aku pamit..." suara menggema seantero ruangan itu.
Semua yang hadir.sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Akio kalah dengan telak. Samurai panjang, dan pendeknya patah. Dan terakhir, Akio bagaikan hangus tersambar petir.
Setelah susana kembali tenang, Jhoni Deong berdiri,.dan tertawa....
" Hari ini, persoalan antara Organisasi Jepang dan Sekte Samurai Kuno, telah diselesaikan,.dengan kepulangan tuan Furio. Jika dikemudian hari ada yang mengukitnya, dia akan berhadapan dengan organisasi. " seru tuan Jhoni Deong sambil mengedarkan pandangannya sekeliling.
" Hahaha.... " pada saat itu terdengar suara ketawa yang sangat mencolok. Semua mata langsung melihat kearah suara itu. Dewa Mabuk, maju kedepan,sambil terus tertawa.
sesampainya didepan ia berhenti tertawa. Dan melihat sekelilingnya.
" Tuan Jhoni Deong, kami semua datang ke sini, bukan karena takut. Kami menghormati organisasi ini. namun, sungguh saya sedikit kecewa..." Dewa Mabuk tidak melanjutkan pembicaraannya. Ia kembali melihat sekelilingnya. Semua orang menanti apa yang akan dikatakan selanjutnya.
Dan jelas hal ini telah diketahui oleh Perguruan Teratai Putih. Dan inilah tujuan sebenarnya,dari kedatangan Ketua Perguruan Teratai Putih ,tetua perguruan Dewa Mabuk,Dewa Raja Pedang dan Dewa Naga.
mereka ingin mengadakan pemilihan ulang ketua Organisasi. Dengan kata lain, Jhoni Deong,sudah harus digantikan. Awalnya mereka agak terkejut dengan kehadiran Pembantai Dewa dan Mosa. Namun mereka yakin, Pembantai Dewa dan Mosa, tidak akan maju sebagai calon ketua organisasi.
" Tuan Bhava, sebagai pendiri Organisasi, apa tujuan utama organisasi ini ? "
" tujuan utamanya tentu untuk mengontrol para Master Bela Diri, agar tidak sembarangan menggunakan kemampuannya terhadap masyarakat biasa."
mendengar ini, para master yang hadir mengangguk anggukkan kepala mereka.
__ADS_1
" Bagus...tujuan yang bagus...namun dalam pelaksanaanya hampir tidak ada. Apakah organisasi mengetahui kemunculan para Master yang masih muda muda ini ? Kalau tidak mengetahui, bagaimana bisa mengontrol ? "
" Tuan...apa maksud tuan? katakan saja,.jangan bertele tele." sanggah Jhoni Deong.
" Baiklah...maksud saya, kita harus mengadakan pemilihan ulang ketua. Ketua yang baru ,bukan hanya berkemampuan yang tinggi, tapi juga harus berpengetahuan yang luas,dan mempunyai koneksi yang luas. Sehingga organisasi bisa langsung menangi master yang menyalahgunakan kemampuannya,diluar sana."
jelas, Dewa Mabuk sedang mempromosikan Kandidat dari Perguruannya.
Jhoni Deong pun mengerti apa yang dibicarakan oleh Dewa Mabuk. Iapun menyahut
" Hahaha siapa yang tidak tahu, kekuatan Perguruan Teratai Putih ? murid muridnya menyebar disetiap negara,bahkan didalam perguruan lain. Apa maksud tuan, Ketua Organisasi ini, atau Organisasi ini lebih baik jikalau di kelolah oleh Perguruan Teratai Putih ? "
Dewa Mabuk,hanya tersenyum, mendengar ini. Ia kemudian melihat kearah Chan Moi. Ia sudah membuka jalan. Saatnya sang Ketua yang menyampaikannya.
Chan Moi maju kedepan. Ia melihat kearah Jhoni Deong.
" Tuan, Perguruan Teratai sudah besar dan kuat, jauh sebelum organisasi ini muncul. apa yang dikatakan oleh tetua Dewa Mabuk benar. bagaimana Organiasasi bertindak jika, jamgkauannya terbatas ?"
Semua.yang hadir mengangguk tanda setuju.namum yang lain ,ada.juga yang tidak setuju, dan yang belum atau tidak berpendapat. bagi mereka, ada atau tidak adanya organisasi tidak berpengaruh dengan mereka,selama mereka tidak melakukan hal hal yang dilarang organisasi.maka.aman aman saja.
Namun kini,semuanya diam. Menunggu apa yang akan dikatakan selanjutnya oleh ketua Perguruan Teratai Putih.
Baik Pembantai Dewa dan Mosapun,merasa apa yang dikatakan oleh Chan Moi ada benarnya juga.
" apakah Ketua Perguruan meragukan kemampuan Organisasi ?" saat itu muncul suara yang menggema, bangunan ikut bergetar. Bahkan tanah dimana mereka berdiripun terasa bergetar.
" Guru.." Jhoni Deong, serta merta menelukupkan tangannya didepan dada, memberi hormat,sambil menunduk kepala.
__ADS_1
" siapa yang lancang meragukan kemampuan organisasi ?" saat itu, terdengar suara yang halus,lembut, namun mengguncang dada para master yang ada. Mereka harus mengerahkan kekuatan mereka untuk meredakan guncanngan yang kuat itu.
Dari dua pintu yang bersebelahan,mumcul dua sosok. Yang satunya berpakaian biksu,.dan.satunya lagi berpakaian tradisional Nepal.