Dewa Perang

Dewa Perang
Sang Pemurni


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat. Dua tahun sudah dilewati. Namun belum ada tanda tanda kemunculan para utusan sekte kuno, yang akan melakukan pemurnian alam. Mereka disebut Sang Pemurni.


Pada saat itu, dilembah gunung merapi, disebuah hutan hang lebat,dan jauh dari pemukiman, Joko Ireng sedang mendengarkan wejangan guru gurunya.


Ia duduk menghadap kearah sebuah batu besar, dimana saat itu ada duapuluh sembilan gurunya yang duduk di dalam cekungan batu, dan ditengah tengahnya, ada sebuah gubuk. Sang ketua sekte, yang bernama Ki Barasatya duduk pintu gubuk.


Joko Ireng duduk menghadap kearah ke duapuluh sembilan gurunya. Dibelakangnya, ada sebuah telaga yang sangat jenih airnya.

__ADS_1


" Joko Ireng, engkau kami utus, untuk pergi ke puncak gunung Semeru. Disana ,pada saat terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan,engkau harus melepaskan sukmamu,dan naiklah ke langit. Jika disana engkau melihat suatu tanda, tunggulah disana sampai gerhana selesai. ketahuilah, bahwa di dunia ini hanya ada tujuh sekte kuno yang seperti kita. Dilangit, dengan sukmamu,engkau akan saling mengenal dengan mereka. Dan bersama mereka, akan melaksanakan tugas, sebagai Pemurni Alam. " Ki Barasatya menjelaskan tugas dan mengutus Joko Ireng, untuk melaksanakan tugas sebagai Sang Pemurni.


" Ki Barasatya, bagaimana aku mengenali tanda itu ?" tanya Joko Ireng.


" dilangit ,tidak ada tanda tanda lain,selain awan. Engkau akan segera mengenalinya, saat engkau berada diatas sana. "


Joko Ireng berjalan siang dan malam. Jika malam hari, ia menggunakan kekuatanya, berkelebat cepat diantara pepohonan,melintasi sawah,ladang ,kali dan sungai serta gunung gunung . Jika siang hari ia berjalan seperti biasa,sambil melihat lihat pemandangan alam.

__ADS_1


Jarak yang jauh,hanya di tempuh selama tiga hari tiga malam. Pada malam ketiga,sampailah Joko Ireng di kaki gunung Semeru. Sekali berkelebat, nampak bayangannya yang bagai kabut, melayang naik ke puncak gunung Semeru dengan sangat cepatnya.


Sesampainya diatas, ia langsung mencari tempat yang sulit dilewat oleh pendaki lainnya, dan duduk bersila, menunggu terjadinya gerhana.


Malam itu tidak terjadi gerhana. Dan Joko Ireng, masih terus duduk bersila,hingga siang hari. pada siang hari, sekitar pukul sebelas siang, terjadi gerhana matahari. Pada titik totalitas gerhana, Joko Ireng, yang masih bersemedi, bagaikan orang tidur. pada saat itu, jiwa atau sukmanya keluar dari tubuhnya, dan terus melayang kearah tengah kegelapan gerhana. Sesampainya diatas, ia melihat suatu tanda, yaitu titik hitam besar. Dari titik hitam besar inilah, bumi dibawahnya nampak gelap. bagai gelap pada saat senja hari. Joko Ireng segera bergerak kearah titik hitam besar itu. Di kejauhan, ia melihat, ada enam cahaya bagai meteor, yang melesat naik dari berbagai tempat, menuju ke titik hitam besar.


' hmm akhirnya mereka tiba juga. ' gumam Sukma Joko Ireng.

__ADS_1


setelah ketujuh sukma , Pemurni Alam ini tiba,dan berkumpul di bawah titik besar hitam itu, tanpa.ada yang perintah, mereka bersama sama mengangkat tangan mereka ke arah bulan. Dan nampak cahaya putih, yang turun dari arah bulan, dan menghantam ketuju sukma Sang Pemurni. Mereka bagaikan di basuh oleh cahaya, dan.seketika, ketujuh sukma itu kembali kedalam tubuh mereka masing masing membawa informasi, manusia harus di basuh oleh pemderitaan, darah dan air mata.


__ADS_2