
sekian detik kemudian, Mosa berkelebat naik, dan berdiri di puncak pohon itu. Dan melihat di kejauhan,.sebuah bayangan yang melesat bagai anak panah.
Kemudian Mosa melayang turun.
" apa yang kau lihat " tanya Pembantai Dewa, sambil menatap gundukan tanah di depannya ini.
" tidak ada. Hanya bayangan." jawab singkat Mosa.
" Pak Tua, siapakah orang yang tega membunuhnya? apakah sahabat Pak Tua ini ada musuhnya ?"
" ah...aku juga tidak tahu. Tapi orang itu pasti punya alasannya."
__ADS_1
" dia mampu membunuh seorang Pertapa bela diri. Kemampuannya pasti tinggi..." gumam Mosa, seakan.berbicara dengan dirinya sendiri.
Pak Jona hanya mengela nafas pelan. Kehidupan seorang ahli beladiri,penuh ancaman dihari tua mereka. Dendam tidak pernah berhenti, jika menegakan kebenaran dan keadilan diselesaikan dengan pedang. Itu yang dipikirkan oleh Pak Jona.
" kemana arah perginya orang itu" tiba tiba Pak Jona bertanya,dengan suara yang datar.
" kearah barat. Apa kita mengikutinya ?"
" ayo, kita harus menyusulnya " jawab Pak Jona,sambil berkelebat ke arah perginya bayangan Joko Ireng.
Joko Ireng, terus berkelebat kearah barat, ia akan mendatangi tempat tempat yang sunyi, untuk mencari keberadaan para pertapa. Hal yang pertama,adalah menghabisi para pertapa. Kemudian, menaklukan perguruan perguruan beladiri, dan menjadikan mereka pengikutnya. Dengan cara mengalahkan guru guru perguruan bela diri.
__ADS_1
Di belahan bumi lain, para Pemurni dan pendukung mereka, berhasil menghasut para pemimpin negara, untuk menggunakan senjata pemusnah masal. Perang besar berkecamuk. negara yang satu menyerang negara lain. kesepakatan damai, dilanggar. Ribuan manusia menjadi korban.
Senjata senjata canggih digunakan,untuk melawan dan mengalahkan musuh.dunia sudah kacau. Setiap negara yang bergabung dalam serikat bangsa bangsa, kini tidak lagi berbicara damai. Pada masa ini, siapa yang lemah akan hancur. Siapa yang terlambat bergerak akan menjadi korban. Perdamaian hanya diatas kertas.
Setiap negara, menutup diri,memperkuat negaranya. Tidak ada lagi perjalanan antar negara. Setia kota hancur. Bangunan bangunan pencakar langit sunyi sepi. Dan menjadi sasaran tembak. Setiap orang asing dicurigai. Dunia benar benar kacau oleh perang. di udara, hanya pesawat angkutan militer yang berterbangan memantau.
Bahkan sinyal handphonepun di blokir.tidak ada siaran TeleVisi, radio.semuanya mati total. pada saat kekacauan sampai pada puncaknya, sekelompok orang menyerukan perdamaian. Mereka tentulah kelompok para Pemurni.
Apakah semuanya sudah benar benar damai. Pada saat ini, muncul sekelompok orang, yang punya satu tujuan. Menegakan ras manusia yang unggul. Semua manusia yang berwana kulit gelap,akan langsung dibunuh. Mereka menginginkan manusia yang berkulit warnah putih. Siapapun yang mereka temui, yang berwarna kulit gelap,akan dibantai. Tua muda,besar kecil. Pria wanita tidak terkecuali.
Gerakan ini meluas dengan sangat cepat. setiap negara terjadi perang saudara. Yang berkulit putih,menyerang manusia berkulit gelap. Ultimatum dari gerakan ini, membuat setiap warga negara menyerang saudara mereka yang berwarna kulit gelap. Suku perperang antar suku. Semuanya Demi mempertahankan hidup.
__ADS_1
Pembantai Dewa dan Mosa, sangat terkejut dengan kekacauan yang terjadi. Gerakan ras unggul, belum merambat di dalam negri.mereka harus cepat menemui Panglima militer, untuk membicarakan gerakan ini.
Hal ini karena, gerakan ras unggul ini di dukung dan diprakasai oleh kelompok Pemurni, yang di dukung oleh orang orang sakti, yang berasal dari sekte sekte kuno yang tersembunyi. Senjata dan peralatan militer, tidak akan mepan terhadap mereka. Karena itulah banyak negara yang telah hancur. Kekuatan militer tidak bisa menghentikan mereka.