
Mendengar jawaban yang sangat logis ini, Ketua Perguruan Teratai Putih tidak bisa menjawab. Benar, apa yang dikatan oleh Pembantai Dewa, bagaimana bisa sebuah benda menjadi millik ,jika yang klaimnya juga belum pernah melihat , bahkan tidak pernah memiliki. Hanya karena pendirinya mempunyai benda mukjizat ,maka diklaim sebagai milik ?
" maaf Ketua, " salah seorang sesepuh perguruan angkat bicara.
"memang benar, kami belum pernah melihat ,seperti apa rupa Pedang Ular itu. Tapi jangan salah Jurus Inti Api yang merupakan padanan Pedang Ular, telah di ajarkan kepada kami oleh Pendekar Than Kui, Pendiri Perguruan ini. Jurus Inti Api dan Pedang Ular merupakan satu paket. hanya saja dalam pengembaraannya ke negri Tuan, Pendekar Than Kui kehilangan jejak, dan tidak kembali. Jika dia kembali, sudah pasti, beliau akan menyerahkan Pedang Ular itu kepada Perguruan Teratai Puti."
" Ketua, dan sesepuh Perguruan, kalau begitu,kita tunggu Pendekar Than Kui dulu. Hanya beliau yang berhak untuk mengklaim Pedang Ular " jawab Pembantai Dewa dengan santainya,sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Pembantai Dewa, suasana aula serentak menjadi ramai. Ada yang setuju dengan pendapat Pembantai Dewa, namun mana mungkin Pendekar Than Kui akan kembali ? Ini adalah penolakan yang terang terangan. Apakah Pembantai Dewa tidak menghormati Perguruan Teratai Putih ?
" Ketua, saya menghargai klaim kepemilikan Perguruan. Namun untuk menyerahkan Pedang Ular itu tidak mungkin.pertama, Pedang Ular ini ditemukan di negri kami. Kedua Pedang ini telah berusia ribuan tahun. jika pemerintah kami mengetahunya, ini akan dipajang di Museum di negri kami,sebagai barang arkeologi. Itulah kenyataan yang terjadi jika saya menyerahkan Pedang itu ke pemerintah kami."
Kembali suasana menjadi ramai. hampir semua anak Murid yang hadir, menganggukkan kepala,tanda setuju dengan jawaban Pembantai Dewa.
Sedari tadi, ketua Perguruan Teratai Putih juga menyadari lemahnya klaim kepemilikan mereka. Maka saatnya menjalankan rencana lain.
" baik baik...memang alasan Pembantai Dewa sangat masuk di akal. Dalam hal ini, Kami yang terlalu gegabah mengklaim. Namun dalam urusan Jurus Inti Api, walaupun Mosa secara tidak sengaja, memiliki Jurus yang sama dengan Jurus Perguruan ini, maka kami hanya minta, agar Mosa bisa memberikan sedikit Pengetahuannya kepada kami. Agar kami dapat melihat, dan membedakan, apakah Jurus Inti Api kami sama dengan Jurus Inti Api Mosa ?"
" Trimakasih ,atas kebijakan ketua. kalau itu, saya serahkan kepada Mosa. " jawab Pembantai Dewa sambil mengangguk kepada Mosa.
" Ketua, saya ada pertanyaan. Bagaimana jika ternyata sama ? " pancing Mosa. Dia juga mulai memahami maksud Perguruan Teratai Putih.
sambil tersenyum ,Ketua menjawab
" Jika ternyata sama, maka, kami akan mengakui engkau sebagai Murid Perguruan Teratai Putih. Jika tidak sama, maka kami minta, agar Mosa mengganti nama jurusnya itu. Sebab Jurus Inti Api, telah tercatat sebagai Jurus Perguruan kami. "
__ADS_1
" Ketua, bagaimana bisa saya diakui sebagai Murid Perguruan Teratai Putih, hanya karena Jurus yang saya miliki adalah ternyata sama dengan jurus Perguruan ? "
" Hahaha...Mosa...itu gampang diatur, kami tinggal mengumumkan bahwa engkau adalah murid dari muridnya Pendekar Than Kui yang berada di negri sebrang. Semua murid Pendekar Than Kui adalah Murid Perguruan Teratai Putih yang didirikan beliau " jawab Ketua sambil tertawa. Ia merasa,kali ini walaupun Mosa menggunakan Pedang Ular, namun kemampuannya belum mampu menandingi Perguruan Teratai Putih.
Mosa pun merasa,ini kesempatannya,untuk menguji latihannya selama ini. Karena itu iapun melihat kearah Pak Jona. Pak Jona alias Pembantai Dewa, kembali hanya mengganggukkan kepalanya, tanda setuju.
Mosa melangkah maju beberapa langkah, sambil membungkuk kearah Ketua Perguruan, ia berkata
" Ketua, Mohon beri Petunjuk "
" Hahaha ...bagus bagus....masih mudah namun adatmu sangat baik anak mudah..itu baru calon Murid yang baik hahaha "
Mendengar jawaban sang Ketua sambil tertawa, bebarapa sesepuh Perguruanpun ikut tertawa. Mereka merasa,kali ini Pedang Ular akan menjadi milik mereka. Dengan kalahnya Mosa, maka Pedang Ular otomatis menjadi milik Perguruan. Dari cerita yang mereka dengar, Jurus Inti Api milik Mosa, sama persis dengan jurus mereka. Maka dengan jurus yang sama, Mosa pasti kalah. Dan akan menjadi murid Perguruan Teratai Putih. Kalau sudah menjadi Murid Perguruan, maka sesuai aturan, murid dilarang membawa senjata. Dan lagi, semua Murid Perguruan,yang menemukan senjata pusaka,harus menyerahkannya kepada Perguruan, sebagai aset Perguruan.
Sang Ketua Perguruan, kemudian mengangguk kepala kepada seorang sesepuh Perguruan. Orang ini adalah seorang master Asas atau master Tingkat Fondasi. Seorang Kepala Pelatih murid Perguruan. Seorang pria yang berusia lima puluh lima tahun. Badan kekar dan tinggi. Tatapan matanya mendominasi. Auranya sangat menekan. Ia di panggil dengan sebutan Bayangan. Karena ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi. Nama aslinya Chan Hai.
" Mosa, jangan celakai orang. Ini hanya ajang latihanmu. Majulah kedepan " bisik Pak Jona,memperingati Mosa.
" baik Pak Tua, saya mengerti "
Mosa kemudian melangkah masuk ke arena yang kosong di tengah aula.
" Aku, Chan Hai...apakah kamu sudah siap ?"
" sudah tuan Chan, aku sudah siap " jawab Mosa santai .
__ADS_1
" Mosa, silakan..." Chan Hai, mempersilakan Mosa untuk menyerangnya terlebih dahulu.
" lihat serangan..." seru Mosa. Baru selesai berkata, Mosa berkelebat lenyap dari pandangan.
" wahhh..."
Banyak murid Perguruan yang berseru kaget. Mereka tidak menyangkah akan kemampuan Mosa. Chan Hai pun sedikit terkejut dengan serangan Mosa. Ia tadi sedikit meremehkan. Namun, melihat Mosa yang tiba tiba menghilang, tentu sedikit ia merasa ragu. Hanya orang yang sudah memiliki tenaga dalam yang kuat ,dan tingkatnya setidaknya sama dengannya atau bahkan juga bisa lebih.
Namun hanya sesaat ia terkejut. Master tingkat Fondasi, adalah master tingkat kedua tertinggi. Setingkat lebih rendah dari tingkat Dewa. Ia pun berkelebat lenyap menyambut serangan Mosa. Mosa dengan sempurna memainkan jurus jurus dari pak Doni, si Tulang Besi. Jari jari tangannya, keras bagai besi, menusuk bagai pedang kearah Chan Hai.
Pertarungan sengitpun terjadi. Mosa memang membatasi kemapuannya. Ia menyerang Chan Hai untuk mengukur kemampuan Chan Hai. Setelah saling menyerang dan menangkis dengan sengit, tiba tiba,Mosa mengubah gerakannya, ia sudah tahu tingkat kemampuan Chan Hai. Mosa menambah kekuatannya, dan berlahan, Chan Hai mulai kewalahan. Setiap kali berbenturan tangan, lenganya terasa kesemutan,dan bergetar hebat.
' apa tingkatan anak ini,mengapa kemampuannya bisa bertambah, apakah serangan pertamanya untuk mengukur kemampuanku ?' pikir Chan Hai dalam hatibya.
Karena bertarung sambil memikirkan hal yang lain ini, Chan Hai lengah, melalui sebuah serangan yang diperhebat, dengan jurus meringankan tubuhnya yang sempurna, dalam sekian detik, Mosa menyerang dari segala arah
" Tukk.."
" hiaaa..." teriak Chan Hai ,menahan rasa sakit.
Mosa, melesatkan serangan yang begitu cepat, dan mengetuk tulang rusuk Chan Hai. Akibatnya, Chan Hai terlempar kebelakang sambil teriak kaget dan menahan rasa sakit.
Chan Hai sangat merasa malu,karena kekalahannya yang telak di mata para Murid Perguruan yang selama ini dilatihnya.
Ia melihat kearah Mosa dengan tatapan tidak percaya dan ada rasa ngeri.bagaimana tidak, masih begitu mudah, tapi kemampuannya sudah sangat tinggi. Yang pasti, tingkatan Mosa diatas Fondasi. Apakah seusia begini muda sudah mencapai tingkat Dewa ? Mengerikan.
__ADS_1
Saat Mosa menyesakan serangan ke arah rusuk Chan Hai, semua itu tidak terlepas dari mata sang Ketua. Ia juga terkejut. Chan Hai adalah Master tingkat Fondasi, kalah oleh Mosa dibawah duapuluh jurus ? Apa tingkat Mosa ? Ataukah kekalahan Chan Hai karena menganggap remeh lawannya ?