
siang sebelumnya, setelah Akio dan gurunya Liu Heng,tiba di lembah sebelah, yang dari mana mereka merasakan aura yang kuat itu, kini mengawasi sekitarnya,dengan mengerahkan panca indera mereka.
Namun mereka tidak menemukan apapun. Bahkan tidal ada jejak kaki apapun di hutan itu. ' aneh...tadi sangat kuat aura yang terpancar dari tempat ini. ' batin Liu Heng, sambil melihat sekeliling.
Kemudian ia melompat ke sebuah dahan pohon yang ada, dan melihat dari atas. Pada saat itu, dia melihat bayangan beberapa ninja yang berkelebat,mendekati puncak gunung, di sebelahnya.
" Akio, cepat kemarilah ! " bisik Liu Heng agak kuat,dari atas dahan pohon.
Akio kemudian melompat naik,dan berdiri di samping gurunya.
" nah...itu,lihatlah " kata Liu Heng sambil menunjuk kearah puncak gunung. Dan pada saat itu, orang terakhir dari Ninja, melompat dari puncak pohon ke pohon berikutnya, kemudian melompat turun,dan menghilang di bawah rimbunnya pepohonan yang ada di puncak gunung itu.
" Guru, siapakah mereka ?" tanya Akio.
" Hmmm siapa lagi kalau bukan orang yang memusuhi sekte kalian ?" jawab Liu Heng sambil melompat turun, yang kemudian diikuti oleh Akio.
" Guru, sekte Samurai tidak mempunyai musuh. Kecuali....apa mereka adalah para Ninja ?" tanya Akio .
" apakah engkau tidak mengetahui, jika Organisasi Ninja di Tokyo, menargetkan kalian ? Mereka tidak mempunyai alasan untuk menyerang. Kalau sekarang mereka bertindak, mungkin mereka sudah mempunyai alasan yang kuat." jawab Liu Heng sambil tersenyum.
" ayo kita kesana, menyusul mereka. Netralkan auramu. Jangan sampai mereka mengetahui keberadaan kita." ajak Liu Heng sambil melompat dan berkelebat, menyusul kearah perginya para Ninja.
Tak lama kemudian, tibalah mereka di dekat puncak gunung, dimana disitu berkumpul para Ninja, yang sedang mendapat pengarahan dan membagi tugas oleh ketua mereka.
Liu Heng dan Akio kemudian dengan kemampuan mereka, mendengar semua tugas yang diarahkan oleh Arata Keno atau Jiang Ho, pimpinan kelompok Ninja ini.
Setelah mendengar apa yang direncanakan oleh para Ninja itu, Liu Heng memberi isyarat kepada Akio, dan kemudian berkelebat kembali ke markas Samurai.
__ADS_1
Akio dan gurunya Liu Heng kemudian langsung menghadap pimpinan sekte kuno Samurai. Pemimpinnya adalah seorang yang sudah berumur tujuh puluh lima tahun. Memakai pakaian khas Jepang. Rambutnya yang panjang di ikat kebelakang. Janggut yang cukup panjang dan beruban, dirawat rapi dan halus. Wajahnya yang selalu tersenyum, namun tatapan matanya cekung,bagai mata singa. Namanya yaitu Furio.
" Murid datang menghadap bersama guru Liu Heng " lapor Akio, ketika berhadapan dengan pimpinan sekte itu.
" ada apa Akio. Engkau kelihatan sangat tergesa gesa." tanya Furio, sambil mengamati wajah Akio yang kelihatan sedikit panik.
" ketua, tidak ada waktu lagi, sebentar lagi kita akan diserang oleh para Ninja. Mereka sedang berkumpul di atas puncak gunung di sebelah barat markas ini. Kekuatan mereka mencapai seratusan orang ,ketua "
" apakah engkau yakin ? " pada saat itu, berjalan masuk seorang tua yang lain. Badanya kurus, dan tinggi. Sinar matanya tajam menusuk, namun sangat tenang.
dia adalah wakil sekte yang bernama Taduro.
" Tetua, murid dan guru Liu Heng juga mendengar apa yang mereka rencanakan untuk menyerang markas kita ini " jawab Akio penuh hormat.
" baik, kau ceritakan apa yang kalian dengar. " perintah Furio, ketua sekte Samurai Kuno ini.
Setelah mendengar laporan Akio, Furio kemudian memanggil semua anggota Sekte Samurai Kuno, yang berjumlah tiga ratus orang,yang tersebar di beberapa bangunan di sekitar kuil pemujaan.
" menurut laporan Akio, kita akan diserang oleh sekelompok Ninja, yang berkekuatan sekitar seratus orang. Mungkin juga pada saat ini, mereka sudah menyusup,menyamar sebagai pejiarah. oleh karena itu, beberapa dari kalian, menyamarlah sebagai pejiarah juga. Semuanya, akan keluar dari markas, kitapun membagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok terdiri dari tujuh puluhan orang. Aku sendiri dengan kelompok pertama, tetap di dalam markas. Sisanya harus keluar dan berada di belakang para Ninja itu. Kita kerjakan sekarang, sebelum mata mata mereka menyadari pergerakan kita. "
Setelah mengakhiri pengarahan rencananya, beberapa anggota samurai, sudah berkelebat keluar dari markas, melalui pintu belakang. Yang lain menyamar sebagai pejiarah. Pejiarah yang adalah anggota sekte samurai ini berjumlah tujuh puluh lima orang. Sepuluh orang tetap di markas, dan masuk kembali kedalam gedung markas mereka. Ini adalah tatktik yang direncanakan oleh Furio.sedangkan pejiarah palsu anggota sekte samurai, berpura pura kembali pulang ke kota. Setelah berada cukup jauh di belakang para Ninja, mereka kembali, dan mengepung para Ninja dari belakang.
Dengan taktik yang seakan memberi tahu lawan,bahwa ada anggota sekte yang menyamar sebagai pengunjung pejiarah, kini kembali masuk ke gedung markas. dengan jumlah yang sedikit. Dan sangat tepat apa yang direncanakan oleh Furio. Karena menjelang malam hari, ketika semua pengunjung kembali, beberapa samurai yang kembali dan masuk kedalam gedung bangunan markas, tidak terlepas dari pengamatan ninja yang di pimpin oleh Serigala Hitam.
Kini, kedua bela pihak saling menunggu waktunya tiba. Para anggota Organisasi Ninja Jepang yang menyerang,sangat yakin jika serangan kali ini, akan berhasil dan akan menghancurkan sekte Samurai kuno itu.
Tepat pada jam sepuluh malam, kelompok Ninja yang dipimpin oleh Jiang Ho, ketua kelompok penyerang Ninja ini, menyerang dengan cepat, kelompok sekte samurai kuno yang dipimpin oleh pemimpin mereka, yang bernama Furio, menyambut serangan kelompok ninja ini.
__ADS_1
Para Ninja yang di pimpin oleh Jiang Ho sangat terkejut,dengan sambutan para Samurai ini. Namun sudah tidak ada lagi waktu untuk menarik mundur pasukannya.
Jiang Ho berkelebat ke depan, sambil melemparlan senjata rahasia khas Ninja. Yaitu bsenjata berbentuk bintang. Namun, pihak samurai yang berada di dalam markas, telah mengetahui rencana penyerangan ini. Didalam markas, selain ketua sekte, ada juga wakil ketua, Akio, Liu Heng dan beberapa tetua samurai.
Terjadi pertarungan yang sengit, ketika Liu Heng, mendapat ijin,untuk maju menghadapi Jiang Ho.
Jiang Ho yang sudah mendalami ilmu ilmu Perguruan Teratai Putih dan ditambah lagi dengan ilmu ilmu kusus Ninja, kekuatannya melebihi Liu Heng. Sekitar lima puluh jurus, terlihat Liu Heng mulai kewalahan menghadapi Jiang Ho. pada saat yang sama, Jiang Ho menyerang sambil memainkan jurus Inti Api.
Ia berkelebat,sambil mendorong dengan kedua telapak tangannya kedepan. Hawa yang dangat panas, datang bergulung, menyerang kearah Liu.Heng. Liu Heng pun menyambut serangan Jiang Ho dengan memukul kearah depan. Angin bagai taufan,menyabut semburan hawa panas dari Jiang Ho.
Terdengar ledakan yang sangat keras, namun kini terlihat, ada kobaran api besar, yang bagai anak kijang, menerjang ke arah Liu Heng.
" Bluuuaaarrrkkk"
terdengar ledakan besar. Liu Heng terlempar dan melayang jatuh bagai buah nangkah yang jatuh dari pohonnya. Jiang Ho tidak ingin melepaskan kesempatan itu. Ia pun melompat,dan berkelebat sambil membabat pedang pendeknya ke arah kepala Liu Heng.
Liu Heng, yang dalam keadaan terlempar dan melayang, tidak bisa berbuat apa apa, selain mengerahkan jurus andalannya, Jurus Angin Puyuh, dan memukul kearah pedang Jiang Ho.
Namun pedang itu tidak bergeming sedikitpun, dan tetap mengarah ke kepalanya. Liu Heng hanya menutup matanya, menerima kematiannya.
pada saat yang sanga kritis itu, berkelebat suatu bayangan perak, memapah pedang Jiang Ho.
" Taannggg"
" Haaiiittt....." teriak Jiang Ho kaget. Pedangnya seakan memotong kabel listrik, yang bermuatan jutaan daya tegangan. Telapak tangannya berubah merah, dan yang lebih membuatnya kaget,sampai berteriak adalah, kecepatan sabetan samurai. Selain menangkis serangannya, juga ada bagian lengan bajunya yang robek, terkena sabetan samurai.
Setelah berteriak dan berjumplitan di udara, kini Jiang Ho berdiri mengamati orang di depannya. Seorang pemuda yang sudah sangat dewasa. Rupanya yang tampan rupawan, dengan tiga buah samurai yang tergantung di pinggang kanannya. ukuran samurainya berbeda beda. panjang, sedang dan pendek.
__ADS_1
Seandainya tadi, pedang samurai yang digunakan oleh Akio adalah samurai yang panjang, sudah dipastikan ,bukan lengan baju yang robek, tapi lengannya yang putus.