Dewa Perang

Dewa Perang
Ki Braka terbunuh


__ADS_3

Pembantai Dewa dan Mosa kemudian berangkak ke Gunung Bromo. Sebelum ke gunung Bromo,tempat Sahabatnya bertapa, ia terlebih dahulu mengunjungi perguruan silat Nusantara, yang didirikan sahabatnya itu. Dari sana, dengan diantar oleh dua orang murid senior, mereka berangkat ke gunung Bromo.


hari kedua, setelah Ki Braka tewa di tangan Joko Ireng. Sedang Joko Ireng, sudah bersiap siap akan meninggalkan tempat itu. sudah dua hari berlalu, namun tidak ada yang datang. Ia merencanakan,pada malam harinya, ia akan meninggalkan gua itu, dan mencari para pertapa di daerah lain.


Di bawah kaki gunung Bromo, Pembantai Dewa, Mosa.dan kedua murid Perguruan Silat Nusantara, diam terpaku melihat pemandangan diatas mereka.


Pohon pohon yang patah dan tumbang,serta tanah longsor yang aneh.


" longsor ?" gumam seorang murid, sambil mengkerutkan dahinya. Ia merasa aneh.


Pembantai Dewa, hanya mengkerutkan dahinya, tidak berbicara apa apa.


Mosa seger bertanya kepada kedua murid ini.


" dimana Ki Braka bertapa ?"

__ADS_1


" itu...disana...tepat dibawah tanah longsor itu..."


" itu bukan longsor..." Pembantai Dewa berkata dwngan suara perlahan.


" itu bekas pertarungan..." mendemgar itu, kedua murid silat ini, sangat terkejut. Apakah ada makluk raksasa disini ? apakah itu perkelahian raksasa ?


" si...siapa yang berkelahi ...." suara datar dengan aura ketakutan,yang membuatnya gemetar. Mereka berdua memang hanya murid biasa. Mereka tidak menyangka,bahwa pertarungan dua manusia saktilah ,yang menyebabkan keadaan demikian.


Sambil melihat kearah kedua murid itu, Mosa menjawab.


Kedua murid ini, langsung duduk dengan lutut gemetar. Mereka tidak menyangka, pada.zaman sekarang,masih ada orang sakti . Apa yang mereka lihat, bagaikan dalam film. Wajah mereka pucat karena terkejut dan takut. Sejurus kemudian, keduanya tanpa diaba aba, langsung melarikan diri, karena ngeri dan takut.


Pembantai Dewa dan Mosa,tiba di gua itu bersamaan. Namun mereka tidak melihat siapapun di dalam gua itu. Namun mereka meengetahui,.ada hawa kehidupan yang tersisa, di dalam gua itu. Itu berarti, ada orang yang belum lama meniggalkan gua ini.


Dari tebing sebelah, Joko Ireng memperhatikan kearah gua. Ia menatap dengan tatapan dingin,tanpa ekspresi apapun,ketila melihat dua bayangan bergegas naik dan masuk kedalam gua.

__ADS_1


Tak lama kemudian,kedua bayangan itu, kekuar dan berkelebat naik ke puncak gunung,dengan mengikuti area yang pohon pohonnya tumbang.memdekati puncak, tercium bau busuk bangkai.


Pembantai Dewa langsung mengenali sahabatnya, ketika jasad itu mulai membusuk,.namun bagian wajahnya masih utuh sebelah. Segera ia mengerahkan jurus Inti Es, dan menutupi jasad itu dengan gumpalan es di seluruh tubuhnya. Setelah itu, dengan jari tangan yang penuh dengan energi,.diarahkan ke tanah.


Bhhuummm


Suara ledakan terdengar, dan menggema dari puncak gunung Bromo. Ada lubang di tanah, sedalam tiga meter. Berlahan, Pembantai Dewa, memggerakan tangannya di udara,.dan.peti mati dari es itu, terangkat berlahan, dan masuk kedalam lubang,.dan sesaat kemudian lubamg itu, tertutup oleh tanah.


" beristirahatlah, kawan..." hanya satu kalimat itu yang diucapkan oleh Pembantai Dewa.


Saat itu,.diatas puncak sebuah pohon yang sangat tinggi, Joko Ireng mengawasi mereka.


bersamaan dengan itu, Mosa dan Pembantai Dewa merasakan ada yang memperhatikan mereka. Ketika Pembantai Dewa hendak melacak asal energi itu, ia langsung berhenti. Ini karena energi itu tiba tiba menyebar, dan datang dari segalah arah.


' aneh ' gumam Pembantai Dewa, sambil melihat sekeliling. Gerakannya ini tidak luput dari Joko Ireng. Tatapan dingin dan senyum menghina muncul di ujung bibirnya.

__ADS_1


' bukan pertapa ' gumam Joko Ireng. dan langsung pergi. Saat itulah, Mosa.dan Pembantai Dewa melihat gerakan di puncak pohon. Sebuah bayangan melesat naik dan menghilang.


__ADS_2