
Setelah melompat menjauh dari Mosa. pembantai dewa dan Dewa Naga berdiri mengamati Mosa dari kejauhan. Mereka sedang berpikir untuk mengalahkan Mosa yang dalam keadaan tidak sadar itu.
Selagi mereka berpikir, ada delapan orang master tingkat tinggi atau tingkat fondasi yang melompat maju. Mereka ingin membantu,ketika melihat dua orang master tingkat dewa kewalahan menghadapi Mosa.
" Pembantai dewa, Dewa naga, kami akan membantu mengalihkan perhatiannya, kalian cobalah untuk menerobos dan menotoknya " kata seorang Master.
" baik, kita menyerangnya bersamaan. Andai ada diantara kalian,yang ada kesempatan untuk menotoknya, totok pada urat tengkuknya,bagian belakang " Pembantai dewa ,memberitahu mereka,titik kelemahan Mosa, saat dia dalam keadaan seperti ini.
Melihat situasi yang kurang baik ini, para penonton sudah berdiri menjauh,sejauh jauhnya. Mereka tidak ingin menjadi korban dari serangan Mosa yang kerasukan ilmunya itu. Master tingkat dewa saja kewalahan,apalagi mereka yang hanya memiliki sedikit ilmu bela diri ? Bahaya menanti...
Mosa memandang kesegerombolan orang didepannya, dengan tatapan yang penuh amarah. ia kemudian melangkah berlahan lahan dengan raungan kemarahan yang menyeramkan.
"maju"
seru kedelapan orang itu serentak. Mereka berkelebat cepat,yang terlihat hanya bayangan yang menyerang dari segalah arah, kearah Mosa. Momentum yang tercipta sungguh dasyat. Ledakan demi ledakan terus terjadi. Udara sekitar bagai pusaran badai.
bayangan Mosa mudah dikenali, karena sambil menyerang, ia selalu mengeram marah. Dan hal ini memudahkan para master yang sudah di tingkat Fondasi, untuk selalu berbagi menyerang, kearah tengkuk, untuk menotok .
Melihat kedelapan orang yang sudah menyerang Mosa dengan kekuatan penuh, namun tidak seorangpun yang bisa mendekati Mosa, Pembantai dewa melayang ke tengah pertempuran, dengan kekuatan penuh.
Merasa ada aura yang kuat, datang menyerang, beberapa master yang lagi menyerang, berusaha membantu,dengan menyerang lebih gencar ke arah Mosa, sambil membuka jalan bagi Pembantai dewa,untuk dapat menotok Mosa.
sesaat kemudian,
__ADS_1
" tok,tok..."
tengkuk Mosa mendapat serangan totok, namun Pembantai dewa berseru kaget, karena bukan urat leher yang ditotoknya, tapi kulit yang sangat lunak, yang mampu menerima serangannya. Kelenturan kulit itu mendekati licin, atau juga bahkan urat yang dapat serangan seakan berpindah tempat.
" ahh...apa ini..."
seru Pembantai dewa sambil melompat mundur.
" apa itu... Jurus memindahkan otot?"
tanya Dewa naga setelah berdiri disamping Pembantai dewa.
" semakin menarik..." lanjutnya,dengan mimik yang serius. Tatapannya terus melekat kearah Mosa dengan dahi berkerut. Mengingat ingat ,apa mungkin para leluhurnya pernah menceritakan kejadian seperti ini pada para pendahulunya ?
" aku ingat...tidak salah lagi...ini...ahh..."
"ada apa Dewa naga ?" tanya pembantai dewa, agak terkejut, dengan reaksi Dewa naga barusan.
" Pembantai dewa...ini adalah mitos...ini yang dialami oleh awal mula lahirnya ilmu bela diri ..tapi aku tidak yakin..apa benar..." jelas Dewa naga terbata bata. Ia sangat terkejut. Dan ada rasa takut dalam suaranya.
" Dewa naga...a..apa..maksudmu..."
" hehehe...apa kau juga mengetahuinya?"
__ADS_1
" ahhh...siapa yang tidak tahu... Kalau benar ini..."
" ya benar sekali...pembantai dewa..
Reinkarnasi Manusia setengah dewa..."
" i..ini..tidak mungkin...kalau begitu..."
" hentikan ...hentikan serangannn...!!!" Dewa naga langsung berseru,menyuruh delapan orang master yang menyerang Mosa untuk berhenti menyerang .
Mendengar seruhan Dewa naga, kedelapan master tingkat fondasi langsung melompat mundur.
wajah mereka merah, nafas hos hosan,keringat membasahi wajah dan baju mereka.
"Dewa naga...pantas...dari tadi, Mosa hanya menghindar dan menangkis semua serangan dengan tepat. serangan gabungan dari delapan master ini, tidak membuatnya kelelahan..."
" itu karena Mosa sekarang bukan lagi Mosa yang beberapa jam yang lalu. Ia sepenuhnya adalah Sang Tetua.semua jurus ini adalah jurunya,dia sudah tahu,kemana kita menyerang...jadi sia sia kita menyerangnya" jawab Dewa naga.
Dari yang diingat oleh Dewa naga, orang yang dijuluki manusia dewa ,adalah seorang petapa dari negri Cina, Pada ribuan tahun lalu, belum ada aliran perguruan bela diri di jagat ini. Pada saat itu,seorang pertapa,yang sudah berumur tujuh puluh tahun ,dari Cina daratan.
Ia menciptakan tarian, yang sangat indah. Setiap hari, ia terus melakukan gerakan tariannya ini. Sehingga semua gerakannya, hampir berdasarkan tarian yang diciptakannya ini. Ketika ia turun gunung, dalam perjalanannya, ia bertemu dengan para perampok, yang menyerangnya.
Namun anehnya, sembilan orang perampok,yang menyerangnya, tidak dapat menyentuhnya. Bahkan para perampok,terheran heran. mereka berpikir, orang tua ini adalah seorang gila. Betapa tidak, ketika dipukul atau ditendang, dia malah menari. Namun tariannya itu, mampu menangkis dan menghindari serangan perampok. Namun,sayangnya tariannya itu tidak mengandung tenaga dalam. Dan akhirnya, oleh tujuh orang perampok ini, terian ini menjadi jurus. Ketika mereka ,atau membela diri. Dan ketuju perampok inilah, yang kemudian memabawa aliran bela diri keseluruh negara asia, oleh para murid mereka.
__ADS_1