
Suasanapun semakin menegang, dengan kehadiran rombongan Perguruan Teratai Putih,yang langsung dipimpin oleh sang ketuanya.
Chan Moi sebelum duduk, ia mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya,kemudian dengan anggun duduk ditempat yang disediakan.
" nah..sudah lengkap. Maka persoalan yang ada, bisa kita selesaikan disini. Saya mohon,agar semua pihak yang terlibat,untuk menahan diri. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan damai. "
" Maaf Tuan Jhoni Deong, persoalan dalam dunia bela diri,hanya bisa selesaikan dengan pertarungan." jawab Furio yang sangat marah dengan kehadiran ketua Perguruan Teratai Putih.
" Tuan Furio, kita bukan hidup di zaman busur panah dan tombak. Sekali lagi saya mohon untuk tahan diri..."
" Apa yang tuan Furio katakan ? Walau anggota Ninja kami yang menyerang, tapi kamilah yang menjadi korbannya. " tak mau kalah dengan Furio, Hirokipun menyampaikan isi hatinya. Ia merasa, amarah Furio tidak beralasan.
" mengapa saya tidak boleh marah ? Harga diri kami Sekte Samurai seakan dipandang rwendah dengan adanya pemyerangan itu. " jawab ketus ketua Sekte Samurai Kuno ini.
" Kami lebih dianggap rendah, karena tikus tikus menggeroti kami. Menyusup dengan tak tahu malu,kedalam rumah orang , yang menyebabkan kehilangan anggota kami, dengan kelumpuhan total,tanpa bisa lagi bersilat." jawab Hiroki dengan sengit.
Sekali ia berkata, ia menyerang Sekte Samurai Kuno,yang dengan kejam,membunuh Arata Keno alias Jiang Ho ,dan melumpuhkan tiga puluh orang lebih anggota ninja. serta menyindir Perguruan Teratai Putih, yang dikatakan bagai tikus yang menyusup kedalam rumah.
" Tuan Hiroki, apakah maksud anda, ada korban jiwa dari penyerangan itu ?" tanya Jhoni Deong dengan alis berkerut.
" Benar Tuan, Arata Keno, ketua kelompok ninja yang menyerang Sekte Kuno itu, di bunuh dengan dipenggal kepalanya. Dan tiga puluh orang anggota ninja, dilumpuhkan selamanya. "
Mendengar ada korban jiwa dengan kematian yang dipenggal kepalanya,suasana mwnjadi agak ramai. Mereka membicarakan kekejaman sekte samurai kuno. Terlebih setelah Hiroki,menyampaian, bahwa Arata Keno atau Jiang Ho, dipenggal kepalanya, setelah meninggal.
" Pemenggalan kepala itu harus kami lakukan, sebagai peringatan keras kami terhadap siapapun yang mencoba menyerang Sekte Samurai Kuno. " jawab Furio tegas.
" Tuan Furio, saya memahami perasaan anda. Jika, anda sudah menjatuhi hukuman , untuk apa anda datang ke sini. " tanya Hiroki dengan sengit.
" Hahaha apakah saya tidak boleh datang ? Baiklah kalau begitu, ayo Akio...kita pulang " sambil berkata demikian, Furio berdiri dan hendak pergi begitu saja.
__ADS_1
Tiba tiba berkelebat bayangan, dan berdiri dihadapan Furio.
" Tunggu Furio, anda.tidak bisa meninggalkan ruangan ini,sebelum jelas duduk persoalan kita. " yang datang menghadang adalah Hiroki.
" siapa yang bisa menghalangi kami ?" seru Furio sambil melangkah mendekati Hiroki. Pada saat itu berkelebat Jhoni Deong, dan berdiri antara Furio dan Hiroki.
" Tuan berdua, silakan kembali ketempat." suara datar Jhoni Deong, membuat bulu kuduk berdiri. Namun yang disuruhnya untuk kembali,adalah kedua pemimpin perguruan. Tingkat merekapun setingkat diatas ketua Organisasi Para Master ini.
Namun untuk menghargai ketua Organisasi ini, kedua orang yang sudah saling berhadapan itupun, hampir bersamaan, melangkah mundur.
Setelah dua orang ini kembali ketempatnya, tuan Jhoni Deong pun kembali ketempatnya dengan berlahan.
Setelah suasana kembali tenang,
" Nyonya Chan Moi, sebagai ketua Perguruan Teratai Putih, silakan memberi keterangannya. " perintah Jhoni Deong.
Mendengar pengakuan terus terang dari ketua Perguruan Teratai Putih, suasana menjadi lebih tenang lagi. Masing masing menyimak perkataan sang Ketua.
" saya keberatan dengan penolakan Perguruan Teratai Putih. " tuan Harata tiba tiba menyela.
" bagaimana Perguruanmu melepas tanggung jawab ini ? Ia bergerak atas kemauannya sendiri. Apakah kalian mengira,jika kami ingin menyerang Sekte Samurai, kami akan mengirim anggota Ninja, yang kemampuannya rendah ?"
Mendengar alasan Hiroki, kembali suasana menjadi ramai. Sebagian dari mereka, membenarkan alasan itu.
" tuan, jika penyerangan itu,bukan atas sepengetahuan Organnisasi Ninja Jepang, bagaimana bisa, seratus anggotamu pergi, tanpa sepengetahuan Organisasi ?"
Jawaban dari Chan Moi, membuat mata tertuju kepada ketua Organisasi Ninja Jepang. apa jawaban ketua ?
" Benar, kepergian seratus anggota kami kepegunungan Yoshinoyama atas ijin kami sebagai pengurus Organisasi. Namun bukan untuk menyerang Sekte Samurai. Karena itulah,seratus orang anggota kami itu adalah anggota yang kemampuannya masih rendah. "
__ADS_1
" jadi maksud tuan Hiroki, mereka pergi kepegunungan Yohinoyama untuk berlatih ?" tanya Jhoni Deong.
" tepat sekali tuan Jhoni."
" kalau begitu, penyerangan itu atas prakasa pribadi Jiang Ho ?" kembali Jhoni Deong bertanya.
" sudah pasti tuan Jhoni, sebab Jiang Ho adalah kepala pelatih. " jawab Hiroki.
" Namun,yang menjadi persoalannya,adalah kekejaman Sekte Samurai Kuno. Kami meminta diadili, pembunuh Jiang Ho. "
" omong kosong apa kau ? Minta diadili pembunuh Jiang Ho ? Kami diserang, kami membela diri. Bagaimana bisa kami diadili ?"
" mengapa tidak bisa... Jiang Ho telah meninggal,dalam pertarungan. Namun, walau sudah meninggal, Sekte Samurai tetap memenggal kepalanya. " balas Hiroki sengit.
" itu aturan Sekte kami. Sebagai pelajaran bagi yang masih mau mencoba Sekte Samurai. " jawaban tegas dari Furio, membuat suasana menjadi ramai.
' aturan macam apa itu? '
' terlalu keras aturan itu.'
' ini tidak bisa dibiarkan."
' tidak tahu aturan,lawan sudah kalah,masih diserang?'
Beberapa orang berpikir dan bergumam sendiri sendiri sambil geleng geleng kepala.
" kami, dari Perguruan Teratai Putihpun,menuntut keadilan bagi mantan murid kami. Jiang Ho." seru Chan Moi tiba tiba.
Perkataan dari ketua perguruan Teratai Putih, bagaikan menyiram minyak kedalam kobaran api di dada Furio, ketua Sekte Samurai Kuno.
__ADS_1