Dewa Perang

Dewa Perang
Jurus Inti Es


__ADS_3

Dan berlahan, lengan kanan Sesepuh Kui Kui mulai membaik.kemudian sesepuh Kui Kui menghimpun hawa murni, dan mengalirkannya ke lengan kanannya.


Dewa Naga yang duduk di kursi penontonpun sangat kagum dengan kemampuan Mosa, yang selalu memberikan kejutan itu.


' hampir semua lawan yang dihadapinya, selalu jurus dan kemampuan yang berbeda dan menakutkan.' batin Dewa Naga sambil menghela nafas.


Chan Moi, yang kini duduk sebagai ketua perguruan Teratai Putih, adalah adik kandung dari Dewa Naga. Karena perselisihan antara Perguruan Teratai Putih dengan Keturunan Pendiri Perguruan, maka, Dewa Naga atas nama Keturunan, tetap setia pada keputusan nenek buyut mereka. Tapi lain halnya dengan adik perempuannya, Chan Moi. yang tidak sepaham dengan garis Keturunan, ia merasa itu adalah masalah nenek buyut mereka dengan sang Ketua Perguruan saat itu. Jadi, ketika Perguruan Teratai Putih mengadakan seleksi pemilihan Ketua baru, Chan Moi, yang saat itu berusia dua puluh tiga tahun, maju mengikuti seleksi pemilihan Ketua. Dan berhasil mengalahkan semua kandidat.


Karena itulah, Dewa Naga, yang datang keperguruan dengan menyamar, selain untuk menyaksikan bagaimana tindakan Perguruan, tentu dia mengkuatirkan sang adik. Dia sudah pernah merasakan kedasyatan Jurus Inti Api . Dan sudah pasti, kedatangannya untuk memastikan, bahwa tidak ada hal hal yang mencurigakan di Perguruan Teratai Putih, perihal akan Munculnya Kekuatan yang akan menjadi tandingan Jurus Inti Api dan Pedang Ular, serta untuk memberi tahu sang Ketua, akan hal hal yang akan terjadi pada waktu yang akan datang, dan mengajak untuk bekerja sama ,memghadapinya.


Sementara itu di arena pertandingan, Sang Ketua dengan tongkat rotannya, yang sudah menghitam dan mengkilap, berdiri menghadap Mosa,dengan tatapan yang seakan dapat membunuh.


" Mosa, Aku harus akui, kemampuanmu sangat mengagumkan. " Puji Sang Ketua terus terang, sambil mengangguk angguk.


" Ketua terlalu sungkan...trimakasih Ketua... Namun aku harus bertanya..apakah..Jurus Inti Apiku ini sama dengan Jurus Inti Api Perguruan Teratai Putih ?"


pertanyaan Mosa ini adalah pertanyaan untuk memgetes Sang Ketua. Ia ingin mengetahui jawaban Sang Ketua. Sebab Mosa sudah tahu, bahwa Jurus Inti Api mereka sama. Itu terbukti dari Kekuatan Jurus Inti Api sesepuh Kui Kui,yang mampu menggetarkan Pedang Ular.

__ADS_1


" Ya...ya....Jurus Inti Api mu sama dengan Jurus Inti Api Perguruan kami..."


jawab Sang Ketua tidak rela. Sebab jika dia mengakui Jurus mereka sama, maka jalan satu satunya adalah, harus mengalahkan Mosa. Dengan kekalahan Mosa, Maka Jurus Inti Api Perguruan adalah sebagai ' Induk ' dari semua Jurus Inti Api yang menyebar kesuluruh pelosok dunia.


Mendengar jawaban sang Ketua, Mosa sudah merasa lega. Ia paham watak sang Ketua. Hanya orang yang berpandangan luas, yang mampu mengakui kekurangan diri. Dengan demikian, Mosa yakin, Kedatangan Sang Tuan ,yang akan menjadi Tandingan Pedang Ular, tidak akan muncul dari Perguruan Teratai Putih. Dan ini artinya, Mosa harus mengembara dari perguruan Silat ke perguruan silat lainnya.


" Mosa, akupun penasaran dengan kemampuanmu. Apakah engkau sudah siap ?"


" Trimakasih Ketua, aku sudah siap " jawab Mosa mantap.


Kemudian, terdengar suara angin yang kencang. Sang Ketua masih berdiri di tempatnya. Namun ada angin besar yang berputar membungkus sang Ketua, yang berdiri sebagai pusat angin abu debu dan kotoran kotoran daun dan dahan kering,ikut berputar. Ini adalah Jurus Dewa Angin.


Mmellihat pertahanan yang sangat kohkoh ini, Mosa penasaran dengan kekuatannya, ia memainkan Jurus Tangan Besi, jari jarinya keras bagai besi.


Mosa kini yang datang menyerang. Ia dengan ilmu meringankan tubuhnya yang sangat sempurna ini, berkelebat dengan sangat cepat. Di mata murid yang memenuhi aula ini , Mosa seakan memghilang. Mosa,.dengan Jurus Tangan Besi,menggempur pusaran angin , yang membungkus sang Ketua.


" teenggg...teng teng...teng teng teng..."

__ADS_1


terdengar bunyi benturan antara jurus Tangan Besi denga pusaran angin , yang bagai dinding perisai besi.


Mosa terus menggempur ,dengan menyerang dari berbagai arah. Namun hasilnya tetap sama. Setiap kali terjadi benturan, Sang Ketua hanya bergetar ditempatnya berdiri.


Sekian lama kemudian, Mosa melompat jauh kebelakang. Ia ingin memainkan Jurus Inti Api. sesuai sifatnya, jika api terkena angin ,kobaran api akan semakin besar. Memikir demikian, Mosa.kemudian mengerahkan Jurus Inti Api, tanpa membuang waktu, ia langsung melompat jauh keatas,melayang dengan cepat kearah Sang Ketua, tanpa ragu,.Mosa melepaskan Jurus Inti Api, ke dinding pusaran angin.


"bluaarrr "


Kobaran api didalam pusaran semakin membesar. Namun pada sang Ketua, tidak terjadi apa apa. Tapi yang nampak adalah, seakan Sang Ketua yang mengendalikan kobaran api yang ada dalam pusaran jurusnya. Hawa panas semakin lama,semakin pekat. Seakan udara sekitarnya, terbakar habis.


" Haaaiiiitttt"


bersamaan dengan teriakan yang keras sang Ketua, bayangan sang Ketua, tiba tiba menghilang,bersama dengan pusaran Angin.


Mosa tiba tiba merasakan hawa panas yang menyerangnya dari atas. Ia melompat tinggi keatas, menyambut serangan dari atas.


Namun kali ini, Mosa salah perhitungan. ternyata, ukuran pusaran angin yang menyerangnya itu, semakin membesar. Dan sepersekian detik, Mosa terperangkap dan masuk kedalam pusaran.angin, yang kini telah berubah warma, kemerahan nyala api yang ujung ujung lidah apinya sangat terang menyala.

__ADS_1


Mosa malah mengurangi kekuatan Jurus Inti Api, dan kini memainkan Jurus Inti Es. Ketika jurus Inti Es dimainkan, hawa panas tiba tiba menurun dratis. Sang Ketua sangat terkejut. Ia tidak menyangka, Mosa malah memiliki Jurus Inti Es, yang merupakan Kebalikkannya.


Dan benar saja,.ketika Mosa menambah kekuatan Jurus Inti Es, Pusaran angin tiba tiba berhenti. semua mata memandang dengan sangat terkejut. Lidah lidah api yang berkobar, kini membeku , hanya,sang Ketua, yang berada di tengah pusaran Jurusnya, yang tidak mengalami Jurus Inti Es. Namun diujung jari jari tangannya, ada bongkahan es yang berlahan mencair.


__ADS_2