
Mendengar bahwa pria tua,dengan rambut panjang yang telah beruban semua itu, adalah Pemimpin Organisasi Ninja Jepang, Furio mengkerutkan keningnya. Ia sangat merasa kecewa, seorang pemimpin organisasi besar, adalah seorang yang berpikir dan berjiwa kerdil. seorang yang terus melestarikan dendam antara dua kelompok ini.
Kehadiran Hiroki yang hampir tiba bersamaan dengan mereka itu, tidak dihiraukan oleh Furio. Namun ia tidak mau mengambil tindakan apa apa. Ia ingin Organisasi Master yang menentukan.
Demikian juga dengan Hiroki, ia juga merasa sangat marah,atas kematian Jiang Ho, pengurus Organisasi yang dipimpinnya. Mengapa harus sampai di bunuh. padahal, pihak Sekte tidak sampai mengalami kerugian . Diapun sudah memutuskan, menyerahkannya kepada Organisasi ,untuk menyelesaikan persoalan mereka.
Sementara itu, pada hari itu juga, utusan Organisasi Ninja Jepang tiba di Perguruan Teratai Putih. Seorang keturunan Cina, namun sejak kecilnya tinggal di Jepang. Ia juga seorang yang sudah berusia limapuluh tahunan. Ia dipanggil dengan sebutan Kelelawar Hitam. sebutan itu diperoleh dari sesama temannya, ketika masih muda,bekerja sebagai pembunuh bayaran. Ia selalu bekerja pada malam hari, seorang ninja, dengan jubah panjang dibelakang bahunya. Mirip Batman ya hehehe...
Namun kini, ia berpakaian serbah putih. Kedatangannya diterima dengan baik di markas utama Perguruan itu,dan disambut oleh sang ketua sendiri.
__ADS_1
" selamat datang tuan. Ada keperluan apakah, sampai membawa tuan ke perguruan Teratai Putih ini.!?" tanya Sang Ketua Chia Moi, setelah mempersilakan tamunya duduk.
"Trimakasih Ketua. Saya datang dari Jepang, utusan Organisasi Ninja Jepang, saya Harata," jawab Harata sambil menjura dalam, memberi hormat.
Mendengar yang datang adalah utusan Organisasi Jepang, yang dulu terkenal dengan Organisasi pembunuh berdarah dingin ini, Chia Moi agak terkejut. Begitu cepat gerakan Organisasi ini. Namun mereka telah antisipasi. Jika permasalahannya dengan Jiang Ho, maka jawabannya sudah pasti. Jiang Ho adalah pelarian dari Perguruan Teratai Putih.
" Oo tuan Harata.Ada angin apa yang membawa Organisasi Ninja Jepang mengutus tuan, bertemu dengan kami." sambung Chia Moi,setelah mengetahui siapa yang datang bertamu ini.
" ah..apakah sesohor itukah Perguruan Teratai Putih ? Jika demikian, kami sangat merasa senang. Semoga ideologi Perguruan kami, dapat membentuk generasi yang bermartabat, dan bermoral yang tinggi, bukankah begitu, semua cita cita Perguruan ?" jawab Chia Moi sambil tersenyum,dan menatap lekat kearah Harata.
__ADS_1
Jawaban Chia Moi, pun membalas pernyataan tersembunyi dari tuan Harata, yaitu, jika ada murid murid Perguruan yang tersebar seantero dunia ini,melakukan hal hal yang tidak beradab dan tidak bermoral, itu adalah permasalahan pribadi mereka,karena Perguruan mendidik mereka,untuk menjadi manusia yang bermoral dan peka menolong sesama.
" Hahaha....trimaksih Ketua,dan sesepuh Perguruan, saya berterus terang saja, kedatangan saya ini, karena berhubungan dengan salah seorang pengurus Organasisa Ninja, yang mempunyai jurus rahasia Perguruan Teratai Putih." Harata akhirnya bertanya langsung pada permasalahannya, sambil menatap lekat sang Ketua,Chia Moi. Ia mengamati jika ada perubahan raut wajah sang Ketua.
Namun, Chia Moi tetap tersenyum,tanpa menunjukan ekspresi yang lain.
" Perguruan Teratai Putih, terbuka untuk semua kalangan. Kami tidak melihat latar belakang,asal usul dan tujuan mereka yang datang untuk belajar di Perguruan ini,tuan Harata. Jika tuanpun berkehendak untuk belajar, kami dengan senang hati menerima tuan. " jawaban Chia Moi, membuat tuan Harata tercengang. Ajakan terus terang ini,membuatnya terkejut.
Selain itu,dengan mengajaknya untuk belajar di perguruan ini,menunjukan kearoganan perguruan, menganggap rendah jurus lain.menilai tinggi jurus sendiri.
__ADS_1
Harata hanya tersenyum. Jawabannya sudah dia dapat. Jiang Ho bukan membelot, tapi sejak dari awal, Jiang Ho adalah murid Perguruan Teratai Putih, yang masih loyal terhadap Perguruannya. Dengan kata lain, Jiang Ho adalah informan dari perguruannya.