Dewa Perang

Dewa Perang
Mosa diserang oleh jurusnya sendiri


__ADS_3

Setelah memuji kehebatan Jurus Mosa, Dewa Naga kemudian berjalan kearah tempat duduknya. Ketiga muridnya menyambutnya dengan berbagai perasaan. Mereka belum pernah melihat keadaan guru mereka seperti ini. kali ini, guru mereka menemukan lawan yang seimbang,bahkan mungkin lebih hebat dari guru mereka.


Mosa masih berdiri ditempatnya.


ia masih menatap lurus kedepan. Pembantai Dewa,menyadari ada yang aneh dengan Mosa. Apakah ia akan kerasukan lagi, seperti saat mereka latihan beberapa bulan yang lalu?


Kemudian,Pembantai Dewa berjalan berlahan kearah Mosa, ia sudah siap untuk menotok di urat leher,untuk membuat Mosa pingsan.


Namun,baru beberapa langkah, Mosa melihat kearahnya dengan mata yang merah.


' ah benar..mulai lagi...' batin Pembantai Dewa. Ia kemudian berkelebat sangat cepat,lebih cepat dari saat ia menyerang Dewa Naga.


" bruak..." Pembantai Dewa terbanting mundur. Ketika tangannya diulurkan untuk menotok ular leher Mosa, pada saat itulah, tiba tiba bayangan ular raksasa muncul ,sambil bercuitan dengan suara yang seram. Pembantai dewa cepat berdiri dan melangkah mundur. Saat ini ia tidak bisa berbuat apa apa.


" pembantai dewa, aku bantu..." kemudian dewa naga berdiri disamping pembantai dewa.

__ADS_1


" kita serang, disaat bayangan ular itu menghilang.." dewa naga memberi tahu pembantai dewa.


" tapi...jika kau kerahkan jurus yang sama, bukankah itu akan memberi energi pada pedang itu?"


" eh? apa benar begitu?" gumam Dewa Naga ragu.


" perhatikan disaat engkau mengerahkan jurus inti apimu tadi, pedang ular itu bereaksi. Engkau tanpa sadar,telah membuka tingkat tenaga dalam Mosa, sehingga jurus Inti Api Mosa,yang bersumber dari pedang ular itu bertransformasi kelevel yang lebih tinggi " jelas pembantai dewa.


" aku paham, kalau begitu,kita menyerang dengan tenaga dalam jurus lain..." jawab dewa naga.


" engkau sepertinya tahu banyak, pembantai dewa..."


" dia pernah mengalami hal ini...tentu aku tahu. Tapi kini, jurusnya telah bertransformasi lebih kuat, agak sulit kita mendekatinya..."


Pada saat itu, Mosa berjalan berlahan kearah mereka. Matanya merah, ada aurah kemarahan yang terlihat diraut wajahnya.

__ADS_1


Sementara itu, bayangan ular masih nampak jelas, bahkan kini ada seperti petir berwarna kemerahan, yang sesekali muncul di sekitar tubuh Mosa.


Semua penonton telah berdiri jauh jauh. Mereka menyadari keadaan yang serius.Mereka telah disuruh mundur oleh panitia penyelenggara, ketika melihat perubahan pada Mosa. Beberapa prajurit yang bersenjata lengkap, segera berdiri memberi perlindungan terhadap panglima mereka. Yang lain mengarahkan senjata mereka kearah Mosa.


" tidak ada gunanyanya senjata api pada saat ini. Energi disekitar tubuh Mosa tidak bisa ditembus oleh peluruh" tiba tiba seorang master yang sudah berumur, muncul dihadapan para prajurit, untuk memperingati mereka. Mendengar ini,para prajurit menurunkan senjata mereka. Namun mereka masih berdiri di tempat, untuk menjaga kemungkinan yang terjadi.


Diarena, setelah mendekati dewa naga dan pembantai dewa, Mosa kemudian menyerang dengan ganas, kedua tangannya membuat gerakan mencakar, kearah dua orang didepannya. gelombang angin panas menerjang, pukulannya masih jauh, tapi hawa panasnya suda menyapu kearah dewa naga dan pembantai dewa.


Dewa naga melindungi dirinya dengan jurus perisai naga, ia kemudian berkelebat ke samping, dan balik menyerang,fokusnya adalah urat tengku Mosa. Sedangkan pembantai dewa, menyambut serangan Mosa dengan jurus ombak samudra.


Tiga bayangan berkelebat.makin lama makin seru. Yang nampak hanya bayangan dari pakaian yang mereka pakai.


Sering terdengar ledakan ledakan, dan suara cuitan ular semakin menyeramkan. Pada saat itu,terdengar suara


" mundur !!" seru dewa naga sambil melompat mundur, disertai dengan gerakan salto kebelakang oleh pembantai dewa.

__ADS_1


" sungguh luar biasa. Aku tidak menyangka, akan begini berat. Kita tidak pernah mendekati tubuhnya. Ia selalu dapat menghindar ataupun menangkis. " gerutu dewa naga sambil menyeka keringat di dahinya.


__ADS_2