Dewa Perang

Dewa Perang
Dewa Naga melawan Mosa.


__ADS_3

Para penonton hanya diam mendengar asal usul Pedang Ular, yang ternyata ada hubungannya dengan Dewa Naga dan perguruan Teratai Putih.


Tadi ada lima orang dari perguruan Teratai Putih yang berjalan meninggalkan puncak Gunung Meja. Mereka di perintahkan oleh pemimpin mereka, untuk kembali ke tempat dimana mereka berjumpa dengan Pembantai Dewa yang melatih Mosa.


Memang saat itu,mereka melihat ada batu yang hancur. Namun mereka tidak tahu, bahwa dibalik batu yang hancur inilah, Mosa menemukan Pedang Ular.


Ketika mendengar pertanyaan Dewa Naga, apakah Mosa menemukan kitab di sekitar tempat pedang ular ditemukan, tetapi jawaban Mosa,bahwa ia hanya melihat Pedang Ular,dan tidak menemukan kitab apapun, pemimpinnya,diam diam mengutus ke lima orang perguruannya,untuk kembali,dan mencari, kemungkinan ada kitab atau peninggalan lain yang belum atau tidak disadari oleh Mosa.


" engkau tidak menemukan kitab apapun...tapi engkau belajar dari mana Jurus Inti Api dan Jurus Inti Es ?" Dewa Naga bertanya dengan alis mengkerut.


Mosa tidak menjawab,tapi melihat kearah Pembantai Dewa, yang menganggukkan kepalanya, tanda setuju, agar Mosa menceritakan saja,asal usul ilmunya.


" tuan...ceritanya panjang... "


" ya...ceritakan secara singkat saja, nanti kalau ada kesempatan, aku atas nama ahli waris dan perguruan kami,mengundang Mosa berkunjung ke negri kami. "


" trimakasih tuan, jika ada kesempatan,pasti aku akan datang. " jawab Mosa,sambil membungkukkan badannya.


" nah...sekarang kau ceritakan asal usul jurusmu itu "


" baiklah... Berawal dari malapetaka yang menimpa keluargaku. Saat itu seperti ada dua orang dalam tubuhku. Yang satu selalu merasa marah namun yang satunya selalu menghibur,bahwa malapetaka itu tidak menimpaku,sehingga aku masih hidup. "


" hmm...apa hubungannya dengan jurusmu itu ? " Han Ok menyela, tidak sabar.

__ADS_1


Mosa melihat ke arah Han Ok dan sambil tersenyum,ia menjawab


" ada saudara Han. Kemudian aku berguru pada Tangan Besi. Ia menyadari,bahwa ada sesuatu dalam tubuhku. Ada dua energi yang berlawanan. Dan beliau tidak mampu untuk menguasainya, dan menyuruh aku mencari Pembantai Dewa, untuk melati energi dalam tubuhku. Dan hasilnya seperti yang tuan saksikan. Kami berhasil menguasai kedua energi liar dalam tubuhku ini, dan menjadi jurus andalanku " jawab Mosa, sambil berusaha untuk menekan gejolak dalam dirinya. Sesaat Mosa kaget oleh perasaan aneh ini. Namun ia berpikir,mungkin hanya gugup saja.


Dewa Naga mendengarnya dengan alis berkerut. Apakah ini yang namanya takdir? Yang mencari ,tidak mendapatkannya, yang yang tidak tahu apa apa justru mendapatkannya. Pemilik dan pencipta jurus Inti Api, sampai akhir hayatnya berusaha untuk belajar menyatukan jurus Inti Api miliknya dengan jurus Inti Es ,tapi tidak berhasil.


"Pembantai Dewa, aku ingin mencoba muridmu. Jurus Inti Api nya apakah asli atau hanya kebetulan yang sama ?" sambil berkata demikian, Dewa Naga melihat kearah Pembantai Dewa.


" Silakan Dewa Naga, hanya jangan terlalu keras ya mengajar muridku " jawab Pembantai Dewa sambil tersenyum.


para penonton,yang adalah pejabat tinggi militer, dan pejabat tinggi negara yang diundang, merasakan sesuatu yang misterius mengenai keberadaan pencipta Jurus Inti Api, yang menghilang di tanah air ini. Hal ini harus diselidiki. Tentunya, para master ini yang akan menyelidikinya. Terutama master master dari Nusantara. Bisa saja, selama dalam perantauannya di Nusantara, ia memiliki murid dari penduduk pribumi.


" Baiklah... Para penonton yang terhormat, ada pertandingan tambahan, yang akan kita saksikan. Dewa Naga akan menguji murid Pembantai Dewa...."


Beberapa penonton yang pada umumnya penggila seni bela diri ini, semakin berantusias setelah mendengar pembawa acara menyampaikan pertandingan antara Dewa Naga dan Mosa.


Kemudian Mosa membungkuk ke arah Dewa Naga, memberi hormat.


" Tuan...mohon bimbingannya..."


Sikap Mosa ini membuat para penonton puas. Seharusnya demikianlah. Semakin tinggi ilmu ,semakin kita rendah hati.


" baik...kau mulailah menyerang..." jawab Dewa Naga.

__ADS_1


setelah memberi hormat, Mosa bersiap untuk maju.


" Tuan...lihat serangan..."


Mosa maju menerjang,dengan jurus Awan Angin. Angin menderu, dan ketika Mosa mengayunkan tangannya menusuk ke dada Dewa Naga, ada suara becuitan angin.


Dewa Naga tetap berdiri di tempanya.mengelak dengan menekuk badannya ke belakang, kemudiaan berputar menyerang kearah paha Mosa.


Mosa mengangkat kakinya, balas menyerang ke arah pinggang lawannya, Dewa Naga menghindar, dengan membuat gerakan indah, berputar bagai gasing,dan menjauh dari Mosa.


Serangan Mosa tadi, dihindari,sambil balas menyerang. Sekali gerak dua rangakian ,menghindar namun dalam gerakan menghindar itu juga adalah gerakan balik menyerang. Dan demikian juga Mosa. Ketika kakinya diserang, ia menghindari serangan kearah kakinya, sekaligus menendang kearah pinggang lawan.


Setelah berdiri menjauh. Dewa Naga sedikit terkejut,dengan gerakan Mosa.kecepatannya tidak kalah dari Pembantai Dewa.


Dewa Naga mengerahkan jurus Inti Api ke kedua telapak tangannya. Udara sekitarnya mulai terasa panas. Pakaiannya yang longgar besar bergoyang goyang bagai dihembus oleh angin kencang. Uap putih keluar dari ubun ubun kepalanya.


Mosa mundur dua langkah. Ia merasakan hawa panas. Pedang Ular, yang sudah dililitkan kepinggangnya, tiba tiba bergerak liar dan melayang . Pedang Ular dapat merasakan energi panas dari jurus Dewa Naga.Mosa meraih pedang ularnya itu,dengan mengerahkan Jurus Inti Api. ketika Jurus Inti Api Mosa kerahkan dan sampai pada puncaknya, pedang ularnya pelan pelan hilang, kini Mosa merapatkan tangannya. Pakaian dan rambutnya berkibar, kemudian terdengar suara desisan yang menyeramkan, dan nampak bayangan ular raksasa yang melilit melindungi Mosa, dan seakan hendak menyerang kearah Dewa Naga.kemudian berlahan menghilang.


Namun Dewa Naga tidak mundur sedikitpun. ia kemudian berkelebat dan hilang. Mosa membuka matanya,ketika merasakan ada serangan dari segala arah.


Mosa kemudian bergerak dan berkelebat. Kini kedua bayangan itu berkelebat saling menyerang. Angin bersama hawa panas menyengat, dirasakan oleh penonton. Mereka akhirnya berdiri menjauh.


Setelah sekian lama saling serang, dan terdengar ledakan ledakan kecil, bagaikan petasan tahun baru. tiba tiba terdengar suara ledakan yang lebih besar. Tanah bergetar. uap api bercampur debu tanah berlahan kembali turun. terlihat Dewa Naga dan Mosa berdiri berhadapan. baju Mosa ada yang robek robek. Dan ada tetes darah diujung mulutnya.

__ADS_1


Keadaan tidak jauh beda dengan Dewa Naga,bahkan agak sedikit lebih parah. Bajunya ada yang robek, dan ada bekas melepuh dikulit dibeberapa tempat.


" hebat...asli...sama..." Dewa Naga berkata terbata bata. Namun ia menyadari, kalau Mosa kalah, karena kurang pengelaman. Dan kurang latihan. Ketika tenaga dalam Mosa pada jurus Inti Api sampai pada puncaknya tadi, dan keluar bayangan ular, itu adalah kekuatan tertinggi yang sesungguhnya. Namun akhirnya,bayangan ular itu berlahan menghilang,dan Dewa Naga merasakan berkurangnga energi dari Mosa, saat itulah tadi, ia bergerak maju.


__ADS_2