
Pernyataan yang disampaikan oleh ketua Perguruan Teratai Putih, sontak membuat suasana yang sudah mencekam tegang,semakin mencekam.
" sekalipun,Jiang Ho adalah mantan murid, tapi kematiannya yang memprovokatif itu,tidak dapat diterima oleh siapapun. Suatu penghinaan bagi kita semua. Lawan yang telah kalah dan lemah, tidak boleh diserang. " sambung Chan Moi.
" Tuan Furio, saya sebagai Ketua Organisasi, minta tuan untuk mengedepankan kedamaian dan hubungan yang baik diantara kita. Kemungkinan besar, Jiang Ho mempunyai permasalahan pribadi dengan Sekte Samurai. " Jhoni Deong berusaha menenangkan Furio. Namun kata katanya itu,ditanggapi lain oleh Furio, dia semakin murka oleh perkataan Ketua Organisasi para master ini.
Sambil mendengus ia menjawab
" Baik...keadilan seperti apa yang kalian inginkan itu."
Furio dengan sengaja, membuka ruang untuk bertarung.
Menanggapi perkataan ketua Sekte Samurai itu, Hiroki maju kedepan sambil menjawab
" seperti yang saya katakan tadi. Menegakan keadilan diantara kita, adalah dengan bertarung mengadu ilmu."
Akhirnya diputuskan,bahwa permasalahan pemenggalan kepala Jiang Ho ,diselesaikan dengan bertarung, mengadu ilmu.
" saya sebagai Ketua Organisasi Ninja Jepang, menantang orang yang telah memenggal kepala Jiang Ho."
Dengan gagah, Hiroki berdiri ditengah halaman. Ia sudah tahu,bahwa yang mengalahkan Jiang Ho adalah murid Furio.
Menanggapi tantangan Hiroki, Furio maju ketengah halaman. Namun Hiroki mengkerutkan keningnya. Iapun berkata
" apakah ketua Sekte Samurai yang mengalahkan bawahanku ?" pertanyaan Hiroki, bagaikan menampar muka Sekte Samurai, dan mengangkat derajat kematian Jiang Ho. sekaligus memaksa Furio untuk mengatakan sebenarnya.
dan benar saja, Furiopun mengerti, karena itu, dengan diplomatis, ia menjawab
" Segalah yang terjadi dalam perguruan, ketualah yang bertanggung jawab "
Mendengar jawaban ketua Sekte Samurai ini, semua yang hadir menghela nafas. Rupanya bukan ketua yang mengalahkan Jiang Ho.
" Guru...biar Murid yang menghadapi tantangan ini. " tiba tiba, Akio bangkit dan berkata kepada Furio.
__ADS_1
" Akio, ini adalah tanggungjawabku sebagai Ketua Sekte Samurai."
" Tuan Furio, keadilan ini baru benar ditegakan, jika yang maju bertarung adalah yang mengalahkan Jiang Ho. Bukan diwakilkan." sahut Jhoni Deong.
Furio menarik nafas panjang, kemudian berbalik menghadap Akio.
" berhati hatilah. Jangan mencelakai orang lagi " bisiknya.
" baik Guru !" jawab singkat Akio.
Setelah mengatakan demikian, Furio kembali ketempatnya.
" Hmm... Jadi murid Sekte Samurai yang mengalahkan Jiang Ho " selidik Hiroki.
" dalam mengadu ilmu, pasti ada yang kalah dan menang ataupaun imbang, tuan "
" baik, kau bersiaplah, aku akan menyerang "
" aku sudah siap tuan " jawab Akio. Tetapi ia tidak bergerak, tetap berdiri di tempatnya,dengan kedua kaki dipentangkan.
" sing sing sing " bunyi yang sangat halus senjata rahasia ketika membela udara dan mengenai debu dan dedaunan. Bunyi yang oleh telinga kaum awam tidak akan bisa didengar itu, nyaring kini di gendang telinga Akio.
Akio yang telah matang terlatih, memejamkan matanya. Ia pun sadar, didalam kekacauan dan gemuruh angin ,debu dan dedaunan itu, ada senjata rahasia yang menyerangnya.
Ketika, serangan itu hampir mengenai tubuhnya, dengan gerakan yang sangat cepat, tahu tahu ditangannya ada samurai pendek, dan sekali bergerak, semua senjata rahasia itu,ditangkis dan dipukul runtuh.
" Bagus." tak urung, keluar pujian dari Hiroki.
Namun kini, daun daun yang tadi melayang menyerang Akio, melayang kembali ke arah Hiroki. dan secepat kilat, kembali menyerang ke arah Akio. Daun daun tadi yang lemah tertiup angin, kini menjadi keras, menjadi senjata senjata yang menyerang dengan ganas kearah Akio.
Akiopun melayang maju dengan kecepatan kilat, dan dengan samurainya, memukul jatuh semua daun daun yang menjadi keras yang menyerangnya.
Melihat serangannya mampu dihalau oleh Akio, Hiroti kini menerjang ke arah Akio. Bayangannya berkelebat, menyerang. Dua senjata belati ditangannya, menderu.
__ADS_1
Akio menyambut serangan Hiroki,dengan jurus jurus Samurai yang tertinggi. Dua bayangan bagaikan dua ular yang saling membelit dan memagut.
Terdengar suara suara beradunya dua senjata, dan setiap benturan itu, terlihat kilatan kilatan pijaran api,bagaikan kembang api. Pada serangan berikutnya,dengan serangan kilat bersama sama, satu belati dari tangan Hiroki terlepas. Namun belatih yang satunya, berhasil menyerempet bahu Akio.
Akio melompat mundur sambil berjungkir balik diudara, bersamaan dengan Hiroki yang melayang mundur.
apakah hasilnya seri ? Tidak. pertarungan belum berakhir.
' guru, boleh aku membunuh orang ?' bisik Akio, yang hanya didengar oleh Furio, dengan ilmu mengirim suara jarak jauh.
' jangan membunuh orang. Kalahkan saja dia ' balas berbisik Furio.
' baik guru ' setelah menjawab demikian,.Akio kemudian membentang kakinya,membentuk kuda kuda yang kokoh. Samurai pendeknya diangkat sejajar dengan kepalanya,dengan pisisi sikut tangan yang diangkat sejajar bahu.
Melihat persiapan dari Akio, Hiroki pun mulai menyerang dengan mengeluarkan ilmu simpanannya. Hiroki melompat tinggi,ketika turun, kakinya menghentak bumi, bersamaan dengan itu, bergerak bayangan dirinya ke kiri dan ke kanan. Ke kiri ada tiga bayangan dan kekanan ada tiga bayangan. Bayangan yang terakhir,tetap berdiri ditempat ketika ia turun dari lompatannya.
Kini ada tujuh orang Hiroki. Namun semua bayangan itu, melakukan gerak sendiri sendiri, tetapi rangkaian gerakan membentuk satu jurus. Rangkaian gerakan satu jurus,dimainkan bersamaan oleh tujuh orang Hiroki, dengan gerakan yang berbeda beda,pada waktu bersamaan.
" Jurus Bayangan Setan " desis Furio. Dia agak kwatir dengan keselamatan Akio,setelah Hiroki memainkan jurus itu. Jurus ini pernah menjadi momok bagi kaum Samurai, pada masa kemunculannya. Banyak.anggota Samurai yang telah menjadi korban dari jurus bayangan
Tak lama kemudian,setelah ketujuh orang bayangan Hiroki itu memainkan rangkaian gerakan satu Jurus, Hiroki yang berada di tengah tengah , mengakat tangannya. Ketika tangannya diangkat, Hiroki yang berada di kanan dan kiri, menyerbu berkelebat ke arah Akio, dengan gerakan yang tidak bersama sama. Seakan keenam bayangan Hiroki itu adalah hidup dan nyata.
Akio menyambut serbuan Bayangan Hiroki, bayannyapun berubah menjadi tiga bayangan,.dengan ketiga bayangan itu, ia menyambut serbuan Jurus Hiroki. Tiga bayangan Akio, dengan sangat cepat,.menjadi satu bayangan Akio, dan membuyarkan satu persatu bayangan Hiroki.
Setelah membuyarkan satu bayangan Hiroki, kembali Akio menjadi tiga bayangan, dan ketika menyambut serangan Hiroki,menjadi satu bayangan lagi, dan kembali membuyarkan bayangan Hiroki. Sampai enam bayangan Hiroki buyar. Setiap membuyarkan satu bayangan Hiroki,terdengar ledakan besar dan hempasan angin yang kencang.
Gerakan berubah ubah Akio, yang menjadi tiga bayangan dan menyatu menjadi satu bayangan saat melepas pemuncak jurusnya, terjadi begitu cepatnya. yang nampak hanyalah bayangan mereka yang berkelebat tanpa bentuk.
Pada bayangan terakhir,yaitu tubuh Hiroki yang tersisa satu, kembali Akio menjadi tu
tiga bayangan, dan dengan cepat, dua bayangannya menyatu dengan bayangan yang satunya,dan menghantam dengan keras ke arah Hiroki, Hiroki yang pada saat itu, seakan terpana dengan kekuatan Akio, walaupun hanya sedetik,.sudah merupakan suatu kelengahan, Akio sendiri tidak bermaksud untuk membunuh Hiroki,seperti yang dipesankan oleh Furio,gurunya.
Namun saat ini, sudah tidak mungkin lagi untuk menghentikan serangannya, jaraknya dengan Hiroki,hanya selangkah kaki, telapak tangannya, sudah akan mengenai dada Hiroki, semua yang menyaksikan pertarungan ini,tersentak kaget,dengan apa yang terjadi...
__ADS_1
" desssshh!"
Semua mata terbelalak kaget. Hiroki masih berdiri ditempatnya, sepertinya sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Kini ada orang yang berdiri didepannya. Pakaiannya serbah putih, rambut yang panjang dan telah memutih semua. Lelaki tua,yang telah berusia delapan puluh tahun.