
Akio sangat serius dalam berlatih. Dua Bayangan tubuhnya yang kemudian bergerak menyatu kembali menjadi satu bayangan, dengan satu bayangan itu, gerakan serangan Akio semakin mengerikan.
Akio menyerang kedepan, disetiap gerakannya, tanah dan batu disekitarnya, terbelah dan hancur. Ditanah terlihat sayatan sayatan pedang sedalam lima centimeter, yang tak terhitung jumlahnya. hampir semua permukaan tanah yang dilewatinya, dalam sekejap terdapat seribu lebih guratan.
pada saat Akio sedang berlatih di sebuah lembah di pegunungan Yoshinoyama itu, di lembah yang lainnya, bergerak sekitar seratus orang Ninja. Gerakan mereka sangat ringan. Bergelantungan dan berlompatan dari puncak pohon ke puncak pohon lainnya.
Mereka bergerak ke arah tempat Perguruan Samurai. Apa yang akan mereka lakukan ? Rupanya Perguruan Teratai Putih, setelah mendapat informasi dari Pembantai Dewa, saat itu juga menginformasikan hal itu kepada Organisasi Ninja Jepang. Ini adalah Organisasi yang berpusat di ibu kota Jepang,Tokyo. Dalam Organisasi ini, ternyata ada orang orang Perguruan Teratai Putih.
Perguruan Teratai Putih, ternyata telah menyusupkan para muridnya kedalam Perguruan perguruan besar, hampir di seluruh dunia. Bahkan didalam Organisasi Master Internasional, orang dari Perguruan ini, menduduki tempat yang lumayan tinggi.
Saat Ketua memutuskan untuk memantau Perguruan besar lainnya,bukan tanpa alasan. Sebab disana ada para muridnya,yang bahkan juga menduduki sebagai kepala pelatih, ada yang sebagai penasehat, bahkan ada yang sebagai wakil perguruan. menyusupkan murid murid Perguruan ke perguruan lainnya, sudah ada dilakukan sejak Chan Moi menduduki sebagai Ketua Perguruan Teratai Putih, dua puluh tahun yang lalu. Tujuannya adalah untuk mencari informasih keberadaan Pedang Ular. Ternyata tindakannya ini memberi keuntungan kepada Perguruan yang dipimpinnya. Hampir semua ilmu dan jurus rahasia perguruan besar lainnya, dipelajari untuk mencari tahu kelemahannya.
Lima tahun setelah penyusupan murid murid Perguruan Teratai Putih, sejak saat itu, mereka hampir selalu meraih kemenangan dalam ajang pertandingan silat internasional yang resmi. Dan kini,dalam menghadapi bahaya yang besar, Perguruan Teratai Putih menugaskan para murid mereka yang tersebar dalam perguruan besar silat lainnya itu.
Kini, para Ninja yang ada murid murid Perguruan Teratai Putih yang berada di Organisasi Ninja Jepang ini, di tugaskan oleh ketua mereka, untuk menyerang aliran sekte kuno samurai yang tertutup, di pegunungan Yoshinoyama. rupanya masih ada dendam kesumat antara Perguruan Ninja Jepang dengan Perguruan Samurai, sejak perang dunia pertama. Awal mula perselisihan dua kekuatan di Jepang ini, adalah pihak Samurai yang tetap menginginkan pemerintahan yang dipimpin oleh kaisar. Sedangkan pihak Ninja,menginginkan perubahan. Dan pihak Ninja dapat mempengaruhi kaisar saat itu, dan menjadi negara parlementer. Namun, Tidak semua perguruan Samurai adalah musuh Perguruan Ninja Jepang.
__ADS_1
perguruan Ninja Jepang ,dalam menghadapi Perguruan Samurai, akhirnya bersatu dan membentuk Organisasi Ninja Jepang, sejak Jepang berdiri sebagai negara. Hal ini dilakukan, karena melihat statistik pertemuan mereka yang lebih banyak kalah dengan orang orang Samurai. Dan pembentukan Organisasi Ninja Jepang ini di dukung oleh pemerintah sejak saat itu.
Organisasi Ninja Jepang, sudah lama mengetahui adanya sekte kuno Samurai yang bersifat sangat tertutup. Mereka lebih dikenal sebagai sekte agama.yang juga sangat misterius. Namun tidak ada alasan yang kuat bagi Organisasi Ninja Jepang, untuk menghancurkan sekte kuno Samurai itu.
Akio dan gurunya Master Liu Heng, merasakan aura yang sangat kuat dari arah lembah. Namun kemudian menghilang.
" Akio, mari kita lihat, ada apa di lembah sebelah sana " kata Master Liu Heng sambil menujuk kearah datangnya aura yang baru saja mereka rasakan itu. Kemudian, dua bayangan berkelebat cepat kearah lembah.
Diatas puncak sebuah gunung, seratus orang Ninja ini berhenti, untuk mengamati markas sekte samurai. Seratus orang Ninja ini di pimpin oleh wakil Ketua Organisasi Ninja Jepang. Seorang keturunan Cina, yang bernama Jiang Ho. Nama Jepangnya adalah Arata Keno. Seorang mata mata susupan dari Perguruan Teratai Putih.
" kita membagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok terdiri dua puluh lima orang. Kelompok pertama di pimpin oleh Serigala Hitam. Tugas kalian mengamati setiap pergerakan yang ada di markas. Kelompok kedua ,dipimpin oleh Beruang Merah, tugas kalian, menyergap dari arah belakang, setelah kelompok ketiga menyerbu masuk dari arah depan. Kelompok ketiga ,aku sendiri yang akan memimpin. Kelompok ke empat, di pimpin oleh King Kobra. Tugas kalian, setelah kelompok ketiga menyerang, kalian membakar gedung dan markas samurai. serangan kita secara bertahap. Dan menunggu hasil dari kelompok Serigala Hitam. Kelompok pertama yang akan menyerang dari depan. Setelah kelompok pertama menyerang, dan memancing perhatian semua Samurai, kelompok King Kobra, masuk dan membakar semua fasilitas markas, bersamaan dengan itu, kelompok Beruang Merah menyerang dari belakang. Apa semua sudah paham ?" tanya Arata Keno,atau Jiang Ho ini.
" paham ketua. " jawab serentak anggota Ninja yang ada.
" baik,kalau sudah paham. Kelompok pertama, silakan maju. Kelompok kedua, juga maju menempati posisinya. Kelompok ketiga, tetap ditempat, kita menunggu informasi dari kelompok pertama.kelompok keempat, harus berada di kedua sisi markas, sehingga kegaduhan yang kalian timbulkan dengan membakar markas itu, secara serentak. Semua serangan menunggu serangan dari kelompok pertama. Itulah tandanya."
__ADS_1
Setelah memdapat tugas ,masing masing kelompok berpencar. Kelompok Serigala Hitam, memakai pakaian para pejiarah keagamaan. Diarea sekitar markas,memang ada candi kuil dari aliran sekte kuno ini. Kedua puluh lima orang ninja itu kini berbaur dengan para pejiarah kuil.
Memasuki wilayah markas Samurai, ada gapura besar, bertuliskan selamat datang kepada pejiarah. Tidak ada yang menjaga. Layaknya sebuah kuil kuil keagamaan lainnya. Dan juga tidak ada samurai yang menenteng samurainya. Semuanya berjalan sangat normal. Memang bagi masyarakat awam, ini adalah biara agama dan kuil tempat penyembahan. Masyarakat tidak ada yang mengetahui,bahwa sesungguhnya, dibalik penampilan para pendeta yang melayani di kuil itu, mereka adalah anggota Sekte kuno Samurai. Para master Samurai.
Seharian, ke dua puluh lima orang itu mengamati keadaan markas ini. Setelah sore, lima orang dari mereka kembali ke puncak gunung,untuk memberi laporan.
Jiang Ho, setelah mendapat laporan, dan mendapatkan gambar denah markas itu, lalu tersenyum. Seperti yang ia bayangkan, ternyata markas ini tidak di jaga dengan ketat pada saat siang hari. Bagaimana dengan malam hari ? Kelompok Serigala Hitam, berjumlah dua puluh orang, ternyata bersembunyi di sekitar markas, untuk mengawasi keadaan pada malam hari.
Sekitar jam tujuh malam, handphone Jiang Ho bergetar.
" lanhsung saja melapor. " kata Jiang Ho, tidak membuang waktu
" ketua, pada malam hari, saat ini, kuil sudah tidak ada pengunjungnya. beberapa pengunjung,ternyata adalah para Samurai. Mereka sudah masuk semua ke dalam gedung besar itu. Yang diluar, di depan pintu gerbag gapura, ada dua orang samurai yang berjaga, di halaman kuil, ada enam orang yang berjaga, dua di sebelah kiri, dua di sebalah kanan, dan dua lagi melakukan perondaan. Di depan gedung besar, ada lima orang yang menjaga. Itu saja ketua. " seorang Ninja berbisik membuat laporan,via handphone.
" bagus. Jadi semuanya ada tiga belas orang yang berjaga. Kita mulai menyerang pada jam sepuluh malam. " jawab Jiang Ho, kemudian menutup handphonenya.
__ADS_1