
Kini,ketiga orang kakek tua ini saling berhadapan, berdiri dengan sikap santai,namun sesungguhnya dalam keadaan waspada.semua panca indra yang matang terlatih,otomatis meningkat dalam kewaspadaan tertinggi.
Tuan Bhava ,memahami sifat tuan Furio, rupanya orang ini hanya mengikuti perasaannya sesaat. Ia tidak menaruh dendam. Orang yang kaku dalam menjalani aturan. Tegas dalam keputusan. Baginya peraturan adalah segalanya. Karena peraturan itulah, maka dunia bisa tertib dan aman. Tuan Furio adalah orang baik. Itulah kesimpulan tuan Bhava terhadap tuan Furio.
Bagi Pembantai Dewa, tuan Bhava sekilas memahami karakternya. Halus,sabar dan tidak banyak bertingkah. Orang seperti ini yang harus lebih diwaspadai. Pandai dalam menyembunyikan kemampuannya.
Setelah memahami karakter dua orang dihadapannya,tuan Bhava memulai serangannya. Ia memilih menyerang tuan Furio terlebih dahulu, namun baru hendak bergerak, tuan Furio terlebih dahulu bergerak menerjang ke arah Pembantai Dewa.
Tuan Furio ingin mengukur kekuatan Pembantai Dewa.
Kali ini,mereka benar benar melupakan kehadiran ketua Perguruan Teratai Putih dengan dua orang sesepuhnya. Yaitu Dewa Raja Pedang dan Dewa Naga. Bagi ketua Perguruan Teratai, pertandingan ketiga orang kakek itu hanyalah pengalihan akan permasalahan. Dan hal itu berhasil dengan baik. Sebab untuk sesaat, suasana yang mencekam,berubah menjadi santai. Terlebih, tuan Furio, yang seakan sudah melupakan permasalahannya.
Ketua Perguruan Teratai Putih,hanya mengkerutkan keningnya. Ada agenda dalam kunjungannya ini,selain memberi penjelasan akan kedudukan Perguruan terhadap kasus Jiang Ho. Namun jika suasana seperti ini, untuk sementara waktu, dia mengurungkan niatnya.
Di halaman pertandingan, ketiga orang kakek itu saling menyerang dengan dasyatnya. Tiga bayangan berkelebat cepat saling menyerang ke kiri dan kanan, abu debuh tanah berterbangan. Angin berhembus kencang bagai badai ,menerpa sekelilingnya.
Pada saat ketiga bayangan itu saling serang dengan dasyatnya, berkelebat bayangan lain bergabung, sambil tertawa tawa.
__ADS_1
" Hahahaha....tiga orang tua bangka , mengapa kalian bermain main tanpa mengajakku, ni kuhajar kalian...hahaha..."
Setelah mengatakan demikian, ia langsung saja menyerang. Ia tidak memilih,siapa yang diserangnya, ia hanya melepaskan pukulannya ketengah tengah tiga orang kakek itu.
Chan Moi sontak berdiri,ketika mengenali suara itu. Bukan lain, dia adalah Dewa Mabuk, yang dikirim ke Jepang oleh Tetua Agung , mengapa sekarang berada disini ?
" Chan Moi, tenanglah. Dia memang begitu. Tapi sudah pasti , ada alasannya." Dewa Naga mengingatkan Chan Moi.
Kehadiran Dewa Mabuk dalam pertandingan ,menambah keseruan.
" Hahaha...kalau belum saling kenal, mari kita berkenalan..." selesai mengatakan demikian, Dewa Mabuk langsung merangsek maju,menyerang dengan jurus Inti Api. Hawa panas,bukan hanya menyerang tuan Bhava, tetapi juga dirasakan oleh tuan Furio dan Pembantai Dewa.
' Perguruan Teratai Putih,' desis tuan Furio, yang langsung memapah serangan Dewa Mabuk dari arah samping.
" Ehh?!" seru kaget Dewa Mabuk,ketika merasakan angin menderu bagai badai dari samping. Seketika ia merendahkan tubuhnya,dan melepas pukulan Jurus Inti Api kearah samping,namun sesaat kedua jurus itu belum bertubrukan, Pembantai Dewa, dengan Jurus Inti Es, yang mengalir sempurna dikedua telapak tangannya, menyambut serangan tuan Furio dan Dewa Mabuk.
" Ceroboh.." seru tuan Bhava, dan langsung berkelebat kebelakang Pembantai Dewa, dan menyalurkan energinya.dengan menempelkan kedua telapak tangannya di bahu Pembantai Dewa.
__ADS_1
Akibatnya, terdengar suara dentuman keras bagaikan suara ledakan granit berkekuatan besar. Lubang ditanah sedalam lebih dari dua meter,dengan lebar menganga yang melebihi lima meter. Tanah yang meledak seketika membumbung tinggi melewati atap rumah.
Ledakan tidak akan terjadi sedasyat ini,jika tuan Bhava tidak menambah kekuatan pada Pembantai Dewa.
Tuan Furio dan Dewa Mabuk hanya bergetar seluruh badan mereka. Dan masih tetap berdiri.
Namun pemandangan dihalaman itu,belom selesai. Disekitar Tuan Furio dan Dewa Mabuk,terdapat kristal kristal putih yang berserakan sangat banyak,bercampur dengan debuh tanah.
Semua mata memandang takjub. Kristal kristal itu adalah bongkahan bongkahan es, yang membeku, akibat Jurus Inti Es, dan sebagiannya sudah ada yang mencair, oleh hawa panas Jurus Inti Api.
' Hahaha...hari ini sangat beruntung aku...bertemu dengan para ahli waris jurus jurus legenda,yang telah lama hilang. Bukan itu Jurus Inti Api, Perguruan Teratai Putih tuan ? Dan itu...itu adalah jurus Inti Es... Dan itu adalah Jurus Badai Penghapus Dosa ,tuan Furio ?"
Ketiga jurus ini,pada masa kemunculannya, menggemparkan dunia persilatan. Para pemilik jurus jurus legenda ini,adalah pendekar pendekar yang membela kebenaran dan melindungi masyarakat.
saat dunia barat memasuki belahan dunia timur, berlahan lahan, ilmu ilmu bela diri tingkat tinggi, yang tersebar di benua Asia, menghilang. Namun sebagian masih diwariskan oleh perguruan silat,namun sudah tidak murnih lagi.
Karena itulah, ketiga orang pendiri Organisasi ini,bertujuan untuk menggali kembali dan ,menemukan jurus jurus yang dasyat yang telah hilang itu. Q
__ADS_1