Dewa Perang

Dewa Perang
Memenuhi undangan Perguruan Teratai Putih


__ADS_3

Sekembalinya kelima belas utusan dari Perguruan Teratai Putih, Pak Jona menghela nafas sambil bergumam berlahan.


" perjalananmu kedepan akan semakin sulit Mosa. Namun dengan kemampuanmu ini, saya berharap jangan sampai menambah musuh. "


" saya tidak memusuhi siapapun,pak Tua "


" ya saya tahu , namun dengan adanya Pedang Ular, dan Jurus Inti Apimu, tentu akan ada klaim kepemilikan."


" maksud Pak Tua, Perguruan Teratai Putih ? Kalau begitu,kita harus mengklarifikasi, agar jangan sampai, Perguruan itu ,menuduh kita mencuri Jurus mereka"


" sudah terjadi Mosa... "


" maksud Pak Tua..."


" Hmm kau belum mengerti ? Mengapa Perguruan Teratai Putih mengundangmu kesana ? Tentu untuk meminta engkau menyerahkan Pedang Ular, yang mereka pikir itu adalah hak mereka,mikik Pusaka mereka. "


Mosa mengangguk angguk bertanda mengerti. Dia hanya berpikir, bahwa Perguruan Teratai Putih mengundangnya karena ilmu silatnya yang tinggi.


" bagaimana rencana Pak Tua ?"


" kita akan ke negri Cina. Kamu persiapkan dirimu. Kita pasti akan bertarung. Jika ada jalan lain lebih baik. Namun saya kurang yakin..." sahut Pak Jona tidak berdaya.


Beberpa hari kemudian, Pak Jona dan Mosa melapor ke Panglima, bahwa mereka akan menuju ke negri Cina, untuk memenuhi undangan Perguruan Teratai Putih. Sebagai seorang anggota tentara, perjalanan ke negri Cina dibiayai oleh lembaga Tentara Nasional. Dan tidak lupa, Panglima menugaskan Intel yang berada di negri Cina, untuk mengawal secara diam diam kedua orang master tanah air ini.


Maka berangkatlah Pak Jona dan Mosa menuju negri Cina. Ke tempat perguruan Teratai Putih. Setelah sampai di negri Cina, Pak Jona menghubungi nomor pemipin utusan Teratai Putih.

__ADS_1


Tak lama kemudian, pak Jona dan Mosa dijemput oleh orang orang Perguruan Teratai Putih ,menuju ke markas mereka.


" selamat datang tuan tuan, "


" Trimakasih, apakah kita akan langsung menuju ke markas Perguruan Teratai Putih ?"


" benar tuan. ketua kami dan para sesepuh Perguruan sudah menunggu kedatangan tuan berdua. "


Beberapa jam kemudian, tibalah mereka di Perguruan Teratai Putih. Ternyata untuk sampai ke puncak gunung, yang menjadi markas utama Perguruan Teratai Putih, mereka harus melewati sebuah danau yang cukup luas. dipinggiran danau banyak ditumbuhi bunga teratai putih. Begitu turun dari kapal penyebrangan milik Perguruan, mereka harus melewati sebuah hutan yang sangat asri dan sejuk. Hutan ini ditumbuhi oleh pohon pohon besar. Ada jalan setapak yang bersih. Jalan setapak itu sudah disemen.


Sampailah mereka di Perguruan Teratai Putih.


hampir semua anak murid Perguruan,memenuhi aula besar itu. Pak Jona dan Mosa di bawa masuk kedalam aulah, dan dipersilakan duduk ditempat yang sudah di sediakan.


Ketika Pak Jona dan Mosa duduk, suasana mulai ramai. Masing masing anak murid membicarakan orang asing yang ada di depan mereka ini. Mereka semua sangat menantikan hari ini. Melihat Pedang Ular, pusaka mereka.


"mengapa saya tidak melihat Pedang "


" apa mereka tidak membawa serta "


Semua mata tertuju kepada Pak Jona dan Mosa. pada saat itu,terdengar suara gong besar. Serentak suaaana memjadi sangat sunyi. Kemudia tirai besar terbuka, Chia Moi dan para sesepuh inti Perguruan berjalan berlahan memasuki aula besar. Sang Ketua, yang adalah seorang wanita tua, berjalan kedepan,dan berdiri di depan kursi Ketua menghadap ke arah tempat duduk para murid Perguruan.


" hormat kepada ketua " suara menggema kembali terdengar menggema memenuhi aulah besar itu.


Tak lama kemudian, setelah semua orang duduk, tampilah Pemimpin utusan Perguruan kedepan

__ADS_1


" ketua,dan para sesepuh Perguruan, murid melapor, bahwa sekarang,disini sudah hadir Pembantai Dewa dan muridnya yang bernama Mosa."


" baik sekali. Engkau sudah menunaikan tugasmu dengan sangat baik. Kepada Pembantai Dewa dan muridnya, maaf kami tidak melakukan penyambutan, namun kami sangat merasa senang dengan kehadiran Pembantai Dewa dan Mosa. Kalian adalah tamu kehormatan kami ,trimalah hormat kami "


setelah mengatakan demikian, Ketua perguruan Teratai Putih sedikit membungkukkan badannya,memberi hormat.


" Hormat kepada Pembantai Dewa " kembali semua murid Perguruan memberi salam hormat,menggema memenuhi aula yang besar itu.


" trimakasih ketua, sudah mengundang kami ke Perguruan Teratai Putih yang besar ini . Trimalah hormat kami." kata Pak Jona,sambil membungkuk memberi hormat kepada Ketua dan sesepuh perguruan .


" tentu Pembantai Dewa bertanya, apa maksud undangan kami ini. Ada beberapa hal yang akan kami minta penjelasan dari Pembantai Dewa. Pertama, apakah benar, Pedang Ular berada ditangan Pembantai Dewa ? Kedua, apa hubungan antara Pembantai Dewa dan Than Kui,Pendekar dan Pendiri Perguruan Teratai Putih kami ini. Dan bagaimana Jurus rahasia Perguruan kami, dimiliki oleh Mosa, murid Pembantai Dewa ?"


mendengar pertanyaan Ketua yang langsung ke intinya, dan tanpa sungkan, Pembantai Dewa menghela nafas berlahan. diapun tidak sungkan lagi.


" saya akan menjawab pertanyaan Ketua. Dan rasa penasaran Perguruan Teratai Putih. Pedang Ular memang benar ditemukan oleh kami. Kedua, saya tidak mempunyai hubungan dengan Pendiri kalian. Ketiga, Jurus yang dimiliki oleh muridku ini, bukan warisan siapapun. Ini asli Jurus Inti Api yang tercipta dengan sendirinya dalam tubuh muridku ini. Aku yang membantunya, untuk menguasai Energi itu. "


Semua yang hadir mendengar penjelasan Pak Jona, kurang merasa puas. Tapi sebenarnya mereka merasa cemburu dengan jurus Inti Api Mosa. Mereka yang telah berlatih bertahun tahun,namun belum mampu mengeluarkan jurus Inti Api. Bagaimana bisa mereka terima, orang lain yang tanpa latihan, telah ada unsur Jurus Inti Api dalam tubuhnya ? Dan mereka tidak percaya dengan penjelasan Pak Jona. Sebab kalau mereka menerima ppenjelasan ini, maka mereka harus terima,bahwa memang tidak ada hubungan antara Pak Jona dan Pendekar Than Kui. Namun bukan itu tujuan mereka.


" Pembantai Dewa, tahukah engkau,kalau Pedang Ular itu adalah Benda Pusaka Perguruan kami ?" tanya Chia Moi.


" tidak. Aku tidak mengetahuinya. namun bagaimana kalian mengklaim Pedang Ular adalah Pusaka perguruan kalian, jika kalian sebenarnya belum pernah melihat Pedang itu ?"


" memang benar Pembantai Dewa. Kami belum pernah melihatnya.bahkan para pendahulu kamipun tidak ada yang pernah melihatnya."


"Nah...kalian saja belum pernah melihat rupa Pedang Ular itu. Bagaimana kalian mengklaim suatu benda, yang tidak ada ?"

__ADS_1


" Pendiri Perguruan Teratai Putih adalah Pencipta dan Pemilik Pedang Ular . Kami sebagai anak murid beliau, tentu berhak memiliki semua peninggalan Pendiri kami "


" Tetapi, Pendiri Perguruan kalian,tidak memberikan Pedang Ular kepada kalian, dan meninggalkan Pedang ini kepada kelian. Bagaimana.bisa Pedang Ular adalah milik Peeguruan kalian ?"


__ADS_2