Dewa Perang

Dewa Perang
Pertarungan dua dewa


__ADS_3

Akhirnya,pertandinganpun dimulai.


dewa naga mencoba jurus barunya. Yaitu guntur bumi. Ia maju berkelebat, menyerang,sambil berteriak, suaranya bagai gempa bumi, tanah ikut begetar,menyerang ke arah pembantai dewa. Walaupun pembantai dewa sudah siap,namum ia tidak menyangkah, dewa naga langsung menyerangnya dengan jurus jurus pilihan. Rupanya, dewa naga tidak ingin membuang kesempatan. Dan tentunya, dengan bertanding hanya dalam lima puluh jurus, tentu, harus bertanding dengan jurus pilihan.


Pembantai dewa terhuyung beberapa langkah kebelakang, sambil mainkan jurus awan angin. Pembantai dewa,kemudian berkelebat cepat berputar mengelilingi dewa naga, sambil melepaskan pukulan dengan jurus awan angin. Jurus awan angin,mampu menahan jurus guntur bumi dewa naga. Dewa naga tidak terkejut,sebab jurusnya ini belum sempurna benar. Tapi sudah mampu mendorong mundur pembantai dewa.


Dewa naga pun berkelebat memapah serangan pembantai dewa yang masih memainkan jurus awan angin. Kali ini dewa naga menggunakan jurus inti api alirannya. Kedua terlapak tangan dewa naga berubah merah bagai bara api,menyerang langsung ke dada pembantai dewa.


Ketika kedua jurus bertemu,telapak tangan dewa naga semakin merah.tentunya dewa naga agak terkejut,sebab ia merasakan tiba tiba tenaga dalamnya semakin kuat. Pembantai dewapun terkejut, sebab suhu sekitarnya berubah panas.


Pembantai dewa kemudian berjungkir balik diudara, sambil melepaskan pukulan jurus awan anginnha. Namun hasilnya,semakin buruk. Ia merasa seakan dirinya masuk kedalam kobaran api. Kakinya baru menyentuh tanah, belum sedetik, ia kembali melompat jauh kebelakang, untuk keluar dari jangkauan jurus dewa naga.


" setan tua, jurusku malah menambah daya serang jurusmu..." gerutu pembantai dewa.


" jurusmu akan menambah daya serang jurusku. Itu yang aku latih selama ini ,pembantai dewa.." balas dewa naga sambil tersenyu menang.


" baru dua jurus, apa kau akan kalah ?" tanya dewa naga dengan sinis.


" ehh ..tua bangka yang suka berkelahi,aku hanya kaget, apa selama ini hanya itu kempuanmu?" ledek pembantai dewa dengan santainya.


" Mosa, ingat itu, jurus inti apimu,dikombinasi dengan jurus awan angin,jurus inti apimu akan sangat luarbiasa"


Mosa yang mendengar pembantai dewa mengatakan demikian,hanya mengangguk kepalanya,dengan kening berkerut. Ia berpikir keras, bagaimana caranya?


"pak tua...bagaimana caranya?" akhirnya ,Mosa bertanya.


" kau pikirkanlah sendiri heh?.."


Kembali dewa naga menyerang pembantai dewa dengan jurus yang sama. Serangan dasyat kembali diperlihatkan dewa naga. Pembantai dewa menyambut dengan jurus ombak. Samudra. Ketika kedua kekuatan bertemu,terdengar ledakan besar. Pembantai dewa terdorong kebelakang beberapa langkah. Sedangkan dewa naga tetap berdiri ditempat, dan badannya bergetar hebat.


Suasana menjadi sunyi. Diantara keduanya ada lubang lebar sedalam hampir semeter,dengan tanah sekitarnya retak retak.


" seri?" gumam beberapa penonton.


dewa naga dan pembantai dewa,masih berdiri berhadapan dengan jarak yang agak jauh. Pakaian mereka ada yang robek,dan diujung bibir ada darah yang mengalir.


Kali ini,dewa naga benar benar kaget. ' tenaga dalam kami seimbang ? Ini artinya, dia telah mencapai tingkat dewa ?' batin dewa naga. Ia mulai ragu, apakah ia mampu mengalahkan pembantai dewa ?


Dewa naga kemudian melangkah maju beberapa langkah. Pembantai dewa pun melangkah maju.

__ADS_1


Sebelum dewa naga berbicara, pembantai dewa bertanya


" bagaiman..apa masih mau melanjutkan ?"


" ini baru dua jurus. Dan jurus yang kupakai tergolong jurus rendah.masih ada jurus jurus pilihanku,apa kau siap ?" dewa naga balik bertanya.


" ahh..dasar keras kepala...baiklah, kali ini aku yang menyerang... Siap? Aku mulai..." selesai berkata,pembantai dewa berkelebat cepat denhgan ilmu meringamkan tubuhnya yang telah sempurna. Tiba tiba ia menghilang. Hanya terlihat bayangan yang berkelebat cepat menerjang ke arah dewa naga,dengan jurus ombak samudra. Dewa nagapun menyambut serangan pembantai dewa, dengan memainkan jurus perisai naga.


Namun kini,pembantai dewa menggunakan ilmu meringankan tubuhnya yang telah sempurna. Ia menyerang dewa naga dari segala sisi. Kembali dewa naga diserang dari segala sisi. Yang kelihatan, dewa naga hanya berputar ditempat bagai gasing,menangkis serangan pembantai dewa. Semua serangan pembantai dewa mampu ditangkis atau dihindari.


Pembantai dewa terus menyerang dengan dasyat. Sesekali ia mengkombinasikan sengan jurus awan angin,untuk menembus jurus perisai naga. dua bayangan berkelebat , dewa naga berkelebat sambil berputat cepat di tempatnya, sedangka pembantai dewa hampir tidak kelihatan,yang nampak hanyalah bayangannya.


Semu penonton menahan nafas,dengan ketegangan yang tak pernah kendur. Mereka menyaksikan pertarungan dua dewa. Ilmu dan jurus jurus andalan terus dikeluarkan, namun belum ada tanda tanda,siapa yang kalah.


Sehebat apapun kita,akan takluk oleh sang waktu. Karena faktor usia, staminapun akan kalah. Keduanya sudah bermandikan keringat.


Tiba tiba,dewa naga melompat tinggi bagai naga naik ke langit,kemudia berbalik dengan kepala kebawah,menyerang dari atas,bagai burung elang menyambar anak ayam.


Dewa naga memainkan jurus dewa turun ke bumi. Kedua tanganya mendorong ke bawah,kearah pembamtai dewa.


Pembantai dewa merasakan tekanan dari atas yang sangat kuat. Pembantai dewa lalu mendorong tangannya keatas, dengan jurus awan angin yang sangat kuat. Tangan satunya lagi memainkan jurus ombak samudra dan dipukulkan dwngan kekuatan yang sama besarnya ke arah atas,menyambut jurus dewa turun kebumi. Untuk sesaat,desakan tekanan tertahan,namun berlahan semakin berat. tiba tiba...


" plekk!" terlapak kaki pembantai dewa amblas,masuk ke tanah setinggi mata kaki.


terdengar penonton berkata. Semua penonton berdebar debar.


Kini,keadaan pembantai dewa semakin berat.


tekanan yang dirasakannya semakin berat,seakan berton ton beban yang dipikulnya. Udara sekitarnya semakin padat.


" menyerahlah...kalau tidak,engkau akan hancur tergilas.." dewa naga memgejek.


" menyerah ?" tanya pembantai dewa dengan suara tertahan.


" kita masih bertanding, mana bisa menyerah ?"


" terima ini..." dewa naga berkata . Tiba tiba dewa naga memainkan jurus inti api. Perubahan yang tiba tiba inj, membuat pembantai dewa lengah swkian dwtik. beban yang menekannha tiba tiba hilang,diganti dengan jurus inti api.


Terdengar ledakan besar beruntun swbanyak tiga kali. Jurus awan angin dan ombak samudra pembantai dewa menghantam jurus inti api. Sesaat jurus inti api menguat, namun bersamaan dihantam buyar oleh jurus ombak samudra.

__ADS_1


Kali ini dewa naga yang terlempar naik hammpir tiga meter lebih,swdangkan pembantai dewa, dengan jurus meringankan badannya, membuang badannya kesamping sambil terus bergulinngan,untuk mematahkan daya dorong ledakan.


Ketika pembantai dewa melompat berdiri, ia terhuyung huyung lalu munntah darah, kemudian swgera duduk bersila mengatur pernafasannya, ia mengalami luka dalam yang lumayan parah.


Dewa naga juga mengalami hal sama. ada luka memanjang di pipi kirinya. Melihat pembantai dewa yang duduk bersila dengan memejamkan matanya, dewa naga berjalan kearah pembantai dewa, tujuannya untuk melumpuhkan pembantai dewa.


Namun baru beberapa langkah,dewa naga terlihat terhuyung huyung,lalu segera duduk bersila. Kemudian muntah darah.


" seri..." seru penonton


" benar benar menegangkan...hasilnya imbang..."


para penonton mulai berbisik bisik.


Tak lama kemudian,pembantai dewa membuka matanya,melihat kearah dewa naga dan tersenyum. Dewa nagapun membuka matanya,menatap tajam kearah pembantai dewa.


" bagaimana engkau melakukannya ?" ia sangat terkejut. Ternyata pembamtai dewa mampu menahan jurusnya.


" hahaha...dewa naga...aku akan memberitahumu..."


" uhuk uhukk.." pembantai dewa batuk bebwrapa kali. Kemudian melanjutkan.


" ilmumu sangat tinggi. Jurusmu tadi,kau kombinasikan dengan jurus inti apimu,twntu aku akan mati karena tidak bisa bernafas "


Mendengar ini, dewa naga terkejut dan mengangguk anggukkan kepalanya.


" hahaha..." sambil tetawa, dewa naga kemudian bangkit,dan berjalan kearah pembantai dewa.


Semua penonton terkejut. Apakah dewa naga akan menyerang pembantai dewa? Apakah dewa naga akan melakukan tindakan rendah ini?


melihat dewa naga mendekatinya,pembantai dewa tetap duduk bersila sambil tersenyum. Ia yakin,dewa naga tidak akan menyerangnya. Orang dengan ilmu setinggi ini,tentu tidak mungkin memyerang lawan yang sudah lemah.


Dewa naga lalu dudum bersila didepan pembantai dewa. Lalu dwngan gerakan yang sangat cepat,kedua telapak tangannya memempel di dada pembantai dewa.


Pembantai dewa tidak melawan ataupun menghindar. Ia masih menatap dewa naga dengan tertap tersenyum.


" tua bangka bodok...cepat salurkan hawa murnimu untuk memgobati luka dalammu" gumam pembantai dewa.


" aku tahu, trimakasih master Chai San" jawab pembantai dewa,kemudian memejam matanya,menyalurkan hawa murni untuk memgobati luka dalamnya,di bantu oleh dewa naga.

__ADS_1


Semua penontonpum bernafas lega.


kedua dewa bela diri telah menjadi teladan bagi mereka semua. Olah raga belah diri,bukan untuk mencari musuh, tapi untuk menjalin persahabatan. Musuh yang paling utama adalah diri kita sendiri. Mengalahkan hawa nafsu adalah sang juara yang sebenarnya.


__ADS_2