Dewa Perang

Dewa Perang
Mengunjungi Markas Organisasi Master Internasional


__ADS_3

sudah lama kita meninggalkan Mosa.


sepulangnya dari Perguruan Teratai Putih, Mosa dan Pembantai Dewa, berangkat menuju ke markas Organisasi Master Internasional.


Walau pihak Organisasi Master Internasional sudah mengetahui ancaman dan bahaya yang akan datang, tapi Mosa mau memastikan, kesiapan Organisasi besar ini untuk memantau perkembangan dunia olah seni kanuragan ini.


Markas besar Organisasi Master Internasional ini, berada di negara India. tepatnya di kota Lipulekh, yang berada dikawasan pegunungan Himalayah.


Pemimpin Organisasi Para Master ini bernama Jhoni Deong, orang Inggris keturunan Nepal. Ia seorang Master yang telah berkelana,menimba ilmu.semua perguruan silat yang terkenal sampai ke pedalaman,telah ia datangi. Bisa dikatakan, gurunya sangat banyak. ia cerdas dan sangat berbakat.


Kedatangan Pembantai Dewa dan Mosa, disambut dengan gembira oleh Master Jhoni Deong. Didalam ruangan yang sangat luas itu, terdapat lukisan Singa yang besar, lambang dari Organisasi ini.

__ADS_1


Aura mencekam menekan siapapun yang memasuki ruangan ini. Yang tenaga dalamnya biasa biasa saja, akan muntah darah dan mati tercekik. Yang mampu memasuki ruangan ini,hanya mereka yang sudah tinggi ilmu dan tenaga dalamnya.yang sudah bergelar Master.


Pembantai Dewa dan Mosa ,melangkah masuk,mengikuti Jhoni Deong dan beberapa pemimpin Organisasi, yang menyambut mereka.


" selamat datang untuk kalian berdua. Ini adalah markas Organisasi kita, ini adalah rumah kita. Persoalan apapun, yang menyangkut dengan dunia persilatan, mau atau tidak mau, mengetahui atau tidak, Organisasi mutlak turun tangan. Jadi, kedatangan tuan tuan,tentulah mempunyai maksud . " Jhoni Deong ,tanpa basa basi,menyambut kedatangan Pembantai Dewa dan Mosa, dengan kata kata penyambutan, yang memberikan sebuah harapan, dan wewenang Organisasi. Juga tersirat bahwa Organisasi bisa digunakan untuk kepentingan pribadi, asal bayarannya cukup.


" Trimakasih tuan Jhoni. Tidak ada kepentingan pribadi atas kedatangan kami berdua. Kami datang untuk minta tolong dan kerjasama dari organisasi, untuk permasalahan yang terungkap, saat peristiwa di Gunung Meja. " jawab Pembantai Dewa.


" Hmm... Saya baru mendapat informasi, bahwa tuan berdua, sudah mengunjungi Perguruan Teratai Putih ?"


" Perguruan Teratai Putih,adalah perguruan yang besar. Kami juga sudah mengetahui, bahwa Perguruan Teratai Putih sudah menyusupkan mata mata mereka, ke dalam perguruan perguruan silat yang besar dan berpengaruh. penyelidikan ini berawal dari kecurigaan kami, sejak Perguruan itu terus memenangi pertandingan silat internasional."

__ADS_1


Jhoni Deong merasa kurang senang dengan tindakan Perguruan Teratai Putih.ia merasa, seakan Perguruan Terarai Putih bersaingan dengan Organisasi yang dipimpinnya.


" maaf tuan Jhoni...ada baiknya hal itu dibicarakan baik baik dengan pihak Perguruan Teratai Putih " Pembantai Dewa menanggapi keluhan Ketua Organisasi Master itu. Ia merasa, sebagai ketua organisasi besar, seharusnya, tuan Jhoni sedikit bijaksana, tidak seharus "curhat "ke orang lain .


" Hahaha...benar juga apa katamu tuan...nah..sampaikan apa yang terjadi dipuncak gunung Meja. Informasi yang kami ketahui,ya tentu kurang lengkap, dari pada orang pilihan yang mendapat tugas itu kan ?" ada nada sinis yang terpancar dari kata kata Jhoni Deong. Namun ia mengatakannya dengan mimik yang serius.


" trimakasih tuan Jhoni, karena itulah,kami mendatangi perguruan perguruan besar untuk saling bekerja sama. Tujuannya jelas, untuk membatasi ruang gerak lawan, dengan sebanyak mungkin perguruan perguruan silat bekerjasama. Perguruan Teratai Putih sudah menyatakan kesiapan mereka. Semoga Organisasi Master mau membantu." jelas Pembantai Dewa.


" Baik, saya akan merundingkannya dahulu dengan pimpinan lainnya. Namun cerita ceritakan dahulu, apa yang akan kita hadapi, sampai tuan jauh jauh mendatangi perguruan silat yang ada ?" tanya Jhoni Deong,dengan sedikit berkerut keningnya.


Akhirnya,dengan singkat dan jelas, Pembantai Dewa menceritakan apa yang terjadi di atas puncak Gunung Meja. Juga di jelaskan,bahwa kekuatan ini, sama seperti kekuatan para master, senjata api jenis apapun tidak mempan terhadap mereka.

__ADS_1


" Benar... Bahkan gerakan kita,para master bela diri, lebih cepat dari peluru...Baik..baik...saya pastikan untuk berunding dengan pimpinan lainnya. " jawab Jhoni Deong sambil menatap lekat ke arah Mosa. Ia merasa sedikit cemburu dengan kemampuan Mosa. Ia yang berkelana menimba ilmu beladiri dari guru guru dan master terkenal, tapi bukan anak pilihan alam untuk menyelamatkan dunia ini ?


Ya begitulah sifat manusia. Ambisi membuat kita kurang bijaksana. Selalu merasa bahwa diri kita yang terbaik,namun begitu menghadapi kenyataan hidup, rasa iri, dan dengki merasuki pikiran kita. Seharus aku,bukan dia.mengapa ? itulah ego yang membuat kita berpikiran sempit.


__ADS_2