
Setelah selesai makan,Mosa merasa tenaganya kembalj pulih.
" pak tua... Bagaimana,apakah aku sudah berhasil menguasai energi dalam tubuhku?" tanya Mosa.
" belum tahu, kalau belum mencobanya. Ayo berdiri, aku juga ingin tahu "
" apa yang harus aku lakukan ?" tanya Mosa bingung,tidak tahu harus melakukan apa.
"aku akan menyerangmu.kau coba gunakan energi yang baru kau latih itu,bersiaplah "
" ahh..pak tua, apakah tidak ada cara lain ?"
" anak bodok, berlatih ilmu beladiri,cara apa yang harus membuktikan kemampuanmu?"
sambil berkata demikian,pak Jona mengambil sehelai ranting, kira kira sepanjang delapan puluh centi,sebesar ibu jari kaki.
" nah bersiaplah,aku akan mwnyerang" setelah mengatakan demikian, Pak Jona menyerang ke arah Mosa.gerakannya ringan dan cepat. Terdengar angin berciutan ketika ranting menyerang,menusuk kearah tenggorokan Mosa.
Mosa telah siap. Diapun menyambut serangan pak Jona dengan memiringkan badannya,dengan sikut tangan,menepis ranting,jari tangannya balas menusuk kearah pak Jona.
Pak Jonapun cepat menunduk menyamping,sambil ranting ditangannya membabat ke arah pinggang Mosa, gerakannya begitu cepat, namun Mosa telah digembleng dengan baik oleh master Doni selama sepuluh tahun. Ia sudah membaca gerakan pak Jona,sekali sentak,Mosa melayang berputar kepala kebawa,tangan kanan mendorong ranting ,tangan kiri memukul kearah kepala pak Jona,gerakannya begitu indah dan cepat.
Gerakan Mosa yang melayang sambil melepaskan pukulan kearah pak Jona,dalam jarak dekat, membuat pak Jona harus membuang badannya ke belakang sambil menangkis.
" bagus !! Gerakan yang indah namun tidak memberi peluang ,bagi lawan untuk menyerang " kata pak Jona setelah keduanha berdiri berhadapan.
" nah terima ini !!" setelah berkata demikian, telapak tangan pak Jona berubah putih karena mengerahkan jurus inti es. Kemudian menyerang ke arah Mosa.
Mosa pun mencoba mengerahkan tenaga yang baru dilatihnya. Nampak telapak tangannya berubah kemerahan.
Pak Jona kemudian, menyerang lagi. Kini dengan kekuatan inti es. angin yang berhembus terasa dingin membeku, Mosapun.bergerak maju sambil melepaskan energi inti api.
Kini yang terlihat hanya dua bayangan saling mendekat dengan kecepatan kilat. Peryempuran latihan ini sangat dasyat, dedaunan dan pohon pohon sekitar, langsung hangus namun bersamaan membeku. Atau sebaliknya, ada yang langsung mengeras tapi kemudian langsung hangus menghitam,disambar jurus inti es dan inti api.
Setelah saling menyerang dengan dasyat ,kemudian terdengar suara ledakan beruntun, Mosa terlempar kebelakang kemudian bergulingan dan melompat berdiri,dengan badan bergoyang. Sedang pak Jona hanya terdorong mundur beberapa langkah kebelakang.
" Bagus sekali Mosa, engkau telah menguasai jurus inti api dengan baik." kata pak Jona dengan nafas cepat. Ia telah mengeluarkan jurus inti es dengan kekuatan penuh. Namun keadaan Mosa masih segar. Tidak kelihatan kalau kelelahan. walaupun tadi ia terlempar kebelakang. Ini artinya, Mosa belum menggunakan semua tenaganya.
Pak Jona melihat, telapak tangan Mosa masih merah oleh jurus inti api. Dan mata merah Mosa menatap pak Jona dengan aura kemarahan yang kental.
__ADS_1
" wah bahaya ,ini anak malah dikuasai oleh jurusnya. Inilah efek dari jurus inti api, penggunanya bisa kehilangan kesadarannya." batin pak Jona.
Sejurus kemudian, dengan gerakan yang sangat cepat, tiba tiba pak Jona.menghilang, dan tak lama kemudian telapak tangannya menempel di tengkuk Mosa.
Sesaat kemudian, mata Mosa berangsur angsur pulih.kesadarannyapun kembali .
" nah sekarang hancurkan batu itu dengan kekuatan penuh jurus inti api " perintah pak Jona sambil menunjuk ke samping. Sekitar belasan meter jaraknya dengan tempat Mosa berdiri.
" baik" jawab Mosa sambil melpat kearah batu besar ,kemudian melepaskan pukulan yang mengandung hawa panas.
Mosa terus memukul hingga batu yang sebesar rumah itu hilang lenyap,yang tersisah hanya pecahan pecahan kecil yang berserakan disekitarnya. Ketika batu batu itu mendapat pukulan yang berhawa sangat panas dari jurus inti api, ada beberapa yang menjadi bara api dan berhamburan.
Badan Mosa telah basah oleh keringat.
pak Jona kembali tersenyum lebar. Solusinya telah ia dapati. Jika Mosa menggunakan jurus inti api, dan tidak menyalurkannya, maka jurusnya itu akan mempengaruhi pikiran Mosa, sehingga ia kehilangan keaadarannya. Maka satu satunya cara,hanyalah agar Mosa lekas menguasai energi yang satunya lagi,yaitu jurus inti es.
Mosa masih berdiri menhadap kearah tempat batu besar yang baru saja dihancurkannya itu.berdiri diam tanpa bergerak.
" Mosa..."
"pak tua...lekas kemari"
" itu...pedang pak tua?!" tanya Mosa ragu.
pak Jonapun terkejut lalu mendekat. Tepat dibawah batu besar yang hancur oleh pukulan Mosa,ada sebilah pedang yang masih sangat utuh dan mengkilap kehitaman.
" tidak mungkin..." kata pak Jona sambil mengulur tangannya,untuk mengambil pedang itu.
namun tiba tiba
"ahh...." pak Jona melompat mundur dengan wajah pucat,dan langsung duduk bersil mengatur pernafasannya.
"pak tua...apa yang terjadi ?" tanya Mosa sambil berlari kearah pak Jona. Pak Jona tidak menjawab,wajahnya pucat dan matanya terpejam. Mosa agak panik,ia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Sesaat kemudian,
" aku tidak apa apa..." sahut pak Jona berlahan.
" ini jodoh...hahahaha...ini jodoh... Hahaha...." lanjut pak Jona sambil tertawa senang.
__ADS_1
Mosa sampai melompat kebelakang,saking terkejutnha, katena tiba tiba pak Jona dengan suara keras tertawa terbahak bahak.
'apakah tua ini sudah gila? Tanpa sebab tiba tiba tertawa ? ' batin Mosa sambil menatap pak Jona dengan prihatin.
" Mosa...ini jodohmu...hahaha..."
"apa ?! ...jodoh ?!" tanya Mosa bingung sambil celingak celinguk ke kiri dan kanan mencari sesuatu.
" pak tua...si ..siapa yang berjodoh dengan siapa ?!" tanya Mosa dengan merinding.
'apakah pak tua melihat ada wanita disini,dan menjodohkannya dengan aku?' batin Mosa dengan ketakutan.
" anak bodok...siapa yang menjodohkanmu dengan wanita ? " pak Jona baru sadar,jika Mosa berpikir, ia menjodohkannya dengan wanita.
" hahaha...apakah engkau ingin lekas kawin ?"
" ahhh..tidak! Tidak ! pak tua...tapi barusan pak tua berkata berjodoh ..."
" ya...berjodoh...hahaha kau berjodoh dengan pedang itu. Lekas kau ambil pedang itu. Gunakan dengan jurus inti apimu. berhati hatilah."
" baik...tapi..." Mosa ragu.
"sudah lekas kau ambil dan jinakan dia !"
" apa ? Jinakan ?"
" aihh ...anak bodok,atau otakmu yang sudah kemasukan air ? Itu bukan padang biasa.itu pedang ular. Cepat kau ambil,nanti aku ceritakan asal usulnya."
" baik ...akan saya coba"
Mosa kemudian melangkah kearah pedang.ia mengerahkan jurus inti api. Tangannya berubah warna kemerahan, ketika tangannya terulur, belum menyentuh pedang, pedang itu tiba tiba bergetar hebat, kemudian berlahan melayang diudara setinggi Mosa.
Mosa terdiam,namun tangannya masih menjulur kearah pedang. Sesaat setelah melayang, pedang itu kini bergerak cepat ke arah Mosa. Mosa sangat terkejut, dan secara refleks,ia memiringkan badanya menghindar, dan dengan cepat tangannya meraih dan menangkap gagang pedang itu.
Namun ada kekuatan besar,seakan pedang itu hidup,ia berontak,bergerek ke kanan dan ke kiri,samping,keatas dan kebawah.
Mosa tetap memegang kuat gagang pedang sambil mengerahkan jurus inti api,seperti yang diperintahkan oleh pak Jona, untuk mengimbangi hawa yang panas membakar dari pedang itu.
dua puluh menitan lamanya,baru Mosa benar benar menguasai dan menjinakan pedang ular itu.Mosa menimbang nimbang pedang di tangannya. Sambil mengayunkannya kekiri dan kanan. Setiap ayunannya,mengeluarkan cuitan angin yang nyaring. Dan kembali rumput dan pohon pohon disekitarnya menjadi layu , oleh hawa panas dari pedang itu.
__ADS_1