
Akio terlempar,dan melayang jauh kebelakang bagai layang putus benang. Namun tidak mengalami cedera.
' hmm anak muda yang ganas ' batin lelaki tua yang baru datang ,dan menangkis serangan Akio. Siapakah lelaki tua yang baru datang itu?
Jhoni Deong segera berdiri dan memberi hormat.
" Guru Besar, selamat datang" kakek tua ini adalah pendiri Organisasi Para Master Bela Diri. Bersama dengan dua orang sahabatnya,mereka mendirikan Organisasi ini. Kakek ini berasal dari India, dua orang sahabatnya masing masing berasal dari Nepal, dan seorang lagi adalah seorang Biksu Shaolin yang berasal dari Inggris.
Ketiga orang pendiri Organisasi Para Master , yang termuda adalah Bhava. Yang kini datang menangkis serangan Akio. Ia baru selesai melakukan pertapaan selama tiga tahun. ketika ia keluar dari kamar pertapaannya, ia merasakan aura yang sangat kuat dari halaman depan gedung utama markas Organisasi . Ketia ia melihat, serangan Akio yang ganas dan tak mampu dihindari oleh Hiroki, sekali berkelebat, ia menangkis.
" Siapa engkau..." gumam perlahan Akio, sambil menekuk wajahnya,dan tajam melihat kearah Bhava. Dari tangkisannya, Akio tahu, kekuatan kakek tua ini setingkat diatas gurunya,Furio.
" segala sesuatu, harus diselesaikan dengan hati yang tenang. amarah,egois dan sombong, membuat kita tersesat." jawab Bhava. sambil berbalik melihat ke Hiroki.
" Tuan, pertandingan ini adalah kesepakatan bersama. " Furio maju selangkah,sambil bekata.
" Hmm..kesepakatan bersama karena kalian sama sombongnya " jawab Bhava,tanpa melihat kearah Furio.
" Kau..siapa yang sombong ? Ini adalah keputusan bersama, bukan paksaan dari siapapun !." .sentak Furio, yang mulai agak marah, karena Bhava berbicara tanpa melihat kearahnya.
" Diri kalianlah yang memaksa.tuan Furio " jawab Bhava sambil memutar badannya, berjalan kearah Jhoni Deong.
" orang tua sombong...siapa kau sebenarnya ?" Furio menjadi gusar oleh sikap Bhava,yang tidak mempedulikannya.
Bhava berhenti tepat di hadapan Jhoni Deong, yang kini menjura memberi hormat.
" Guru Besar, maafkan Murid yang tidak menyambut."
" Hahaha...Jhoni... banyak orang yang berkumpul disini,apakah engkau merasa masih kurang orang ?"
" Guru..." sahut Jhoni Deong sambil tersenyum.
Mendengar Jhoni Deong memanggil guru kepada Kakek tua itu, mereka kini tahu,bahwa kakek itu adalah guru Jhoni Deong. Namun mereka belum tahu, bahwa kakek inilah salah satu pendiri Organisasi Para Master.
Setelah duduk dikursi,disamping Jhoni Deong, baru Bhava melihat kearah Furio.
__ADS_1
" Tuan Furio, kita sudah tua, berkatalah dengan arif,memberi contoh bagi kaum muda ini " tegur Bhava.
Furio sendiri terbelalak melihat kearah Bhava. Ia sangat marah,di tegur didepan orang banyak. Namun Bhava tidak memperdulikannya.
" Saya Bhava, Pendiri Organisasi ini..."
" Jadi kau orang tua adalah pendiri Organisasi ini, hmm pantas kau tidak memandang orang." kakek Bhava belum selesai memperkenalkan dirinya, langsung di selah oleh Furio.
" tuan Furio..."
" mengapa tuan Bhava ? Apakah engkau merasa terganggu karena aku menyela perkataanmu ?"
" tidak, aku tidak merasa terganggu. Hanya menyayangkan sikapmu tuan Furio."
" kau...seangkuh itukah pendiri Organisasi ini ?"
" tuan Furio." seru Jhoni Deong, yang sudah mulai marah,oleh sikap Furio yang provokasi itu.
Furio hanya tersenyum,menanggapi perkataan Jhoni Deong. Ia kemudian melangkah ketengah halaman.
" benar katamu itu tuan Furio. Aku tidak hebat. tapi aku akan bertindak,jika ada yang berlebihan, walau tanpa kemampuan seperti engkau." jawaban sinis tuan Bhava, seakan ia menerima tantangan tuan Furio.
" Hahaha.... Mari tuan Bhava, kita merenggangkan sedikit otot otot kita yang sudah tua ini "
" Baiklah...akupun ingin tahu, apakah otot tuamu sekeras kepalamu..."
Belum selesai tuan Bhava berkata, Furio sudah berkelebat menyerang. Tangannya yang membentuk cakar, langsung mengarah ke dada tuan Bhava. orang orang yang duduk dekat tuan Bhava terdorong ,bahkan ada yang terlempar jauh oleh hawa pukulan yang menyertai serangan Furio.
Tuan Bhava tersenyum,melihat serangan dasyat tuan Furio. Ia dengan santainya mengulurkan tangannya ,menyambut serangan.
" Bhaaamm !"
Dua tangan bertemu, dua energi bertabrakan. Suara ledakan seakan teredam. tetapi orang orang yang ada sekitarnya, terlempar bagaikan terkena bom udara. Tanah sekitarnya retak dan terbelah, diantara tuan Bhava dan tuan Furio, kini terdapat lubang yang menganga lebar dengan retakan dimana mana.
tuan Furio sendiri hanya terdorong selangkah kebelakang. Sedangkan tuan Bhava masih dengan tetap tersenyum tetap duduk ditempatnya.kursi kayu yang didudukinyapun,tidak mengalami kerusakan apa apa. Tidak ada abuh atau debuh yang menempel. Wajahnya biasa biasa saja.
__ADS_1
Kini Furio,yang sedikit terkejut. Serangannya tadi memang ia sengaja denga kekuatan penuh. Pikirnya, sekaligus untuk mengukur kekuatan Bhava. Namun tidak di sangka, justru tuan Bhava menerima pukulannya, sambil duduk di kursinya. Ia belum tahu batas kekuatan tuan Bhava.
Ketika, Furio hendak menyerang lagi, saat itu berkelebat sangat cepat,lebih cepat dari kemampuan gerakan mereka.
" Hentikan tuan tuan..." Pembantai Dewa, kini berdiri diantara dua orang ini.
" Tuan...siapakah engkau ini..." tanya Tuan Bhava, dengan tetap tersenyum.
Furio tidak bertanya,tapi matanya menatap lekat ke arah Pembantai Dewa. Ia juga sedikit terkejut dengan gerakan Pembantai Dewa. terlalu cepat. Dan tanpa aura yang terasa,saat Pembantai Dewa bergerak, dengan jurus meringankan tubuhnya yang sangat swmpurna itu.
" Tuan Bhava, dan tuan Furio, saya adalah Pak Tua Jona, dari Negara Indonesia. Mohon hentikan pertandingan ini, sebelum ada korban, dan permasalahan semakin rumit. " Pembantai Dewa tidak memperkenalkan julukannya,yang baginya terlalu wah... ia memperkenalkan nama aslinya.
" hahaha...apakah tuan mau menghentikan kami berdua ? " Furio menjawab sambil tertawa.
" tuan...kami hanya merenggangkan otot kami, jika sampai cedera, itu kurang pemanasan saja " sambung tuan Furio, sambil kembali tertawa.
" ahhh...kalau begitu akupun ingin ikut merenggangkan otoku tuan " jawab Pembantai Dewa, yang ketularan tuan Furio.
" Hahaha....kalau begitu, marilah kita bermain main..." jawab tuan Bhava, yang mulai memahami sifat tuan Furio, ketika berbicara dengan Pembantai Dewa.
Mendengar jawaban dari tuan Bhava, tuan Furio kemudian melayang ringan kebelakang,ketengah halaman. Baru saja kakinya mendarat, berkelebat dua bayangan menyusul. Kini tiga orang bediri saling berhadapan.
Mosa hanya memggaruk garuk kepalanya,melihat kekonyolan Pembantai Dewa.
" pak tua...awas encok, hahaha..." triak Mosa dari pinggir lapangan.
" Hahaha...aku akan membuat dua orang tua bangka ini terkilir Mosa..." jawab Pembantai Dewa sambil tertawa.
"Dia adalah Pembantai Dewa, Guru Besar." seru Jhoni Deong,memberi tahu gurunya ,tuan Bhava.
" ternyata Pembantai Dewa"
" wah itu..Pembantai Dewa ? pantas saja, dia berani menghentikan tuan Bhava dan tuan Furio "
semua yang hadir terkejut. Mereka tidak menyangka, ditempat ini,mereka bertemu dengan sang legenda.
__ADS_1