Dewa Perang

Dewa Perang
Jurus Inti Api melawan Jurus Inti Api


__ADS_3

setelah mundur beberapa langkah , karena ledakan akibat tangkisan. Sesepuh Perguruan yang bernama Kui Kui , berdiri mengamati Mosa. Kemudian menghadap kearah Sang Ketua. Ia membungkuk memberi hormat


" ketua, maaf atas kelancanganku. Izinkan aku untuk bertanding dengan Mosa. "


Sang Ketua hanya mampu menganggukkan kepalanya. Sesaat sebelum ia menganggukkan kepalanya, ada sinar kemarahan yang terpancar dari tatapan matanya. Memang dalam perguruan, Kui Kui ini sangat sembrono. Ia kadang melakukan apa yang menurutnya benar,tanpa menghiraukan aturan Perguruan. Seperti sekarang ini, ia yang sudah gatal tangannya untuk mengadu ilmu dengan Mosa, sudah ditahan tahannya dari tadi. Melihat Formasi Delapan Bintang kalah, ia sudah tidak tahan lagi, tanpa meminta ijin Sang Ketua, ia segera melompat ,melayang kearah Mosa, sambil memainkan Jurus Langkah Ajaib.


" Kui Kui, berlatihlah dengan Mosa. Ia calon Murid Perguruan Teratai Putih. Itu tugasmu."


Sangat jelas, Sang Ketua meluapkan kemarahannya, dengan memberi tugas Kui Kui, agar mampu mengalahkan Mosa. Dengan kekakalahan Mosa, barulah Mosa mau mengakui dan bergabung dengan Perguruan. Atau bersedia diakui sebagai murid. Ini adalah tugas berat Kui Kui. Dewa Naga, yang adalah keturunan Than Kui, ditahan imbang. Apakah dia mampu ? Setelah mengatakan demikian, Sang Ketua tersenyum,dan kembali duduk diatas kursi Ketua.


Kui Kui adalah salah seorang sesepuh perguruan yang berusia enam puluh tahun. Ia termasuk yang telah menguasai jurus Inti Api.

__ADS_1


" Trimakasih ketua, atas kepercayaan Ketua " setelah mengatakan demikian, ia berbalik menghadap Mosa.


" Mosa, aku kagum dengan kemampuanmu. Dalam usia yang masih sangat mudah, engkau sudah mampu menguasai Jurus Inti Api. "


" trimakasih atas pujian tetua, Saya yang mudah, minta petunjuk tetua " kata Mosa merendah.


" Hahaha...baik..aku akan memberimu petunjuk. Namun sangat disayangkan, petunjukku ini sangat keras. Apakah engkau mampu memahaminya ? Nah ...ini dia petunjukku .."


Belum selesai memberi tahu, tanpa basa basi lagi, ia melayang dengan menyerang dengan Jurus Cakar Besi, jari jari tangannya keras bagai besi,dan membentuk cakar, menuerang kearah dada Mosa. Angin berciutan bersamaan dengan gerakan tangan Kui Kui.


Tendangan, pukulan, tangkisan silih berganti. Serangan mereka semakin lama,semakin cepat. Gerakan mereka lebih cepat dari pertandingan sebelumnya. Mosa mengimbangi gerakan Kui Kui. Semakin lama Kui Kui bergerak dengan kekuatan penuh. Mereka seakan lenyap dari penglihatan para Murid Perguruan, yang memenuhi aula.

__ADS_1


" wahhh...sungguh hebat..."


" Mosa...dia mampu mengimbangi kecepatan Sesepuh "


" sehebat itukah Mosa ?"


Gumaman kekaguman berdecak memenuhi aula. Memuji kehebatan dua orang yang bertanding di aula.


Sementara itu, Kui Kui melompat mundur kebelakang. Matanya berbinar menatap kearah Mosa. Ia sangat puas. Akhirnya ada yang mau bertanding dengannya, dengan bertarungan yang sesungguhnya.


Berlahan, Kui Kui memainkan jurus Inti Api. Telapak tangannya berlahan menjadi merah, bagai bara api.

__ADS_1


Pada saat ini , Sang Ketua sudah sangat berantusias menyaksikan pertandingan. Ketika Kui Kui memainkan Jurus Inti Api, ia tidak melarangnya. karena itu adalah maksudnya. Hawa panas yang terbawa angin ,terasa sampai di tempat duduk para Murid yang menonton.


' akhirnya, aku melihat juga Jurus Inti Api yang dimainkan orang lain. ' pikir Mosa, sambil tersenyum. merasa hawa panas dari Jurus Inti Api sesepuh, bagaikan nyala api yang diujung kayu. Sedangkan dirinya adalah kobaran api unggun. Hanya Kekuatan Jurus Inti Api yang sangat kuat dan terkuatlah yang mampu membangunkan Pedang Ular.


__ADS_2