
Mosa berpikir cepat, jika sampai Ketua Perguruan Teratai Putih kalah ditangannya, sudah pasti, Perguruan Teratai akan memusuhinya. Sekian detik kemudian, hawa hangat menyapu pergelangan tangan Sang Ketua. Ketua yang masih sangat terkejut dengan kejadian yang menimpanya, belum sempat menarik tangannya, ketika bongkahan tipis es yang menempel di tangannya hilang seketika. Kejadian ini begitu sangat cepatnya, seakan terjadi dalam satu Rangkaian gerak. Sehingga semua yang hadir ,tidak mengetahui, kejadian yang sebenarnya.
Setelah menyapu bersih tangan Ketua , Mosa kemudian membungkuk memberi hormat terlebih dahulu. Tujuannya sudah sangat jelas, untuk memberi muka kepada sang Ketua.
Chan Moi belum merasa puas. Ia tahu atas kekalahannya yang sangat tak terduga ini. Semua yang hadir tidak menyadari apa yang terjadi. Memanfaatkan kesempatan ini, sang Ketua memainkan tongkatnya. Kini tongkat yang diputarnya itu berputar cepat, membungkus dirinya. Berasamaan dengan itu, ia pun berkelebat menyerang Mosa,dengan dasyat. Yang nampak hanyalah gulungan bayangan hitam, yang melesat ke arah Mosa.
Mosa tahu, Sang Ketua masih ingin bertanding. Ia pun menyerang kearah gulungan bayangan hitam. Berkelebat dengan gesit , dua bayangan seakan saling bertabrakan. Dari dalam gulungan bayangan hitam menyebar hawa yang sangat panas. Makin lama, hawa panas semakin bertambah.
Mosa yang melihat kesempatan ini, memainkan Jurus Inti Es. Ia ingin mencoba Jurus Inti Esnya. Terdengar ledakan ledakan yang susul menyusul, seakan tidak ada habisnya. Setiap terjadi ledakan, nampak pecahan bongkahan es yang berhamburan.
__ADS_1
Setelah saling serang dengan dasyat, Ketua melompat mundur beberapa langkah.
"Jurus Inti Esmu sama kuatnya dengan Jurus Inti Api. Engkau Pemuda yang ajaib. Aku ingin melihat, kekuatan sesungguhnya Jurus Inti Esmu" puji Ketua, yang sangat kagum dengan kemampuan Mosa.
Mosa tidak menjadi sombong dengan pujian Ketua Perguruan yang terkenal di daratan Cina ini. Ia mendapatkan ini semua, dengan pengorbanan yang sangat besar. Dan latihan yang tidak mengenal kata puas. Apalagi ada tantangan di depan. musuh yang kuat belum menunjukkan dirinya. Diapun belum tahu, bagaimana rupa dan kekuatan yang akan menjadi tandingannya.
" aku akan menyerang dengan kekuatan penuh. Bersiaplah "
Setelah mengatakan demikian, sang Ketua mulai mengerahkan Jurus Andalan Perguruan mereka, yaitu Jurus Inti Api. Kekuatan penuh dan aura yang mencekam memenuhi arena pertandingan. Telapak tangan Sang Ketua berubah warna. dari kemerahan menjadi kebiruan. Ini adalah Jurus gubahan Sang Ketua, Jurus Inti Api dipadukan dengan Jurus Angin Dewa. Warna kebiruan adalah inti api dari gabungan dua Jurus yang dasyat ini.
__ADS_1
Tanah sekitar tempat Ketua berdiri bergetar hebat, semakin lama getaran semakin kuat,.abu pasir dan bebatuan yang ada mulai melayang naik.
Melihat kedasyatan jurus sang Ketua, Mosa mulai mengerahkan Jurus Inti Esnya. Aura yang dingin mencekam, melawan aura ganas Jurus gubahan sang Ketua. Kekuatan Jurus Inti Es pun berlahan meningkat, mengikat dan menekan abu ,pasir dan bebatuan yang melayang di sekitar Ketua. Berlahan beberapa batu yang melayang membeku dan pecah.
Ketua tentun terkejut. Kekuatan Jurus Mosa berlahan menekan semua benda yang melayang disekitar Ketua.dan berlahan semua benda itu kembali turun ketempatnya, dengan keadaan yang membeku.
Ketua kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah. Begitu tongkat tertancap, terpencar aura yang berwarna kebiruan, mencairkan bebatuan,dan pasir yang membeku. Kemudian sang ketua melompat tinggi, dalam gerakan Jurus Langkah Ajaib. Seketika Ketua menghilang dalam keadaan masih melayang diudara.
Mosa tetap membuka matanya, namun semua indera dalam tubuhnya, meningkat tahjam, merasakan dan melihat semua pergerakan yang ada disekitarnya. Bahkan bunyi suara kepakan sayap nyamuk yang jauhpun dapat didengarnya. Pada saat ini, Mosa bisa mendengar suara langkah kaki yang teramat banyak disekitarnya, ia tetap tenang, terus menajamkan inderanya, dan akhirnya, ia merasakan hembusan angin yang sangat halus, datangnya dari atas. Setelah memastikannya, iapun memusatkan pukulannya ke atas, menghantam kearah atas. ledakan keraspun terdengar,
__ADS_1