Dewa Perang

Dewa Perang
Perguruan Teratai Putih


__ADS_3

Jauh di negri Cina, diatas sebuah gunung ,terdapat sebuah kompleks bangunan. pemukiman ini adalah pusat perguruan Teratai Putih. Sejak santer terdengar kemunculan Pedang Ular, para tetua Perguruan Teratai Putih sudah memutuskan untuk merebut kembali ,yang seharusnya menjadi pusaka warisan mereka.


Pagi itu,sekitar jam sepuluh, terlihat kesibukan yang tidak seperti biasanya. Anak anak murid terlihat agak sedikit tegang. Mereka sibuk menyiapkan segala sesuatu. Hari ini akan berkumpul para tetua sepuh perguruan Teratai Putih. Para tetua dan anak murid yang tinggal di luar ,akan kebali untuk mengikuti pertemuan besar ini. Mereka akan mendengarkan laporan dari utusan yang kembali, yang membawa kabar besar, bahwa telah ditemukan Pedang Ular legendaris Perguruan mereka.


Semua tokoh sudah berkumpul di aula yang sangat besar. Diaula ini dapat menampung seribu orang. Ditengah aula ada tempat kosong, tempat anak murid berlatih dan mengadu ilmu silat mereka. Para sesepuh tang hadir sekitar ratusan orang. Sejak tadi yang mereka perbincangkan adalah kemunculan Pedang Ular. Dan tentu saja mereka sangat terkejut, sebab tempat ditemukannya Pedang Ular ternyata di negri yang sangat jauh. Selain itu mereka juga hadir untuk mnedengarkan perjalanan Pendekar Ular, Pendiri perguruan Teratai Putih.


Kemudian terdengar suara gong besar di pukul. Itu tandanya,para pengurus Inti perguruan akan segera tiba. Setelah bunyi gong besar tiga kali, keadaan aula tempat pertemuan itu menjadi sangat sunyi. Bahkan suara nyamukpun dapat terdengar. Tirai besar yang menghubungkan aula dengan bangunan utama perguruan terbuka.dan serentak para anak murid yang memenuhi aula,berdiri menyambut kedatangan ketua mereka. Nampak seorang wanita tua dengan tongkat berjalan berlahan didepan. Pakaiannya serbah putih, bagai jubah. namun sangat praktis dalam bergerak bermain silat. Di belakangnya, ada seorang pemuda tampan dengan membawa lambang perguruan Teratai Putih. Sebuah patung bunga Teratai yang terbuat dari pahatan batu yang sangat berat. Patung bunga itu beratnya mencapai tiga ratus kilogram. Namun di bawa dengan entengnya oleh si pemudah. Dibelakang pemuda itu, ada lima puluh orang tetua dan sesepuh perguruan Teratai Putih.


Setelah sampai diatas panggung, para hadiran yang adalah anak murid dan tetua perguruan Teratai Putih, serentak membungkuk memberi hormat .

__ADS_1


" Hormat kepada ketua " suara menggelegar memenuhi aula, menyambut kedatangan ketua PerguruanTeratai Putih. Walaupun seorang perempuan,namun untuk mmenjadi ketua sebuah perguruan silat ternama bukanlah hal yang mudah. Selain ilmu silat yang tinggi, pada zaman sekarang tentu dituntut dengan pengetahuan yang tinggi pula. Wajah yang masih kelihatan cantik pada usianya memasuki umur enam puluh lima tahun. Wajah yang cantik namun dengan tatapan mata bagai singa jantan . Aura dingin terpancar dari wajah yang cantik membuat siapapun akan menundukan kepalanya jika bertatapan dengan mata itu.


Para pengurus inti berdiri baris dengan rapi dibelakang sang ketua.


" silakan duduk." terdengar suara Ketua, yang datar ,dingin dan berwibawa,mempersilakan semua yang hadir untuk duduk. Setelah semua duduk dan suasana kembali sunyi,


" para utusan, silakan maju,dan laporkan apa yang kalian temukan dalam menjalankan tugas dari Organisasi Master Internasional dan tugas dari Perguruan Teratai Putih ." nada perintah dan mendominasi dirasakan oleh semua yang hadir.


" Hormat kepada ketua " seru mereka serentak.

__ADS_1


" ketua dan para sesepuh perguruan Teratai Putih. Kami telah menjalankan tugas dari Organisasi Master Internasional dengan sangat baik. Tiga bulan, sebelum pertandingan resmi,kami menemukan Pembantai Dewa dengan seorang muridnya. Kami juga,dalam menjalankan tugas dari Organisasi tersebut, kami juga menjalankan tugas dari perguruan, untuk mencari jejak Pedang Ular. Dan kamipun telah menemukan keberadaan Pedang Ular."


Memdengar ini, ketua perguruan mengangguk . Namun mengernyitkan alismatanya. Kemudian diapun bertanya.


" Pedang Ular, akhirnya, kami menemukanmu. Namun...mengapa kamu tidak langasung membawanya pulang ?"


" maaf ketua, Pedang Ular itu,ternyata ada di tangan Pembantai Dewa. "


" hanya seorang Pembantai Dewa, apa mungkin kalian lima belas orang kalah darinya ?"

__ADS_1


" ketua, mohon dimaafkan " serentak kelima belas orang itu berlutut.


" yang kami hadapi, adalah murid dari Pembantai Dewa.namun dengan Pedang Ular di tangannya, kami tidak mampu menundukkannya.


__ADS_2