
" pandangan tuan Bhava sungguh luas. Benar tuan, jurusku ini adalah jurus yang mengandung hawa dingin. Namun jurus ini bukanlah jurus warisan dari Pendekar Jurus Inti Es, tuan. " Jelas Pembantai Dewa, dengan suara rendah.
" ai...jadi maksud tuan...ini bukan jurus Inti Es ? Sungguh menakjubkan...tuan ..." jawab Tuan Bhava.
" hei..hei..apa kalian hanya berbicara saja? Ayo kita lanjutkan, " seru Dewa Mabuk dengan riang. Ia seperti menemukan permainan yang menyenangkan baginya.
" Dewa Mabuk...kau orang tua..ayo aku temani kau bermain.." dari arah belakang, Furio menjawab Dewa Mabuk.
' hmm jadi ini ketua Sekte Samurai itu? Aku ingin tahu kehebatannya,sampai sampai Jiang Ho,kalah.' batin Dewa Mabuk.
" Hahaha...bagus...sekte yang menyebunyikan dirinya,sekali muncul menghebohkan dunia..ayo..." setelah mengatakan dimikian, Dewa Mabuk melayang tinggi, dan dari atas,.ia melepaskan bola bola api dari Jurus Inti Api.
Mendapat serangan yang dasyat, tuan Furio kembali memainkan jurus andalannya, Badai Penghapus Dosa. Dengan kedua tangan diangkat keatas, ia melepaskan pukulan yang mengandung kekuatan angin,yang mampu melubangi baja sekalipun.
Bola bola api berbenturan dengan gumpalan gumpalan angin yang secara samar samar,telihat menyerupai bola,namun udara didalamnya berputaran bagai gasing. Memukul dan Membuyar bola api Jurus Inti Api, dengan disertai ledakan diudara yang sangat banyak.
Baru satu kakinya mendarat,Dewa Mabuk kembali berkelebat menyerang kearah tuan Furio, dua bayangan berkelebat bertemu,
" Bham!"
" Bham!
suara ledakan yang teredam bersahutan, disertai dengan hempasan angin yang mengandung hawa panas.
Sama sama mundur, dan kembali menyerang.berlanhsung seru. Semua ilmu simpanan dikeluarkan,namun belum ada yang mampu mendesak lawannya.
setelah dua ratus jurus berlalu, Dewa Mabuk melompat ke belakang sambil berseru
" cukup... ternyata Sekte Samurai Kuno memang berilmu tinggi," puji Dewa Mabuk .
" bagaimana kalau kita bermain dengan senjata ? Ayo Furio, keluarkan samuraimu." Dewa Mabuk kembali menantang duel dengan senjata.
__ADS_1
" baik...aku juga ingin tahu,senjata apa yang engkau gunakan." jawab tuan Furio, sambil meloloskan sabuk di pinggangnya, yang ternyata adalah sebuah samurai,yang berwarna kemerahan bagai tembaga. Senjata samurai ini di tempa dari batu meteorit yang jatuh, dan telah berusia ribuan tahun. Sebuah Samurai Pusaka, yang mengandung aura yang menakutkan.
Ketika Samurai itu digenggam dan di ancungkan oleh Furio, berpencar aura kegelapan yang kental memenuhi ruangan halaman . Udara sekitarnya seakan terdistorsi, dan berhenti bergerak,bagaikan berada diluar angkasa yang hampa udara. Beberapa master yang tidak kuat,harus mengerahkan hawa murni untuk melindungi diri mereka.
" Samurai yang bagus..." gumam Dewa Mabuk. Iapun kemudian mengeluarkan sebuah guci arak yang bentuknya sangat aneh. Guci arak dari tengkorak kepala naga. saat guci aneh itu diangkat, aura yang sama kentalnya dan beraroma arak,menyebar mengatasi aura Samurai tuan Furio.
Melihat Dewa Mabuk mengeluarkan Guci itu, Chan Moipun berseru kaget. Itu adalah Guci Suci Perguruan. Yang hanya dikeluarkan oleh Perguruan , selama lima puluh tahun sekali.
" nah ini senjata ku...Guci Dewa Mabuk Naga langit " seru Dewa Mabuk dengan lantangnya, setelah mengatakan demikian, ia lalu menggeser sebuah sendi pada guci tengkorak itu,lalu menuangkan arak dari dalam tengkorak itu kedalam mulutnya.
" sruhk..srukh..srukh..."
Hanya tiga kali tegukan, arak dalam guci itupun habis.
" aku siap Furio...ayo..." setelah mengatakan demikian, Dewa Mabuk berkelebat lenyap, yang nampak hanya bayangannya yang memanjang menyusul seakan berkejaran.
" Jurus Naga Langit...." seru Chan Moi dan kembali ia terkejut. Ini jurus tertinggi dari Than Kui, Pendekar Pedang Ular. Sampai saat ini, jurus ini belum ada tandingannya.
Mendengar Chan Moi berseru menyebut jurus itu, tuan Furio tidak menganggap remeh.
iapun mengerahkan jurus tertingginya. Jurus Samurai Dewa. Ketika tuan Furio berekelebat menyambut serangan Dewa Mabuk, bayangan Senjata Samurai yang diayunkannya, kini berubah sangat banyak, seakan Dewa Mabuk menghadapi ribuan orang.
Sedangkan kini, Dewa Mabuk yang menyerang, bayangannya yang memanjang dengan Guci Tengkorak Naga didepan, persis bagaikan seekor Naga yang terbang meliuk liuk di udara.
" tak tuk tak tuk !" suara Samurai yang berbenturan dengan Guci tengkorak naga,Dewa Mabuk.
Serangan yang semakin gencar dan ganas dari tuan Furio dan Dewa Mabuk, membuat tuan Bhava mengkerutkan keningnya.
Pada suatu serangan yang dasyat, Samurai tuan Furio membabat menyamping,namun bayangan Samurai yang lain, membela dari atas kebawa, dan bayangan yang lain menusuk dari arah kanan dan kiri.
Pada saat ini, posisi Dewa Mabuk begitu dekat dengan tuan Furio. Bayangan Guci Tengkorakpun terlihat mengapit kepala tuan Furio dari samping kanan dan kiri. Tidak ada waktu lagi untuk menghindar. Sedangkan samurai tuan Furiopun siap menikam dari segala arah ke tubuh Dewa Mabuk. Kedua orang yang bertanding inipun terkejut dengan situasi yang sangat berbahaya ini. Tidak ada waktu untuk berhenti atau menarik kembali serangan mereka.
__ADS_1
Pada saat yang sangat genting itu, baik tuan Bhava maupun Pembantai Dewa, sudah tidak bisa lagi untuk menghentikan mereka. Semua orang menahan nafas,dengan ekspresi kaget. Ketua Perguruan Teratai Putih, sontak berseru, sambil melompat berdiri, Dewa Raja Pedang hanya menutup matanya. Dewa Naga terkesiap.
terdengar suara yang sangat halus, seperti orang memukul bantal
" bhukk!"
Dewa Mabuk dan tuan Furio seakan berdiri saling menempel. Samurai tuan Furio maupun Guci Tengkorak Naga seakan tertahan.
Diantara senjata mereka yang hampir mengenai lawannya, ada lapisan yang sangat tipis,bagai pelangi. senjata energi, Pedang Sukma.menahan kedua senjata mereka. Di samping tuan Furio dan Dewa Mabuk, berdiri Mosa, dengan tangan sedikit bergetar, menahan kekuatan tuan Furio dan Dewa Mabuk, dengan senjata Pedang Sukmanya.
Setelah suara teredam , tuan Furio dan Dewa Mabuk, serentak melompat mundur dengan wajah pucat pasi.
mereka merasakan energi yang mereka lepaskan saat menyerang tadi,seakan berbalik menyerang mereka, tapi dengan kekuatan yang sudah berkurang jauh.
semua mamandang kaget kearah Mosa. Mereka tidak menyangkah,.seorang pemuda yang baru berusia dua puluh tahun, mampu menahan serangan ketua Sekte Samurai Kuno dan serangan Dewa Mabuk. Yang membuat mereka semakin teekejut adalah lapisan tipis warna warni bagai pelangi yang dikeluarkan dari telapak tangan Mosa itu.
Para Master yang tingkatnya sudah sangat tinggi,seperti Ketua Organisasi Para Master,Ketua Perguruan Teratai Putih, Dewa Naga,Dewa Raja Pedang,tuan Bhava, Dewa Mabuk dan ketua sekte Samurai Kuno sangat terkejut dengan apa yang mereka saksikan ini.
" Pedang Energi ?" seru tuan Bhava sambil melangkah mendekati Mosa. Demikian juga yang lainnya. Mereka memandangi Mosa dengan berbagai tatapan yang penuh tanda tanya.
'Siapa anak muda ini ?'
'Ia mampu menciptakan senjata energi ?'
' Mustahil...inilah pedang energi?'
Berbagai perasaan berkecamuk dalam pikiran mereka. Yang mereka tahu,bahwa, penciptaan senjata energi hanyalah sebuah cerita yang seakan sebuah dongeng. sudah ribuan tahun,tidak ada seorangpun master ahli bela diri ,yang mampu menciptakan senjata energi.
Hanya Pembantai Dewa, yang kelihatan biasa biasa saja.
Tetapi bagi Bhava,Furio,Dewa Mabuk,Raja Pedang,Dewa Naga, Chan Moi,Jhoni Deong, para master yang sudah berusia lanjut, mereka melihat suatu keindahan yang membuat air mata mereka menetes.
__ADS_1
Tiada kata kata yang mampu mereka ucapkan. Ini adalah senjata Ilahi tertinggi . Semua senjata pusaka apapun tidak berarti apa apa . melihat pedang ini,seakan melihat kekuatan Dewa yang sesunghuhnya.