Dewa Perang

Dewa Perang
asal usul pedang ular


__ADS_3

"pak tua..."tiba tiba Mosa berhenti memanggil. Ia melihat pak Jona mengangkat tangannya,memberi isyarat,agar Mosa mendekat.


setelah Mosa mendekat


" apa kau tidak merasakannya?" bisik pak Jona.


Mosa mengkerutkan keningnya,tidak paham dengan maksud pak Jona.


"tenang dan rasakan " lanjut pak Jona,sambil menutup matanya. Namun panca indra tubuhnya yang telah matang berlatih,tetap waspada mengamati sekitarnya.


" Hmmm...ini..ada aura membunuh yang kental dari ...samping kanan ?...kiri ?"


gumam Mosa,sambil waspada. Seluruh urat syarafnya menegang,dan penub waspada.


" ada sekitar lima belas orang " jawab pak Jona. Masih tetap duduk bersila.


" mereka orang orang cina," lanjut pak Jona.


"bagaimana pak tua mengetahui mereka orang cina ? " tanya Mosa bingung.


" aroma bau ginseng.minuman herbal yang diolah secara tradisional .aku pernah meminumnya." pak Jona menjelaskan.


"mereka sudah mengetahui keberadaanku disini.sudah sepuluh tahun, saatnya memenuhi janji."


" hanya dari sekte Awan Putih dari negri Cina, yang mewajibkan murid murid mereka mengkonsumsi ginseng ,pagi dan sore untuk menambah dan menjaga stamina tubuh ,sambil berlatih ilmu beladiri aliran mereka." pak Jona masih menjelaskan tamu yang akan datang itu.


" hahaaha...wawasan pak tua memang luas,sungguh aku kagum ." tiba tiba, di depan mereka, sekitar delapan meter, muncul seorang pria,dengan pakaian ninja.


Mosa langsung berdiri di samping pak Jona, ketika muncul ninja ini.


" kalian ada lima belas orang, mengapa yang lainnya masih bersembunyi ?" tanya Mosa.


" hebat...engkau bahkan mengetahui kalau kami ada lima belas orang?!"


" tidak sulit untuk mengetahui, engkau orang cina,jauh dari negrimu, dan sekarang berada di dalam hutan belantara di daerah terpencil di negara ini, tentu kamu tidak sendirian " jawab Mosa.

__ADS_1


" aku semakin kagum dengan engkau ,anak muda. Kalau boleh tahu,siapakah engkau?"


" aku akan memperkenalkan kami,tapi suruh teman temanmu untuk tampil dan jangan bersembunyi lagi." jawab Mosa.


" baik..baik..." kemudian, ninja itu bersuara meniru suara burung. Dan tak lama kemudian bermunculan para ninja dari segala sisi.


" baiklah aku akan memperkenalkan diriku dan orang tua ini. Namaku Mosa. Dan orang tua ini adalah Pemb...."


"namaku Jona.panggil aku pak tua Jona." tiba tiba pak Jona menyela perkataan Mosa. Mosa mengerti maksud pak Jona,yang tidak ingin memperkenalkan julukkannya.


" nah..sekarang,kalian telah mengenal kami. Sekarang ,siapa kalian, dan kemana tujuan kalian." tanya Mosa,setelah sesaat, dia melihat,pak Jona kembali menutup matanya, mengobati luka dalam,yang tidak disengaja saat hendak menyentuh pedang ular.


" kami dari sekte awan putih,di negri Cina. Kami mendapat tugas dari organisasi master dunia, untuk melakukan suatu tugas." jawab ketua ninja.


" kami mengikuti jejak murid dari master Doni. Dan kebetulan lewat sini. Biasanya para master tidak suka tinggal di kota yang udaranya telah terpolusi.mereka biasanya tinggal di hutan hutan lebat, untuk bermeditasi menghimpun hawa murni."


Ketika,ketua ninja itu mengatakan demikian, Mosa agak terkejut. rupanya, orang orang dari sekte awan putih ini,mahir dalam mencari jejak dan informasi. Lebih kaget lagi, karena ternyata dia yang mereka cari.


Perubahan raut wajah Mosa, tidak terlepas dari pengamatan ketua Ninja yang berpengelaman ini.


Kembali Mosa terkejut. Ternyata, pedang ini sangat hebat ? Auranya saja bisa dirasakan dari jauh ?


" Aaahhh itu...itu..." tiba tiba,ketua ninja berseru kaget,sambil menunjuk ke arah tangan Mosa, yang memegang pedang ular.


" Hahaha...tak disangka...ratusan tahun,dari para pendahuluku, kami mencari pedang itu,akhirnya dapat juga." kata seorang ninja dengan bahasa Indonesia yang agak kaku.


" anak muda...mari serahkan pedang itu...itu pedang milik sekte kami."


" pedang ini...sudah ratusan tahun kalian mencarinya? Ini pedang hilang. Dan berada di dalam negara kami.jauh dari negri kalian. Aku yang menemukkannya. Akulah pemiliknya. " jawab Mosa, yang enggan menyerahkan pedang pusaka ini.


" ya benar katamu... Namun,kamilah pemilik aslinya." jawab ketua ninja.


" pemilik asli? Telah ratusan tahun tanpa pemilik. Ini barang antik. Tidak peduli dari mana asalnya, jika aku serahkan ke pemerintahku, maka akan menjadi barang antik negara,yang harus dilindungi " kembali Mosa menjawab.


Mendengar Mosa berkata demikian, semua ninja Cina ini terdiam. Mereka mengakui kebenaran yang dikatakan Mosa.

__ADS_1


" anak muda...apakah engkau tidak mau menyerahkan pedang itu ?" tiba tiba, seorang ninja maju kedepan. Ia merasa tidak puas,jika hanya berdebat. Dari tadi ia telah memperhatikan Mosa. Tidak ada yang istimewah dari Mosa. Kebetulan saja ini orang menemukan pedang ular ini,tanpa memiliki kemampuan. Berpikir demikian, ia maju sambil bertanya. namun,ia tidak melangka melewati pemimpinnya. Kemudian membungkuk ke arah kemimpinnya dan berkata


" ketua,biar aku saja yang mengambil pedang itu "


" baiklah...hati hatilah...seorang pemudah yang mampu memegang pedang ular,bukanlah orang biasa." bisik ketua ninja,memperingati bawahannya.


" siap! Ketua!"


Kemudia, ninja itu maju kedepan. Berhenti sekitar tiga meter dari Mosa.


'hmm aku ingin mengetahui kehebatan pedang ini' pikir Mosa.


" Mosa, berhati hatilah...jangan mencelakai orang " tiba tiba pak Jona,memperingati Mosa.


" tenang saja pak tua...aku hanya menguji kekuatan pedang ini ." jawab Mosa santai.


" apakah engkau ingin mengambilnya ?" tanya Mosa.


Ninja itu tidak menjawab, ia menatap lekat kearah Mosa, sesaat kemudian, ia bergerak ke arah Mosa. Mosa mengkerutkan keningnya,karena gerakannya begitu lambat di mata Mosa. Mosapun dengan santainya menghindar, namu betapa terkejut Mosa, ketika ia merasakan, udara yang terasa sangat berat datang menimpanya, dan juga merasakan tangan kanannya yang memegang oedang seperti kesemutan. Seketika Mosa tersadar dari keterkejutannya, segera mengerahkan hawa panas ke seluruh tubuhnya, sambil mengibaskan tangan kanannya,memutar pedang ular, sambil melompat mundur.


'Hampir saja aku kena' batin Mosa. Ia kemudian balik menyerang, kedua telapak tangannya merah oleh hawa panas, kemudian Mosa merasakan, pedang ularnya seakan hidup, pedang ular yang tadinya berwarna hitam,kini berubah me jadi warna merah membara,bagai bara api.dan pedang ular seakan tidak mau di genggam, seketika Mosa melepas pegangan pada gagang pedang yang terbuat dari ular juga itu, dan menyakssikan hal yang luar biasa.


Pedang itu walaupun tidak dipegang, tapi tidak jatuh, tetapi berputar disekitar telapak tangan Mosa, dengan mata pedang yang tajam menghadap kedepan. Siap menusuk ke arah lawan,sambil terus berputar.


Pak Jona pun terkejut dengan pemandangan ini. Bukankah ini bagian dari jurus legendaris itu?' batin pak Jona. Iapun kemudian berdiri. Ia takut jika Mosa kehilangan kendali diri. Tapi apa yang ditakutkan pakJona tidak terjadi.


Ketua ninja sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ini adalah jurus yang telah lama hilang ratusan tahun yang lalu,bersama dengan lenyapnya pedang ular,beserta pemiliknya.


Ratusan tahun lalu, di tanah Cina,muncul seorang pendekar, yang menciptakan jurus inti api. Dengan pedang anehnya,yang terbuat dari ular yang dikeringkan. jurus inti api ini tidak terlepas dari pedang ular. jika menguasai jurus inti api ,tanpa pedang ular, maka yang memiliki jurus inti api, akan seperti kerasukan.


Setelah melancong seluruh daratan cina, pendekar inipun menghilang tanpa jejak. Sebelumnya,dia telah mendirikan perguruan awan putih, dengan maksud, melestarikan ilmu ilmu ciptaannya. Namun terjadi hal yang tidak terduga. seorang pendekar perempuan dari tanah jawa, menarik perhatiannya. Ia mendengar, jurus jurus pendekar perempuan dari tanah jawa ini,berlawanan dengan jurus jurusnya. Yaitu jurus inti es. Setiap musuh mati membeku seketika, jika terkena jurus inti es. Penasaran, iapun melancong ke tanah jawa. Dalam pencariannya, ia bertemu dan berduel dengan pendekar wanita ini. Hasilnya imbang. Walaupun ia telah mengerahkan segala kemampuannya. Merasa malu untuk kembali ke daratan Cina, akhirnya ia memutuskan untuk mempelajari jurus inti es dahulu. Tanpa pengawasan, ia mulai menciptakan jurus inti esnya sendiri, atas petunjuk dari pendekar wanita itu.


Namun naas baginya. Setiap kali mengerahkan jurus inti es, badannya berguncang hebat, dan jatuh pingsan. Berulangkali dia mencoba,selalu hasilnya sama. Ia selalu siuman dari pingsan. Hari demi hari hanya berlatih menciptakan jurus inti es. Segalanya telah ia lupakan. akhirnya menjadi gila karena frustasi. Satu hal yang dipikirkannya, jika seorang wanita mampu memguasai inti es,mengapa,dia yang seorang laki laki, yang banyak menciptakan jurus jurus maut, tidak mampu memciptakan jurus inti es?


Ketika suatau waktu,kapalnya kandas di perairan Nusatenggara, dari sinilah, dan selanjutnya, pendekar hebat hilang jejak. Sampai hari dimana ,pak Jona dan Mosa tanpa sengaja menemukan pedang ular legendaris ini.

__ADS_1


__ADS_2