Dewa Perang

Dewa Perang
Sekte Kuno Tersembunyi


__ADS_3

Organisasi yang nampak lemah,namun sesungguhnya sangat kuat. Utusan utusan sekte Kuno , yang tersembunyi, selalu mengontrol dunia ini. Kemunculan Mosa tidak terlepas dari pengamatan mereka. Jika mereka merasa terancam dengan kemunculan Mosa,mereka akan segera memutuskan,untuk membunuh. Sekarang mereka masih memantau, pergerakan Mosa.


Isu akan kemunculan suatu kekuatan yang akan mengguncang tatanan kehidupan manusia, sudah mereka ketahui,dan itu ada dalam ramalan mereka. kekuatan Mosa saat ini sebanding dengan tetua tetua mereka yang hidup dalam pengasingan, ditempat tempat pertapaan.


Kemunculan anak anak muda yang mempunyai kemampuan yang tidak wajar, dan sakti, selalu dipantau.


Jauh di pedalaman di daerah gunung merapi, ada aliran belah diri, yang sangat kuno. Anggota aliran ini hanya terdiri dari tiga puluh orang. Pada saat ini, seorang anak muda, berkulit agak hitam, rambut yang panjang terurai sampai dipinggang,baru saja meyelesaikan pertapaannya. Ia berusia dua puluh tiga tahun. Sejak usia tujuh belas tahun,ia melakukan pertapaan,untuk menyempurnakan semua ilmunya.


Enam tahun lamanya ia bertapa. Sejak usia sembilan tahun, ia telah berlatih ilmu bela diri aliran kuno ini. Selain ilmu bela diri, ia juga menguasai sejenis ilmu sihir yang sangat kuat. Ia seorang anak yatim piatu.


Pada hari ia selesai melaksanakan tapanya.


" Huuaaaahhh!!" teriaknya, sambil melompat tinggi, dan berjumplitan beberapa kali diudara. Saat itu hari masih pagi. Didalam hutan yang lebat, yang tidak pernah didatangi manusia, burung burung berterbangan oleh suaranya. Beberapa pohon tumbang berserakan, oleh hawa dorongan tangannya.


Ia kemudian berdiri,dan melihat jauh kedalam hutan. Disebuah gubuk tua, seorang pria yang sangat tua, berjalan keluar dari gubuk itu. Ia melihat kearah anak muda itu,dan tersenyum puas. Dihutan ini ada dua puluh delapan lagi gubuk tua, namun agak terpisah jauh. mereka semua mendengar teriakan anak muda ini. Pemuda ini adalah murid mereka. Hari ini adalah hari terakhir, si anak murid menyelesaikan penyempurnaan ilmu ilmunya.


" Wuushhh!"


Dari dalam hutan yang lebat itu, melayang sebuah batu besar, sebesar sebuah rumah, dan melayang cepat kearah anak muda itu.


ia memasang kuda kudanya, setelah batu itu mendekatinya, dengan telapak tangan terbuka,ia mendorong tangannya kearah batu,dan

__ADS_1


" Bluarrkkk!! " batu itu pecah menjadi pasir, dan berhamburan jatu disekitarnya,dengan bunyi ledakan yang besar. telinganya yang tajam,mwndengar sesuatu bergerak mendekatinya, beberapa bambu runcing, melumcur cepat bagai anak panah,mengarah kepadanya.


Sekali sentak, ia melayang dan hinggap diatas sebuah tombak bambu yang menyerang kearahnya,dan terus berlompatan berdiri diantara bambu, hingga bambu yang terakhir,dan kembali turun ditempatnya berdiri tadi.


" Bagus Joko Ireng...engkau melakukannya dengan sempurna. " bersamaan dengan suara pujian itu, nampak melayang mendekat seorang lelaki tua. Semua rambutnya sudah beruban putih. Namun ia tidak mengenakan pakaian,hanya sebuah kain tebal yang berwarna kuning melilit dipinggangnya,dan diselempangkan dibahu kirinya.


" Ki Bleduk,.." sahut pemuda itu,yang dipanggil Joko Ireng. Sambil menunduk sopan,memberi hormat.


Tak jauh dari mereka,ada sebuah telaga yang airnya sangat jenih. Telaga itu cukup dalam. Dari dalam telaga itu, sesekali terlihat gelembung gelembung angin. Dan nampak seseorang sedang duduk bersila didasar telaga itu.


Tak lama kemudian, ia melompat naik. Membawa air telaga ikut naik bagaikan air terjun, disekitar tempat ia bersila, seketika nampak dasar telaga, hampir semua air tersedot naik, membumbung tinggi bersama dengan lompatannya.


" Ki Danu Logo..." desis Joko Ireng. Namun dari ketinggian, Ki Danu menyerang Joko Ireng, dengan air. Air disekitarnya, berubah menjadi kristal kristal yang tajam, melesat sangat cepat ke arah Joko Ireng.


Tidak berhenti sampai disitu, ketika kaki Joko Ireng mendarat, ia mengayunkan tangannya,ke arah telaga, nampak beberapa air yang melayang naik,runcing bagai anak panah,menyerang kearah Ki Danu Logo. Ki Danu Logo tersenyum puas, sambil telapak tangannya mengarah ke senjata air yang menyerangnya, semua air itu tertahan di udara.


" bagus tahan terus..." seru Ki Danu Logo yang masih melayang di udara, dan dengan swdikit gerakan, ia melayang turun kearah air yang tertaha dan melayang diudara itu, dan berkelebat, menginjak air itu sebagai pijakannya, dan melompat ke darat.


Baik ki Bleduk dan Ki Danu Logo, setelah sampai di darat, langsung duduk bersila, diatas sebua batu besar yang ada di pinggir telaga itu. Bentuk batu itupun bagai tempat duduk. Ada cekungan yang pas untuk diduduki. Dan semuanya ada tiga puluh cekungan.


Baru saja, Joko Ireng mendarat, dari arah lain, dari dalam hutan, terdengar bunyi gaung yang cukup keras, tak lama kemudian,nampak sebua gubuk melayang diudara mendekati telaga, gubuk itu berputar diudara, ketika berada di pinggir telaga.

__ADS_1


" wuss...wuss ...wuss " dari dalam gubuk yang masih berputar dan melayang di udara itu, meluncur cepat banyak belati menyerang Joko Ireng.


Joko Ireng bergerak maju,berkelebat menyamping, dan menangkap sebuah belati yang paling terdepan. Dan dengan belati di tangannya, ia berputar bagai gasing, melompat lompat sambil menangkis. Beberapa belati ia sentuh bagian belakangnya, dan memukul kembali,menyerang ke arah gubuk yang masih melayang. Namun semua belatih yang disabet balik oleh Joko Ireng ,semuanya tertahan di udara. Melihat ini, sambil berteriak, Joko Ireng yang masih melayang ,mendorong kedua tangannya ke arah belati belati yang tertahan.


" Braaakkk !!" ledakan dengan disertai percikan api, dan belati belati itu melesat menancap masuk ke telaga.


" telaga ku.." seru Ki Danu Logo, sambil berkelebat melayang kearah telaga, dengan sekali ayunan tangannya, belati belati yang sudah masuk sebagian ke dalam telaga, ditarik keluar oleh tenaga yang sangat kuat. Beberapa belati itu melayang keluar dari dalam telaga, beberapa yang belum sempat masuk kedalam air, tertahan di udara, sekian detik kemudia, belati belati itu di arahkan ke tebing batu yang dekat dengan telaga.


Kembali kejadian aneh terulang, ketika belati belati yang akan berbenturan dengan tebing batu, nampak bayangan berkelebat,keluar dari gubuk yang masih melayang di udara itu,


" Ki Danu, jangan rusak belatiku..." serunya,sambil bergerak ke arah tebing batu, dan nampak gumpalan kasat mata,bagai uap air, yang berputar membungkus semua belati dan melayang kembali kedalam gubuk, bersama dengan bayangan itu, yang juga kembali masuk kedalam gubuk yang melayang.


Setelah itu, gubuk itu berlahan berputar dan turun diatas batu besar, ditengah tengah batu besar, dibagian yang paling tinggi.


" Ki Bradasatya..." seru Joko Ireng, sambil berlutut dengan kedua kakinya,menghadap kearah gubuk itu.


" Masih lemah ...." terdengar suara dari dalam gubuk. Joko semakin tunduk,mendengar perkataan Ki Bradasatya. Ia tidak paham, apa yang dimaksudkan oleh Ki Bradasatya. Namun tak lama kemudian, terdengar suara yang menyuruhnya untuk berdiri, berserta sebuah belati yang berwarna keemasan, meluncur ke arah lutut Joko, ia tahu belati ini adalah belati sakti.


Senjata pusaka, yang mampu menembus apapun yang dilewatinya. Joko Ireng masih dalam posisi berlutut, ia mendorong dengan kedua telapak tangannya, dengan kekuatannya yang terkuat,namun belati yang berwarna keemasan itu,tidak terpengaruh sedikitpun. Ia terus meluncur kearah lututnya. Joko kaget, jika ia tetap berlutut, belatih itu akan menembus lututnya, maka sambil berseru, ia melompat tinggi. Namun ia dibuat kaget. Karena belati itu,ketika mendekati tempat ia berlutut itu, bayangannya berlahan lenyap.


" Sihir..." gumam Joko Ireng.

__ADS_1


Ki Bradasatya adalah, ketua dari sekte kuno yang tersembunyi ini. Ia berusia seratus duapuluh tahu. Namun fisiknya, seperti orang yang berusia empat puluh lima tahun.


__ADS_2