
Mosa masih berdiri mmelihat kearah kedua lawannya. Saat itu, ia merasa ada serangan dari belakangnya, hawa panas mengarah punggungnya, ketika serangan dari belakang hampir mengenai punggungnya, tiba tiba Mosa menghentakkan kakinya dan ..
" hah !?..." Cubi Lan berseru kaget. Mosa yang ada di depannya, tiba tiba menghilang. Dengan jurus meringankan tubuhnya yang hampir sempurna, Mosa melesat keatas dan terus kebelakan Cubi Lan. Cubi Lan pun bukan murid biasa. Ia juga digembleng dengan keras oleh Dewa Naga, ia hanya terkejut, karena dikiranya,serangannya mengenai sasaran. Namun ia melihat bayangan Mosa berkelebat sangat cepat ke belakangnya, iapun cepat menyapu dengan kakinya ke arah pinggang, sambil tangannya memukul dengan jurus Inti Api ke arah dada Mosa. Serangannya yang tanpa melihat ini,hanya berdasarkan insting, ternyata sangat tepat. Karena pada saat itu, Mosa pun beniat menarik lepas ikatan rambutnya, dan posisi Mosa bergerak maju, mendapat serangan ganas dari Cubi Lan, Mosa membatalkan niatnya, dan cepat cepat melompat mundur, sambil membuat gerakan jungkir balik.
Wajah Cubi Lan agak merah, ketika tadi hampir saja,ikat rambutnya diambil Mosa.
" Cubi Lan, Sam Chu, hati hati...kita harus menyerangnya bersamaan." kata Han Ok, yang sekarang baru menyadari,kehebatan Mosa.
" Kakak...apakah kita akan menggunakan Jurus Serangkaian kita ?" tanya Sam Chu.
jurus ini adalah ciptaan Dewa Naga. Jurus ini hanya bisa dimainkan oleh tiga orang. beberapa jurus di gabung menjadi satu jurus,dengan tiga orang yang memainkannya. Jika kurang seorang,maka jurus ini akan banyak sekali celanya. Dan bisa dibilang jurus yang tidam lengkap.
Han Ok dan Sam Chu membuat kuda kuda sejejer, dan Cubi Lan berdiri di atas paha Han Ok dengan satu kaki,dan kaki yang lain ditekuk, Sam Chu kemudian berdiri dengan satu kaki, kaki yang lain juga ditekuk keatas. Pedang Han Ok berada di kanan Luar, tapi diarahkan ke bawa tanah, tangan tinju iblis,milik Sam Chu berada di kiri luar. posisi ini seperti satu orang yang memegang pedang di tangan kanan, dan tangan kiri terkepal siap memukul.
Mosa berlahan lahan mundur kaki kanannya. Kedua tangannya berlahan lahan berubah warna. Yang kiri berubah menjadi merah,dan kanan berubah menjadi putih. Jurus Inti Api di tangan kiri,dan jurus Inti Es di tangan kanan.
" Hiattt..." ketiga murid Dewa Naga berseru,tanda mereka mulai menyerang. Pedang Han Ok berciutan membela udara, dan tangan tinju iblis menderu,ssedang tongkat Cubi Lan bagai baling baling helikopter, menyerang serentak kearah Mosa dalam satu jurus gabungan. Ketika mendekati Mosa, ketiganya berpencar. Cubi Lan melayang menyerang dari atas, menutup arah atas, Han Ok berkelebat meyilang ke kiri, dan Sam Chu berkelebat menyilang ke kanan, mereka tidak memberi ruang pada Mosa untuk menyerang Cubi Lan yang melayang diatas.
Hawa yang sangat panas menyerang ke arah Mosa. Han Ok, Cubi Lan dan Sam Chu,menyerang dengan jurus Inti Api disetiap gerakan mereka.senjata merekapun terisi dengan hawa panas.
Menghadapi serangan yang hebat ini, terpaksa Mosa melepas pedang ular yang dililitkan di pinggangnya. Ketika pedang ular di pegang oleh Mosa, seketika, hawa panas yang menyerangnyapun sirna, disedot oleh pedang ular.
Kembali Dewa Naga berseru kaget.
__ADS_1
" itu...itu pedang ular..." matanya terbelalak kaget. Ini adalah pedang legendaris. Pemilik pedang ini adalah pemilik jurus inti api yang sesungguhnya.
Ketika hawa panas yang menyerangnya kembali normal, Mosa menyambut serangan lawannya, pedangnya menangkis pedang Han Ok. Ia memilih balik menyerang ke arah Han Ok yang memegang pedang, dengan bergerak ke kiri, menyambut serangan Han Ok, maka bersamaan, Sam Chu yang menyerang menyilang ke arah kanan, agak menjauh dua langkah dari Mosa, ada ruang cela untuk menyerang Cubi Lan yang masih melayang,dan sekarang menusuk tongkatnya dari atas ke kepala Mosa,
Tidak ada waktu untu Mosa berkelit. Setelah pedangnya memukul ke arah pedang Han Ok, memggunakan gaya pantulan, secepat kilat, pedang ular di babat keatas dari samping,sambil Mosa miringkan kepalanya. Tongkat Cubi Lan patah ditengah. Namun hawa yang sangat panas,.balik menyerang kearah Cubi Lan. Tangannya yang menggenggam tongkat serasa hangus terbakar. Cubi Lan berseru kaget, dan membuang tongkatnya ke arah Mosa, pada saat itu, Sam Chu menyerang dwngan jurus Tangan Tinju Iblis ke arah pinggang Mosa, Mosa yang menyadari ada tongkat yang meluncur ke arah bahunha dari atas,menghindar sambil berputar menusuk ke arah Han Ok, dan menangkap tongkat, saat itu, tinju Sam Chu yang dipenuhi oleh tenaga Inti Api,menghantam perut Mosa.
Namun bukan perut Mosa yang dihantam. Ketika berputar tadi, Mosa sudah melihat serangan Sam Chu, maka begitu menangkap tongkat, dengan tongkat,Yang dialiri Hawa Inti Api, Mosa menangkis tinju tangan iblis.
" bhuummm!!"
suara dentuman hebat terdengar. Abu beterbangan.Tongkat patah. Mosa terdorong dua langkah kebelakang. Sam Chu bagai buah nangkah yang jatuh dari ketinggian. jatuh dan bergulingan.
Angin ledakan tadi,membuat tenda tenda bergoyang tertiup angin. para master yang menonton paling depan, segera mengulurkan tangan mereka kedepan, memukul, menghalau angin dan debu yang menerpa kearah mereka.
Semua penonton melongo,menyaksikan pertarungan yang sangat seru dan indah di tonton ini. Mereka tidak menyangka, ternyata Mosa mampu melayani keroyokan tiga orang murid Dewa Naga. Dan mereka juga bertanya tanya,mengapa tadi Dewa Naga berseru kaget, ketika Mosa memainkan jurus Inti Api dan Jurus Inti Es, kemudian berseru kaget lagi ketika Mosa memainkan pedangnya. Sebenarnya apa yang terjadi?
Dewa naga segera berjalan ke arah muridnya, setelah menekan sana sini di tubuh Sam Chu, ia kemudian berdiri menghadap Mosa.
" trimakasih anak muda," kata Dewa Naga,sambil mengangguk ke arah Mosa.
Kemudian pihak medis segera mengangkat Sam Chu,keluar dari arena.
Han Ok dan Cubi Lan melihat kearah Mosa dengan tatapan yang rumit.mereka masih menunggu, apakah pertarungan ini diteruskan atau dihentikan. Melihat tinggal mereka berdua, rasanya, untuk mengalahkan Mosa, sudah semakin jauh dari kenyataan.
__ADS_1
Mosa kemudian berlahan lahan menghadap Han Ok dan Cubi Lan.
Dewa Naga tidak kembali ke tempat duduknya. Ia menghampiri Mosa.
" Mosa...selain Pembantai Dewa, siapakah yang menjadi gurumu?" tanya Dewa Naga.
mendengar Ada yang bertanya demikian, Mosa segera membalikan badannya menghadap Dewa Naga. Ia kemudian membungkukkan badannya,memberi hormat.
" guruku ada dua, pertama adalah Si Tulang Besi,dan Kedua adalah Pembantai Dewa." jawab Mosa, memperkenalkan kedua gurunya.
" aih...pantas pantas... Engkau mampu mengjadapi ketiga muridku. Tapi...seingat ku, kedua gurumu ini, tidak memiliki jurus Inti Api dan Jurus Inti Es. Jurus Inti Api adalah warisan nenek moyangku,dan hanya ada di negriku, sedangkan jurus Inti Es, memang berasal dari tanah Jawa, tapi itu sudah hilang beratus ratus tahun lalu, hampir bersamaan dengan lenyapnya pencipta jurus Inti Api. Dan...pedang itu...itu adalah pedang ular...pedang pencipta Inti Api ,perguruan kami. "
" pedang ini...kebetulan aku menemukannya,ketika berlatih silat di pulau Timor, disimpan di bawah batu besar,yang tidak sengaja aku pukul hancur saat berlatih.."
" jodoh...hahaha...ratusan tahun, kami mencarinya, namun tidak mendapatkannya. Justru engkau yang tidak swngaja, yang menemukannya. "
" apakah...Dewa Naga dari perguruan Teratai Putih ?" tanya Mosa tiba tiba.
" aahh...engkau juga tahu tentang perguruan itu ? Tidak...aku bukan dari perguruan teratai putih. Perguruan itu memang didirikan olehnya,tapi aku adalah keturunannya." jelas Dewa Naga.
" apakah engkau juga menemukan buku atau kitab di sekitar tempat engkau menemukan pedang ular itu ?" tanya Dewa Naga sambil menatal lekat ke arah Mosa.
" tidak...aku hanya menemukan pedang ular ini..." jawab Mosa sambil menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1