
Pada tanggal sembilan,sehari sebelum tanggal yang ditentukan,Mosa dan pak Jona mendaki gunung Meja. Dengan ilmu meringankan badan, pada malam hari,mereka melewati penjagaan tanpa kesulitan.
Mereka berjalan santai sambil melihat kota Ende dari ketinggian. Dalam perjalanan ,rupanya bukan hanya mereka yang mendaki. Mereka bertemu dengan beberapa orang ,yang melakukan kendakian untuk melihat pertarungan ini.
para pendaki ini adalah orang orang yang kehadirannya tanpa diundang. Tentunya mereka bukanlah orang biasa. Banyak perguruan yang ternama ditanah air ini yang mengetahui pertarungan ini. Namun karena tidak diundang,jadi merekapun berhasil menyinap dari penjagaan militer.
pendakian mereka berjalan lancar. dari kejauhan,mereka melihat tenda tenda Mikiter di tengah tenda ada lapangan luas, sebagai arena pertandingan.
Ketika pak Jona dan Mosa hendak istirahat, berkelebat tiga bayangan dan tahu tahu sudah berdiri dihadapan mereka. Ketiga orang ini adalah panitia yang bertugas untuk mengawasi sekitar daerah puncak,untuk bejaga jaga. Pak Jona dan Mosa,sejak awal sudah menyadari,mereka diawasi. Ketika berkelebat tiga bayangan inipun,mereka sudah tahu, dan hanya berpura pura tidak tahu. Sebab tidak mungkin, tiga bayangan ini menyerang mereka. Ini hanya pertandingan tanpa permusuhan pribadi.
" selamat sore bapak, apakah kalian datang untuk mengikuti pertandingan ?" tanya ssalah seorang dari mereka,dengan tatapan tajam .
" Hahaha...siapa yang tidak tahu peristiwa besar ini...tapi aku hanya mengantar anak muda ini,untuk menyaksikan pertandingan besok, ya...hitung hitung menambah pengelamanya"
Memdengar jawaban demikian, ketiga orang ini jelas sangat terkejut. ini adalah sangat rahasia. Yang mengetahui hanyalah kalangan pejabat tinggi negara peserta,dan petinggi militer . Tidak semua pejabat dan petinggi militer yang mengetahui. Bahkan para prajurit yang berjagapun tidak tahu.,mereka hanya tahu bahwa ada kegiatan militer di puncak gunung itu.
Dan sekarang ada orang tua yang mengatakan tahu ada pertandingan besar besok, ini bukan orang biasa.
" maaf pak tua, kalau boleh tahu, siapa pak tua ini,apakah ...pak tua di undang ?" tanya petugas itu dengan curiga. Sebab sampai sekarang, Pembantai Dewa belum muncul. Sedangkan, lawannya, Dewa Naga, telah hadir beberapa hari yang lalu, dan sekarang berada di hotel.
" diundang ? Tidak... Kami mendengar ada pertandingan di atas puncak ini. Jadi kamj datang untuk melihatnya" jawab pak Jona asal asalan.
" kalau begitu, silakan kalian turun lagi. sementara ini ,daerah ini tertutup untuk umum."
" tunggu..." seorang petugas ,tiba tiba berkata.
" darimana kalian tahu,ada pertandingan disini ?"
" itu... Itu..." pak Jona, kehabisan alasannya
__ADS_1
" kami mendengarnya dihotel,kalau ada pertandingan tinju kelas berat diadakan disini " Mosa menjawab sambil cengengesan, melihat pak Jona yang kebingungan menjawab.
" hahaaha... Memang benar, ada perandingan tinju kelas berat. Yang hadir adalah petinju petinju dunia yang terkenal. Tapi kalian tidak diundang,jadi percuma saja kalian datang. lebih baik kalian kembali " sahut salah seorang dari mereka sambil tersenyum menahan ketawa.
" Aih...kalian sungguh tega. Kami sudah susah susah naik sampai di sini,.malah.disuruh turun " pak Jona berkata, dengan ekspresi enggan untuk turun gunung lagi.
" maafkan kami pak tua. Hanya itulah pilihan kalian " jawab petugas yang lainnya.
Mereka sedikit kecewa, tadi mereka berharap pak tua ini adalah Pembantai Dewa ,atau salah seorang master yang diundang. Tapi ternyata hanya masyarakat biasa, yang kebetulan mendengar obrolan di hotel .dan rupanya mereka juga tidak mendengar dengan jelas, sehingga menganggap ini adalah pertandingan tinju kelas berat dunia.
" baiklah kami akan turun.tapi biarkan kami beristirahat sedikit lagi " jawab pak Jona.
kemudian, datang mendekat lagi, tiga orang tentara dengan persenjataan lengkap.
" ada apa ini ?!" tanya seorang prajurit.
" pertandingan tinju ini sangat rahasia bapak, ini semacam latihan tinju,dengan petinju terkenal." jawab prajurit sambil tersenyum lebar.
" baiklah, kalau bapak sudah cukup beristirahat, silakan nanti turun."
" tapi pak, kami sudah disini,biarkan kami menyaksikan pertandingan tinju ini pak " Mosa yang menjawab.
' ini pertandingan rahasia.tingkat rahasia militer. Tidak mungkin orang biasa mengetahuinya. pak tua ini bukan orang biasa. pertandingan tinju? Ini hanyalah alasan saja. Mana ada pertandingan tinju dijaga ketat oleh militer?' demikian prajurit ini berpikir.
" biarkan saja mereka masuk " perintahnya.
tiga orang petugas ini,menatap lekat kearah pak Jona dan Mosa,namun mereka tidak mungkin membantah perintah penyelenggara,yaitu pihak militer.
" Kalian boleh masuk. Tapi kalian tidak mendapat tenda. Tenda tenda itu hanya untuk para undangan."
__ADS_1
Pak Jona dan Mosa akhirnya benafas lega yang dibuat buat. Kemudian, mereka berjalan kearah tengah gunung Meja,dimana mereka melihat dari kejauhan, ada banyak tenda berwarna warni.
Ketika sudah agak jauh,pak Jona berbisik
"Kami bisa tidur dimana saja,dikolong langit ini "
Bisikan itu ditujukan kepada tiga orang petugas, yang masih beristirahat ditempatnya.
ketiga orang sangat terkejut. Sebab bisikan itu sangat jelas terdengar. Inj adalah teknik mengirim suara jarak jauh.
"kalian juga mendengar itu ?" tanya yang seorang.
" ya...ini hanya mampu dilakukan oleh orang yang tenaga dalamnya sangat hebat." jawab yang lainnya.
" ahh...cepat menyusul, pak tua itu seorang master, kalau bukan Pembantai Dewa " kata yang lainnya lagi.
Seketika,ketiga orang itupun berkelebat cepat mengejar kearah perginya pak Jona dan Mosa.
" hah...kemana perginya mereka ?"
" seharusnya masih disekitar sini..."
" Hahaha...kita telah dikerjain oleh seorang master. Mereka pasti telah pergi jauh "
" kita harus melapor, seorang master tidak mau memperkenalkan dirinya,sehingga kita tidak melayaninya dengan baik " usul temannya yang lain.
Akhirnya ketiga orangpun itupun berkelebat dan langsung ke tenda utama,untuk melapor.
seorang master ,yang adalah panitia penjeputan,mendengar laporan demikian,sangat terkejut. Zaman sekarang,masih ada master master yang bertingkah aneh. Mereka umumnya hidup bebas,tanpa mau terikat oleh peraturan. tidak heran, kalau ada master yang menyembunyikan identitasnya. namun,adalah tugasnya untuk memberikan pelayanan yang baik bagi semua undangan dan para master yang akan bertanding besok.
__ADS_1