Dewa Perang

Dewa Perang
Jejak Para Pemurni


__ADS_3

Joko Ireng, membuka matanya. Ia mengingat semua apa yang dialaminya tadi. Ia berdiri dan melihat dari ketinggian Gunung Semeru. Terbesit dalam benaknya " hancurkan " hanya kata itu yang terus terngiang di dalam benaknya. Ia kemudian memejamkan matanya. Mengeraskan hatinya. Ketika membuka matanya, seberkas cahaya dingin melintas di matanya.l


Keenam Sang Pemurni lainnyapun mengalami hal yang sama. Hanya Joko Ireng yang agak lain dari yang lain. Dalam hatinya, timbul perasaan benci yang membuncah, seakan hendak meledak.


Beberapa Sang Pemurni ,yang ada dibelahan dunia lain, ada yang menduduki posisi tinggi dalam militer negara mereka.mereka Yang gemar dan hobi dengan ilmu bela diri. Untuk ambisi pribadi, mereka mencari perguruan bela diri yang kuno. Dan tanpa mereka sadari, oleh pengelaman mereka, yang terpilih sebagai Sang Pemurni. Hal inipun tentu disengaja oleh ketua Sekte Kuno Tersembunyi, agar kelak mereka leluasa melaksanakan apa yang mereka yakini.


Gerakan Para Pemurni ini, tidak bergerak sendiri. Hampir disetiap negara, para pejabat pemerintahan, dan militer, adalah kaki tangan mereka. Orang orang yang sepaham dengan mereks ,dalam ideologi, bahwa memang, dunia harus di murnikan, dibersihkan. Agar muncul manusia manusia yang lebih tinggi dan maju Akal dan pikiran mereka. Kualitas manusia yang lebih tinggi dari segala segi.


Hal ini terjadi, karena sebagai orang yang terlibat dalam memurnikan alam ini, mereka mengingini, agar keturunan mereka yang memegang andil. Yang muncul sebagai manusia manusia yang maju. Karena tentu, mereka akan melindungi keluarga mereka, jika saatnya tiba.

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian, mulai timbul kekacauan. perselisihan batas negara, beberapa negara, diperuncing. Beberapa negara, anggota militernya mulai membangkang terhadap aturan.bahkan ada yang melakukan pemberontakan.


Namun usaha itu semua ,masih mampu diredakan oleh pemerintahannya. Usaha dari pengikut Sang Pemurni, yang ada Perserikatan antar bangsa, belum bergerak. Mereka seakan menyadari,bahwa, gerakan Pemurnian alam, mengalami kebuntuan. Manusia sudah maju, berpikiran kritis, dan menolak kekerasan dalam bentuk apapun, tanpa mengalami Pemurnian.


Para Pengikut Sang Pemurni, kemudian mengadakan pertemuan besar. Mereka menamakan pertemuan mereka dengan sebutan, Gerakan Penghijauan Bumi. Dengan lambang selembar daun hijau, dalam lingkaran.


Peperangan yang terjadi hanya dalam skala kecil. Seluruh umat manusia, beramai ramai mengutuk peperangan.


Namun kabar yang sangat mengejutkan,datang dari negri Cina. Gerakan Pendukung Pemurnian, melakukan terobosan,dalam dunia kedokteran. Mereka melakukan percobaan, dengan menginfeksi bakteri influesa, sehingga firus ini semakin kuat, dalam menyerang pertahanan tubuh manusia.

__ADS_1


Korban berjatuhan, ketika firus ini sengaja dibocorkan, sepanjang perjalanan yang menggunakan kereta api. Dalam sekejap, firus ini menyebar dari kota ke kota,bahkan dalam beberapa jam saja, sudah menular antar negara.


Melihat gerakan pendukung Pemurnian dari Cina mulai beraksi, Kelompok gerakan penghijauan bumi dari para Pemurni, mempengaruhi dunia medis bahwa,untuk menanggulangi penyebaran firus ini, harus mengenakan masker. Namun tujuan sebenarnya adalah,mengurangi penggunaan oksigen sehingga penyediaan gas oksigen di udara semakin tinggi. Ini karena, hawa murni semakin menipis. Maka dengan alasan firus ini, manusia, harus mengenakan masker. Sehingga penyediaan hawa murni di alam, semakin bertambah.


Dua tahun lebih, firus ini meraja lela,merenggut nyawa manusia. Tua muda,besar kecil, semuanya merenggang nyawa sia sia. Dalam sehari, ribuan manusia meninggal,karena firus ini. Hasil yang diperoleh Sang Pemurni, adalah, hampir setengah dari penduduk bumi, meninggal.


Seorang Pemimpin negara, yang adalah pengikut Para Pemurni, tiba tiba mengumumkan perang dengan negara kecil. Negara kecil,namun beberapa negara, memdapatkan keuntungan darinya. Menyerang negara itu, sama dengan menyerang negara negara yang mendapat keuntungan dari negara kecil itu.


Saling ancam, pamer senjata modern, namun tidak ada yang memulai, atau yang menggunakan senjata mematikan itu. Pihak Pemurni sudah mendesak, sang Pemimpin negara tersebut, agar segera menggunakan senjata pembunuh masal. Namun dalam perhitungan kalah menang, ia masih ragu. Negaranya akan hancur,terlebih, keturunannya dalam bahaya. Untuk sementara, biarlah saling menggertak dan pamer persenjataan. Jika dalam hitungan, pihak yang mendukungnya, lebih unggul, ia akan memulai menggunakan senjata ,yang membawa kiamat bagi dunia.

__ADS_1


__ADS_2