
"Ohok! Ohok!!!"
Aura terbatuk keras sekaligus mengeluarkan banyak air dari mulutnya. Disaat bersamaan pula, banyak orang yang menghela nafas lega termasuk Rayyan yang saat ini masih berada didepan tubuh Aura yang tergolek.
"Ah, syukurlah ..." entah suara siapa yang lebih dulu memecah suasana yang tegangg itu.
"R-Ray?" gumam Aura saat pandangan matanya langsung mendeteksi keberadaan Rayyan yang tepat didepan wajahnya.
Rayyan menoleh ke sembarang arah, tampak malas membalas tatapan Aura disana.
"Sekali aja, jangan berbuat hal yang ceroboh. Bisa?" ujar Rayyan dingin.
Aura tercengang, tapi sejurus kemudian tetap mendengarkan Rayyan yang kembali buka suara.
"Jangan hanya mikirin diri kamu sendiri. Pikirin orang lain yang susah karena tindakan kamu!" tukas Rayyan menohok.
Aura tertegun, belum sempat mulutnya bisa menjawab ucapan Rayyan, pria itu langsung beranjak dari hadapan Aura dan pergi entah kemana.
Aura memegangi kepalanya yang nyeri, disaat bersamaan teman-temannya seperti menyerbu dirinya.
"Ra? Kamu gak apa-apa, kan?" tanya Wilow khawatir.
"Aura, aku sangat takut tadi," celetuk Ghea dengan wajah yang masih nampak pias.
Sementara Sylvia bergerak membantu Aura untuk duduk, lalu mengajaknya pergi dari tontonan orang-orang yang ada diatas yacht yang sama dengan mereka.
"Maafkan aku ya, aku sudah membuat kalian repot dan pasti kalut karena kejadian tadi." Aura berujar sungguh-sungguh menatap ketiga orang teman perempuannya saat ia sudah berganti pakaian yang diberikan Wilow.
"Lain kali jangan berenang lagi ya, Ra. Jujur saja, aku benar-benar takut kau tidak selamat tadi." Wilow menepuk pelan punggung tangan Aura.
"Sebenarnya bagaimana itu bisa terjadi, Ra?" timpal Sylvia.
"Entahlah, entah kenapa kakiku justru mencari-cari pijakan," kata Aura jujur.
"Mungkin kau melamun saat berenang." Ghea ikut-ikutan bicara.
Sekarang Wilow menatap Aura lekat. "Iya, Ra? Kau melamun saat berenang tadi?" desaknya.
Aura menundukkan wajahnya dalam-dalam.
"Maaf, maafkan aku."
"Aura, aku tau hatimu terluka karena hal yang tadi kau lihat. Tapi, hidup terus berjalan, Ra! Realitanya kalian sudah berpisah dan itu keinginanmu sendiri, kan?" ujar Wilow sambil mengelus pundak Aura yang mendadak berguncang.
"A-aku menyesalinya, Wil."
"Sebenarnya ada apa?" tanya Ghea ingin tau.
"Sudahlah, ini hanya masalah pribadi Aura saja, dia akan bercerita jika dia mau. Aku tidak mungkin mengatakannya pada kalian karena ini privasi Aura," kata Wilow.
Ghea dan Sylvia mengangguk-anggukkan kepala tak ingin memaksa untuk tahu.
__ADS_1
Aura mengangkat wajah, karena merasa Ghea dan Sylvia peduli padanya, ia pun menceritakan pada mereka mengenai yang sebenarnya terjadi. Ia juga mengungkapkan pada mereka jika Rayyan adalah mantan suaminya dan sekarang ia menyesal pernah berlaku semena-mena dan mengabaikan pria itu dulu.
"Jadi, pria yang menyelamatkanmu tadi itu, mantan suamimu?" Ghea menutup mulutnya yang ternganga. "Pantas saja," sambungnya.
"Memangnya ada apa?" tanya Aura.
"Pantas dia begitu panik saat mendengar kau tenggelam," jawab Ghea.
Sylvia ikut-ikutan mengangguk. "Ya, aku juga melihatnya tadi. Tiba-tiba dia lompat ke air, sepertinya Lucy juga terkejut saat dia melakukan tindakan itu tadi," tambahnya.
"Ku pikir dia masih mencintaimu, Ra!" kata Wilow kemudian.
Aura hanya menggeleng samar, entahlah ia harus apa dan bagaimana setelah mendengar penilaian teman-temannya tapi yang jelas sekali lagi Rayyan sudah menyelamatkannya.
"Baju siapa yang saat ini kupakai?" tanya Aura pada Wilow.
"Kau tau sendiri perlengkapan kita tertinggal di mobil yang diparkir di pantai. Jadi, baju itu milik Lucy ..." kata Wilow dengan tampang menyesal.
"Baiklah, nanti aku akan mengucapkan terima kasih padanya," ujar Aura tenang.
"Kau mau menemuinya? Kau tidak berniat mengatakan padanya tentang hubunganmu dan Rayyan, kan?" tanya Wilow lagi.
"Entahlah, haruskah aku mengatakan padanya agar dia menjauhi Rayyan?" tanya Aura dengan sedikit senyuman kecil.
Wilow menggeleng. "Ku pikir kau tidak punya hak lagi, Ra. Kau dan Rayyan sudah berpisah jadi--"
"Tapi jika Rayyan masih mau menerimaku, maka Lucy harus menyerah," sergah Aura memotong ucapan Wilow.
"Come on, Ra! Jika Rayyan sudah menjalin hubungan dengan Lucy sekarang, kau tidak boleh merebutnya. Masih banyak pria lain diluaran sana. Jangan jadi perusak kebahagiaan orang lain," ujar Wilow pedas.
Aura langsung terdiam. Ucapan Wilow memang benar, tidak seharusnya Aura merusak kebahagiaan orang lain. Akan tetapi perasaannya tidak bisa berbohong jika ia hanya ingin membuka hati untuk Rayyan saja.
...***...
Menjelang malam, yacht yang mereka tumpangi sudah bersandar di pinggiran pulau yang tampak indah dan cukup tenang.
Aura masih beristirahat disebuah ruangan kecil yang ada didalam yacht itu saat tiba-tiba seseorang mendatangi posisinya.
Aura pikir itu Wilow atau dua temannya yang lain, ternyata itu Lucy yang memasang senyuman kepadanya.
"Hai, Aura. Bagaimana keadaanmu?" tanya wanita cantik itu. Gayanya yang anggun dan tenang, membuat Aura minder sendiri bahkan sebelum memulai ide gilanya yang mau merebut Rayyan dari Lucy.
"Aku sudah lebih baik," jawab Aura.
"Hmm, baguslah." Lucy manggut-manggut.
"Ehm, terima kasih atas pinjaman bajunya, Lucy." Aura tulus mengatakannya.
"Iya, tenang saja. Syukurnya ukuran kita tidak jauh berbeda, ya." Lucy pun tersenyum.
Bahkan senyuman Lucy tampak sangat elegan, pikir Aura.
__ADS_1
Tiba-tiba mereka sama-sama terdiam. Entah apa yang saling mereka pikirkan. Sampai kemudian suara Lucy yang terdengar lebih dulu memecah keheningan.
"Ehm, kita sudah sampai di pulau. Apa kau tidak mau turun? Kita segera ke resort saja karena acara puncak untuk ulang tahunku akan segera dimulai disana."
Aura mengangguki ucapan Lucy, tapi entah kenapa ia sempat melihat senyuman sinis yang tersungging dari bibir wanita itu.
"Nanti disana aku akan mengenalkan kalian semua dengan seseorang yang spesial," tambah Lucy membuat tubuh Aura tiba-tiba mematung.
Aura masih saja membeku ditempat setelah Lucy meninggalkannya di ruangan itu. Perasaan Aura mendadak tak enak apalagi setelah mendengar ucapan terakhir Lucy yang mengatakan akan mengenalkan seseorang yang spesial. Apa itu Rayyan?
Jika tebakan Aura benar, maka Aura sangat tidak siap untuk melihat kemesraan dan kedekatan mereka lagi.
Mungkin benar tadi Rayyan menyelamatkannya, tapi Aura tidak pernah tau bagaimana hubungan Rayyan dan Lucy yang sesungguhnya. Ia dan Rayyan sudah berpisah selama enam bulan dan selama tenggang waktu itu, semua bisa saja terjadi termasuk perasaan yang berubah.
Aura saja bisa berubah haluan dengan mengharapkan Rayyan. Mungkin saja Rayyan pun demikian, yang dulu begitu mencintainya sekarang malah tidak mengharap sama sekali.
Lelah menebak-nebak apa yang akan terjadi nanti, Aura akhirnya memilih turun dari yacht. Mencoba menguatkan hati karena mengingat ucapan Wilow yang mengatakan jika hidup memang harus terus berjalan.
"Aura!"
Dan sesaat tiba di pulau, Aura mendapati Carl yang menyapanya disana.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya pria berambut cokelat itu.
Aura tersenyum kecil. "Aku sudah lebih baik. Terima kasih ya, ku dengar kau juga mau membantuku tadi," ujarnya tulus.
Carl menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sembari menyengir keki. "Yang membantumu tadi bukan aku, tapi Rayyan dan Devon," katanya pelan.
"Baiklah, nanti aku akan berterima kasih juga pada mereka," kata Aura serius. "Tapi, yang mana yang bernama Devon?" tanyanya kemudian.
Tiba-tiba seorang pria menghampiri Aura dan Carl disana.
"Aku mendengar namaku disebut-sebut," ujar Devon yang muncul tanpa diundang.
Carl terkekeh. "Apa kami terlalu keras menyebut namamu?" ujarnya terkekeh.
Devon mengendikkan bahu pada Carl,lanjut mengulurkan tangan ke hadapan Aura.
"Kenalkan, aku yang namanya Devon," ujar pria itu.
Aura tertawa kecil, Devon tampak jenaka dan sepertinya pria yang humoris.
"Aku Aura. Terima kasih karena telah menyelamatkanku tadi."
"Tak masalah, kita semua disini harus saling membantu. Apalagi kau adalah kerabat Rayyan dari Indonesia," katanya.
Dan ucapan Devon itu sedikit membuat Aura meringis keki, tapi kemudian dia menganggukkan kepala saat Devon mempersilahkannya untuk berjalan beriringan menuju Resort yang terletak tak jauh dari mereka.
...Bersambung ......
Dukungannya mana yak?? View juga makin merosot😠Lanjut gak ini?🙄🥲
__ADS_1