EGO- Adhira

EGO- Adhira
Ego-62 Aizel


__ADS_3

Paginya Adhira merasakan kepalanya sangat pusing, perempuan itu memegang matanya yang bengkak akibat ia menangis semalaman. Tadi malam sulit sekali baginya untuk sekedar memejamkan matanya. Ia rindu Zeo.


"Zela, Ken." Panggil Adhira serak .


"Zela huk, Jangan main dulu sayang huk, mama masih gak enak badan"


Adhira memegangi matanya yang terasa besar dan juga ia merasa tak enak ditenggorakannya karena terus cegukan. Rasanya benar-benar tak nyaman.


"Zela"


"Ken"


Panggil Adhira begitu mendapati ranjang yang kusut namun tak ada kedua anaknya disana.


Adhira membelalakkan matanya begitu membayangkan kalau Zela dan Ken diambil oleh Zeo dan dibawa pergi. Apa jangan-jangan tadi malam Zeo datang dan mencuri anak-anaknya, lalu membawa keduanya bersama Zeo dan istri barunya. Apa- Zela dan Ken dibawa pergi? T-tapi bagaimana dengannya?


Perempuan yang memang hatinya sudah sensitif sejak semalam itu mulai menangis sambil berlari keluar mencari kedua anaknya.


"Zela!"


"Ken!"


Teriaknya panik, ia bahkan tak memperdulikan langkah kakinya yang menuruni tangga dengan dua sampai tiga tingkat sekaligus.


"Mama, mama liat Zela sama Ken nggak ma? Mereka h-hilang hiks." tangis Adhira tak terkendali  begitu menemukan mama nya yang sedang menata piring.


"Hah"


"Zela sama Ken Ma hilang hiks, anakku hilang" Tangis Adhira membentak mamanya.


"Kak tenang, hei- Kamu demam" Kata Mira panik, ia memegang pelipis Adhira yang langsung ditepis.


"Zela sama Ken ma hiks"


"Kamu kenapa Dhira?" tanya ayah Adhira ikut panik.


"Zela Sama Ken Yah, Hilang hiks. Tadi Dhira bangun mereka nya uda gak ada- hiks, Adhira nyesel Yah, Adhira nyesel uda sering marahin mereka huhu, Adhira mau sayang mereka, Adhira uda sayang mereka hiks.. T-tapi


"Stt, kakak tenang dulu. Jangan panik." kata Mira bingung menenangkan Adhira yang seperti kesurupan.


"Gimana Dhira mau tenang ma, anak Dhira hilang!" teriak Adhira semakin panik.


"Mama"


"Mama"


Panggilan dengan nada takut itu membuat Adhira menoleh, ia mengerjapkan matanya begitu mendapati Zela, Ken dan juga Zeo yang sedang memasak. Mereka bertiga memakai apron putih dan topi koki. Seolah bercosplay menjadi chef ternama. Mereka bertiga, ayah dan anak yang sejak tadi ditangisi Adhira itu menatap Adhira shock, seperti terkejut yang bukan main-main. Zela dan Ken bahkan mengkerut dikaki papanya. Mungkin kaget dengan teriakan dan tingkah Adhira yang seperti orang kesurupan.


Adhira menatap sekelilingnya masih dengan cegukan dan isakannya yang belum berhenti. Mata bengkaknya berkedip beberapa kali untuk menyadari situasi yang ia hadapi.


Mama, ayah dan juga Devan menatapnya bingung.


Begitupun dengan Zela, Ken juga Zeo yang tampak Shock. Zeo bahkan tak dapat bersuara sama sekali sangking kagetnya oleh teriakan dan tangisan panik istrinya. Lima tahun menikah dengan Adhira, Zeo baru kali ini melihat Adhira se-mengerikan itu.


Mengabaikan semua tatapan itu, Adhira tertatih dan menghampiri Zeo, berjongkok untuk memeluk kedua anaknya sambil kembali menangis.


"Kalian hiks, kalian kenapa gak bangunin mama hiks, jangan tinggali mama hiks"


"Mama kenapa?"

__ADS_1


"Nande (Kenapa) ma?"


"Ma-mama jangan nangis huwaa papa." Zela ikut menangis ketakutan, jarang sekali ia melihat Adhira menangis, dan begitu melihatnya, sisulung Takahashi itu langsung takut mamanya tersakiti dan terluka. sedangkan Ken yang bingung mama dan kakaknya menangis pun akhirnya ikut menangis.9l


Zeo membuka mulutnya hendak berbicara namun menutup lagi karena bingung harus apa. Ia tampak sangat shock menatap anak dan istrinya. Mulutnya terbuka. lalu kembali menutup.


"Ai-


"Gak usah manggil-manggil aku Ai kalau kamu selingkuh. Kamu selingkuh kan. Hiks, jangan kesini jangan ambil anak-anak aku Ze hiks hiks, aku gak rela kalau kamu ambil anak-anakku buat selingkuhanmu itu" Adhira kian mempererat pelukannya pada Zela dan Ken yang sekarang ikut menangis bersamanya.


Zeo tergagap, selingkuh? Ia baru pulang Kerja dan dituduh selingkuh?


Zeo menggeleng kuat ketika kedua mertua dan adik iparnya menatapnya seolah menghakimi.


"Kamu selingkuhin anak saya Zeo!" bentak Deni berang. Wajah ayah mertua yang tadi subuh menyambutnya dengan ramah berubah menjadi kembali dingin seperti dulu.


"Ng-nggak yah, nggak, sumpah demi Tuhan Zeo nggak selingkuh dan nggak akan selingkuh." Jelas Zeo gugup.


"Bohong yah, bohong, Dhira liat postingannya dia yah. Dia selingkuh. Dia nikah lagi Ayah, hiks, dia khianati kami"


"Zeo-


"Nggak yah, nggak, demi Tuhan, Ayah, Zeo gak ada posting apa-apa coba ayah lihat ponsel Zeo. Gak ada apa-apa nya." kata Zeo memberikan ponselnya kepada mertuanya.


"Terus siapa Aizel itu! Selingkuhan mu kan!" teriak Adhira tak terima.


"Aizel? Aizel siapa?"bingung Zeoterdiam.


"Gak usah sok bodoh kamu hiks, Jangan ambil anak-anakku"


Zeo mengkerut bingung, pikirannya kalut karena intimindasi kedua mertuanya. Tapi beberapa detik setelahnya laki-laki itu terbahak sendiri.


"Aizel, Ai Zela maksud kamu? Ya ampun Dhira. Ai Zela Takahashi kamu nggak kenal. Anak kamu. Anak kita. Selingkuhan dari mananya coba." kata laki-laki itu tak habis pikir.


"Mama, mama jangan nangis." tangis Ken dan Zela tak mengerti situasi. Mereka hanya ikut menangis ketika mamanya menangis.


"Duh-duh, istri ku ini jadi cemburu buta ceritanya." Zeo menghampiri Adhira yang menangis dilantai sejak tadi. Adhira menghentak tangan Zeo kesal. Ia malu.


"Ya ampun sampai bengkak gini matanya." kata Zeo menyentuh mata Adhira yang bengkak.


"Hiks, jangan ting-gali aku." tangis Adhira memeluk Zeo yang membuat Zeo terkekeh. Begitu pun yang lainnya.


"Haha, kamu aduh-"


"J-jangan ketawa hiks." Adhira memukuli pundak Zeo. Ia malu luar biasa.


"Iya-iya gak ketawa," kata Zeo tersenyum geli.


"Sini anak-anak papa kenapa masih nangis. Sini peluk papa kita masaknya nanti ya sayang, mama lagi sedih nih, cemburu sama- "


"Duh Dhir-" Zeo mengeluh ketika lagi-lagi Adhira memukulnya kuat.


"Jangan hiks ketawain aku hiks" tangis Adhira didada Zeo. Ia malu benar-benar malu.


"Iya sayang, uda ya nangisnya."


Adhira kian mempererat pelukannya. Ia tak mau menatap keluarganya dan juga Zeo. Ia sangat malu. Bagimana ia tak berpikir bahwa Ai Zel itu adalah anaknya sih.


"Tau gitu aturnya dari dulu abang tinggal aja  kakak bang, biar hilang gengsinya. Biar teriak-teriak Siapa Aizel gitu." ejek Devan tertawa geli.

__ADS_1


"Jangan ketawa aku bilang hiks " Adhira kembali memukuli punggung Zeo ketika laki-laki itu terkekeh.


"Aizel, Ken sini sama om sayang. Mama kamu malu itu. Dia cemburu sama kamu Zel" kata Devan mengambil Zela dan Ken dari abang iparnya.


"Sayang"


"Diem kamu hiks"


Zeo menggigit bibir bawahnya, Geli bercampur terharu sebenarnya.


"Dhira, uda sayang, gak capek apa nangis terus. Zeo baru pulang subuh tadi loh masih capek." kata Mira yang tak dapat dipungkiri ikut menahan gelinya.


"Belum makan juga Zeo tadi, Malah diajak anak-anak main koki-kokian" Kata Mira terkekeh diujung kalimatnya.


Sedangkan Deni menggelengkan kepalanya tak habis fikir.


"Sayang-


"Diem hiks"


Tak memperdulikan Adhira yang masih tak mau mengeluarkan mukanya dari dada Zeo. Zeo memeluk dan mengecup kepala Adhira.


"Aku cinta kamu Adhira, nggak mungkin lah aku selingkuh dari kamu, Lima tahun tanpa kamu anggap aja aku sanggup, masak cuma nunggu kamu bilang cinta sama aku aja aku gak sanggup sih" bisik Zeo sabar.


Adhira mendongak ia menatap Zeo yang juga menatapnya. "Kamu nggak selingkuh"


"Nggak lah"


"Aizel itu, beneran Ai Zela kita kan"


Zeo kembali mengangguk dengan senyum gelinya.


"T-tapi kenapa Alina komen hiks"


"Panji juga komentar kok, itu kan media sosial Dhir?" Terang Zeo sabar.


"Kamu beneran gak selingkuh kan"


"Iya sayang, Aku setia loh ini.. Pulang kerja langsung pulang, hm"


"Aku juga cinta kamu Ze hiks," kata Adhira tiba-tiba.


Zeo mengerut kaget saat tiba-tiba Adhira mengatakan cinta.


"A-apa-" Tanya Zeo itu dibalas tarikan leher agar ia menunduk.


Adhira mencium suaminya dengan rasa Cinta tanpa gengsi lagi. Ia sadar, ia mencintai Zeo, suaminya, papa dari anak-anaknya. Adhira memejamkan matanya, mencoba menghilangkan semua gengsinya. Ia rindu suaminya.


Begitupun Zeo, senyuman disela ciuman Adhira itu membuat hatinya membuncah, apakah kali ini Adhira benar-benar membuka hati untuknya.


Ciuman Adhira itu kian intens dan menuntut, Ketika Zeo baru akan membalas ciumannya. Teriakan Devan menghentikannya. "Inget anak woy, inget anak, Inget mertua juga itu nontonin bang" teriak remaja SMP itu menghentikan.


"Ekhem" deheman Mira dan Deni itu langsung membuat pasangan suami istri itu melepas ciuman mereka.


"Uhuk, uhuk" Zeo tersedak liurnya sendiri. Sekarang ia yang gantian malu. Ntah apa yang dipikirkan kedua mertuanya itu tentang dirinya.


Tapi apapun itu, Zeo bahagia karenanya. Bahagia atas semua balasan cinta dari istrinya.


*********

__ADS_1


Yuhuuu akhirnyaaa Adhira sadar jugaaa...


                 


__ADS_2