EGO- Adhira

EGO- Adhira
68 - Drama minggu (Ekstra part)


__ADS_3

"Gimana?" Zeo berusaha ikut melongokkan kepalanya, melihat tespeck tipis ditangannya.


Adhira berdecih, "Apa nya yang gimana?"


"Ya itu, garisnya berapa sayang? Uda kamu coba kan?"


Adhira menyodorkan benda pipih itu didepan suaminya. Marah.


"Belum aku tes"


"Lah terus kamu di dalem tadi ngapain?"


"BAB" Judes Adhira tak santai.


"Kok gitu sih sayang, aku padahal uda nungguin dari tadi tau"


"Ya terus gue harus bilang waw gitu"


"Ck, sayang" Kecewa Zeo memegangi ujung baju Adhira, ceritanya sedang merajuk. Papa dua anak ini memang ada-ada saja tingkahnya.


"Lepas Zeo ih, lagian Maksud kamu apa coba beliin aku begituan" Kata Adhira tak terima. Pagi-pagi sekali Zeo sudah membangunkanya dengan heboh sambil menyodorinya banyak merk alat tes kehamilan, Lantas papa muda itu meloncat-loncat penuh antusiasme tinggi dan memaksanya masuk kamar mandi untuk mencobanya.


Demi tuhan, ini masih sangat pagi, Adhira sendiri yakin kalau bahkan anak-anak nya belum ada yang bangun di minggu pagi ini, tapi Zeo sudah seperti cacing kepanasan yang antusias sendiri.


"Ya, aku minta kamu tes sayang, kan akhir-akhir ini mood kamu tuh sering anjlok tau, marah-marah, tiba-tiba sedih, sensitif bnget pokoknya. Aku jadi curiga kamu hamil. Yah, mudah-mudahan sih hamil hehe"


Adhira menungkikkan alisnya kesal, apa-apaan suaminya ini. Bukannya mereka sudah sepakat untuk tak menambah momongan lagi karena Adhira yang masih trauma akan kehamilan si kembar. Yah, walaupun sudah lama sekali tapi kan tetap saja, mereka sudah berkomitmen untuk hanya memiliki dua anak saja. Dan perihal ia yang sering marah-marah, sejak dulu juga Adhira tukang marah. Justru sejak kapan memangnya ia lemah lembut?


"Apa sih, stress kamu kayaknya udahan"

__ADS_1


"Yang, coba dulu kenapa?"


"Kamu sendiri aja yang coba sana"


"Sayang, sekalii aja deh tes nya, aku cuma mau mastiin sesuatu, ya ya"


"Kamu aja sana yang tes,"


"Ah, mama"


"Ya ampun nih orang, lepas nggak Zeo, jangan kayak anak-anak tau nggak. Ken sama Zela aja gak kayak kamu, lepas!" Adhira kesal sendiri saat Zeo masih saja menarik-narik ujung piyamanya.


"Tes dulu yang"


"Aku banting juga kamu lama-lama ya"


"Alzeo!"


" Hehe, iya-iya uda jangan marah, uda mama sayang, iya udah jangan dibanting juga hp aku"


"Makanya!" Adhira meletakkan kembali ponsel Zeo yang tadi sempat ia akan banting.


"Awas aja kamu kayak gitu lagi ya"


"Kan mana tau kamu-


"Nggak! Nggak ada hamil-hamilan lagi, kamu pikir hamil itu gampang hah, kamu pikir enak ngurus bayi? Kamu pikir besarin dua anak mu yang bandel itu gampang"


"Kan anak mu juga yang"

__ADS_1


"Oh, uda berani ngelawan!" Sentak Adhira yang membuat Zeo kembali diam.


Zeo memutar bola matanya, "Giliran yang jelek-jelek anak ku, pas dapet yang bagus-bagus anak nya" Gumam Zeo malas.


"Gak usah bisik-bisik ya, ngomong langsung kalau berani, cowok kan?" Sinis Adhira yang membuat Zeo rasanya ingin memiting kepala istrinya itu sampai putus.


Tapi- Untung saja masih sayang.


"Gak usah misuh-misuh, bantuin bangunin anak-anak mu sana, suruh olahraga, hari minggu juga bukannya ada yang bantu mamanya, dikira mamanya itu bla-bla


Dimulai lah sesi ocehan si mama dua ana itu, Zeo sendiri hanya mendengus. Malas menanggapi. Ia masih kecewa jujur saja.


"Awas aja, gue buat lo hamil juga ntar, biar tau rasa" Tekadnya kuat.


Yah, begitulah minggu pagi Zeo dan istri tersayangnya.


...**********...


Haiiiii


Apa kabar?


Aku kangen banget sama pasangan ini huhuhu.


Kalian sama juga nggak?


Yuk kasih tau aku jawaban kalian, nanti kalau kalian juga merasa kan hal yang sama. Eaaa


Aku bakal buat beberapa bab lagi sebagai edisi kangen-kangenan pasangan ini hehe

__ADS_1


__ADS_2