
Sudah 1 minggu Ayu bekerja sebagai asisten Rio. Tapi dia merasa seperti makan gaji buta. Karna hampir semua dokumen dikerjain sendiri sama si atasan yaitu Rio.
"Jadi gue ngerjain apa lagi? Semua dokumen dia yang kerjain." Gerutu Ayu setelah menutup pintu Ruangan tempat Rio bekerja.
"Eh Ayu, abis dari ruangannya Rio ya?" Ucap Fery dengan senyum lebar.
Fery merupakan teman dekat Rio selama dia pindah dan bekerja di Jakarta. Fery sudah 2 tahun lebih dulu bekerja di Perusahaan Rio yang sekarang, tapi Rio keterima dengan jabatan yang lebih tinggi dari Fery. Seolah berkebalikan dengan Rio, Fery justru penggila wanita yang mungkin udah ratusan wanita dia pacarin. Maklum aja kalo dia juga belum nikah padahal umurnya seumuran sama gue dan Rio. Tapi memang nggak bisa dipungkirin. Fery merupakan sosok Pria yang romantis, humoris bahkan punya wajah yang lumayan serta penampilan yang selalu up to date. Sekali kena rayuan dia banyak wanita yang klepek-klepek.
"Em Iya Pak Fery, saya habis dari ruangannya Pak Rio nganter dokumen." Sahut Ayu dengan sopan mungkin.
"Eeemmm gitu ya. Siang nanti mau makan bareng ngga ? Aku tau tempat makan enak lo deket kantor sini."
"Boleh Pak. Apa disini semuanya pada makan diluar kantor ya?"
"Betul sekali. Karna kantor kita karyawannya enggak banyak dan rata-rata masih muda juga jadi pada males bawa bekal. Emang Ayu biasa bawa bekal ya ?"
"Engga sih Pak, saya juga males siapin bekal. Karna disini saya ngekos, jadi nggak sempet buat bikin bekal juga."
"Kamu ngekos di Jakarta ? Kamu asli orang mana memang yu?"
"Saya aslinya orang Bandung Pak, karna kemarin kuliahnya di Jakarta jadi sehabis lulus saya coba-coba ngelamar dibeberapa perusahaan di Jakarta dan ternyata keterima disini."
"Oh orang Bandung ternyata. Pantes mani geulis. Hehe. Oh ya nanti pas istirahat siang kita makan bareng ya, oke." Ucap Fery sambil ngedipin mata dan menjauh pergi ke ruangan Rio.
Ayu pun kembali ke meja kerjanya dengan wajah yang tertekan. Bukan tertekan karna kerjaan tapi malah sebaliknya. Bagi Ayu lebih tertekan masuk kantor tapi nggak ada yang dikerjain. Karna mau santai sambil main game/main handphone tengsin diliatin karyawan yang lain, karna yang lain pada sibuk kerja. Jadilah ayu sibuk browsing-browsing dikomputer nyari tahu tentang apapun yang berhubungan dengan pekerjaan dia sekarang.
(Kembali ke ruangan kerja Rio)
Fery yang sudah biasa masuk keruangan Rio tanpa mengetuk pintu.
__ADS_1
Tiba-tiba ngeliat Rio yang fokus dengan kerjaannya.
"Sibuk amat Pak Bos!" Ucap Fery yang membuyarkan konsentrasi Rio.
Rio yang terkejut meliat Fery masuk tanpa mengetuk pintu.
"Kebiasan lo masuk nggak ketuk pintu!"
"Sorry, Eh tadi gue abis ketemu Ayu didepan. Boleh juga asisten Lo. Cantik dan tipe gue banget. Hehe."
"Elo mah semua cewe juga lo bilang cantik. Jangan macem-macem lo sama asisten gue. Dia baru lulus kuliah. Inget umur dan segera bertaubat!"
"Buset dah semenjak nikah lo ngerangkap jadi Ustad sekarang pake ceramahin gue lo. Yang ada aja dulu lo selalu nanya gue soal cewek. Jadi gimana istri lo ? Berhasil nggak ?" Tanya Fery sambil ngedeketin muka ke Rio.
"Gimana apanya? Gue sama istri gue baik-baik aja kok. Kami udah kaya suami istri pada umumnya." Sahut Rio dengan percaya diri.
"Ya lo nggak perlu tau lah. Pokoknya urusan gue udah aman sama Vrinda. Lagian lo kesini cuman mau gangguin gue kerja ? Nggak ada kerjaan lo!"
"Oh iya gue lupa. Gue mau ajakin lo makan siang bareng entar, sama Ayu juga. Tadi gue ajakin."
"Liat entar, gue lagi banyak kerjaan." Sahut Rio sambil lanjut ngerjain dokumen yang tadi dikerjain.
"Ya udah kalo lo ngga ikut, gue berdua aja sama Ayu ya." Ucap Fery dengan senyuman nakal.
Rio langsung memberikan pandangan tajam seolah-olah memberikan peringatan keras ke Fery.
"Okeee okee gue keluar dulu ya, entar gue jemput pas jam makan siang ya." Ucap Fery yang langsung kabur dari ruangan Rio.
Sebenarnya Rio ngeliat si Ayu kayak ngeliat anak kecil yang masih belajar memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Jadi ngingetin dia waktu pertama-tama masuk dunia kerja. Makanya perlakuan dia ke Ayu benar-benar nggak mau bikin Ayu kapok atau trauma. Karna dulu pertama kali Rio masuk dunia kerja. Dia benar-benar syok. Dunia yang selama ini dirasa sulit ngga ada apa-apanya pas awal-awal ngerasain dunia kerja di sebuah perusahaan. Yang namanya dibilang bodoh, gaptek, dimarahi tanpa tau sebab yang jelas. Belum lagi orang-orang yang ada di dalam perusahaan tersebut. Ada yang ngga suka, ada yang bermuka dua, ada curang dan berbagai karakter lainnya yang belum pernah Rio temui sebelumnya yang bikin dia syok. Tapi sebenarnya itu hal yang biasa ditemui dalam sebuah dunia kerja. Karna dunia kerja tentu berbeda dengan dunia sekolah atau kuliah. Walaupun sebenarnya banyak juga orang-orang baik yang akan kita temui di dunia kerja. Tapi bagi orang awam yang sebelumnya cuman pergi kuliah, belajar dan berteman. Pasti bakal berbeda waktu pertama kali ngerasain dunia kerja. Kalo dipikir-pikir Ayu termasuk beruntung punya atasan kayak Rio. Walaupun sekarang dia belum ngerti maksud Rio yang belum percayain banyak kerjaan penting ke dia.
__ADS_1
......................
(Istirahat makan siang, Rumah makan W)
Rio, Fery dan Ayu makan siang di sebuah Rumah makan langganan Rio dan Ferry. Disana menyediakan berbagai macam masakan chinese food.
"Ayu mau pesen apa? Disini nasi gorengnya enak semua lo." Ucap Fery ke Ayu sambil nunjukin menu-menu rekomen di rumah makan tersebut.
"Oh ya, boleh deh Ayu mau pesen nasi goreng seafood aja."
"Nasi capcay 1 ya mba." Sahut Rio ke Pelayan rumah makannya.
"Aku mau bihun goreng special aja deh hari ini mba." Sahut Fery.
Setelah pelayannya mengulang pesanan mereka semua. Dan selama makanan lagi dibuat. Fery hanya sibuk berbincang dengan Ayu. Rio benar-benar kayak nggak dianggap sama mereka.
"Hemm Pak Rio saya boleh tanya?" Ucap Ayu ke Rio secara tiba-tiba.
"Boleh. Mau tanya apa?"
"Apa saya nggak masalah kalau pergi ke kantor tanpa ngerjain apapun? Saya nggak enak sama karyawan yang lain udah 1 minggu kerjaan saya cuman browsing sama baca-baca buku perusahaan."
"Memang seperti itu sistemnya. Kamu bakal belajar secara perlahan. Dan karena saya juga lagi banyak kerjaan sekarang jadinya saya belum bisa ngajarin kamu secara langsung. Next time saya bakal ajarin kamu. Sekarang kamu nikmatin aja dulu waktu santai kamu, sebelum kamu benar-benar bekerja." Sahut Rio yang berusaha ngejelasin dengan perlahan.
"Gitu ya Pak. Baik saya jadi sedikit lega. Makasih atas penjelasannya ya Pak." Sahut Ayu yang tersenyum lebar. Sedikit memudarkan kegalauan Ayu tentang pekerjaan. Ternyata Rio bukan seperti orang yang dia bayangkan sebelumnya.
Engga berapa lama pesanan mereka datang. Dan mereka langsung menikmati makan siang mereka.
...****************...
__ADS_1