
Seusai percintaan kilat barusan, Kinanti membantu Daffin merapikan pakaian dan penampilannya yang berantakan, tapi Daffin sangat menarik di mata Kinanti. Astaga, benarkah pria ini suaminya? Setampan ini? Kenapa Kinanti tak pernah menyadari ketampanan Daffin sejak dulu sih? Kinanti tersenyum kecut dalam hati. Tentu saja, karena Kinanti kala itu paham sekali kalau si tampan ini mendekatinya hanya karena Amber, jadi Kinanti tak merasa geer sama sekali didekati Daffin, malah Kinanti cenderung mengabaikannya.
"Halo, cantik? Kenalan dong? Kinanti, kan? Aku Daffin," kata Daffin kala pertama kalinya 'sksd' alias 'sok kenal, sok dekat' dengannya di taman sekolah SMA pada saat jam istirahat kedua.
"Iya aku, Kinanti, panggil aja Kinan." Kinanti tersenyum seperlunya, tak terlalu mengacuhkan keberadaan Daffin karena dia ingin segera menamatkan novel teenlit yang sedang dibacanya. Tampak sekali, dari gesture tubuhnya jika dia terganggu dengan kehadiran Daffin.
"Kinan!" seru Daffin tiba-tiba.
Kinanti tersentak karena dipanggil dengan suara kencang dan dalam jarak sedekat itu.
"Apaan sih!" Kinanti mendelik, memegangi dadanya yang bergemuruh diserang kekagetan.
__ADS_1
Daffin terbahak-balak sambil duduk di sebelahnya, di kursi panjang taman yang kini diduduki mereka berdua.
"Kan kamu tadi bilang sendiri 'panggil aja Kinan', ya aku panggil dong? Giliran dipanggil jangan marahlah," sahutnya sambil menyambar buku novel dari tangan Kinanti.
"Apaan sih ini, Kinan? Buku nggak ada gambarnya sama sekali kayak gini kok kamu pelototin melulu sih? Nggak kasihan apa sama mata mu? Bete dan bakal ngoceh juga kali mata mu, Kinan. Masa saban hari disuruh pelototin berlembar-lembar tulisan melulu? Ganti komik kek atau manga gitu... yang ada gambar-gambar serunya," cicit Daffin sangat berisik.
"Sini" Kinanti merebut buku nya dari tangan Daffin, lalu melanjutkan kegiatan membacanya. Membuat Daffin terbengong-bengong diabaikan.
"Waaah," Daffin geleng-geleng kepala.
"Kamu mau apa? Cepat ngomong, jangan berisik." Kinanti menyahut tanpa mengalihkan tatapannya dari buku.
__ADS_1
Daffin nyengir. Bodo amat Kinanti mau melihatnya atau tidak, yang penting Kinanti mau mendengar dan membantunya.
"Kinan, bantuin aku, dong? Aku lagi naksir Amber," jawab Daffin to the poin.
"Terus?" Kinanti menyahut, masih tanpa menoleh.
"Kinan, Amber kan sebentar lagi ultah, butuh informasi nih. Cari tahu dong keinginan terpendam dia apa sih? Misalnya... barang apa yang paling dia inginkan saat ini. Oke? Atau di luar barang juga boleh." Daffin kemudian mengulurkan dua bungkus cokelat.
"Buat kamu, biar semangat cari infonya" Daffin nyengir. Tapi cengirannya menyurut cepat karena Kinanti menoleh saja tidak, tapi dengan santainya mengambil kedua bungkus cokelat yang diulurkan nya.
"Dia pengen nonton konser Super Junior," jawab Kinanti secepat kilat, seraya mengantongi sebuah cokelat yang sudah jadi miliknya ke saku kemeja seragamnya dan yang satu lagi langsung dibuka dan dimakan.
__ADS_1
Daffin nyengir karena sudah mendapatkan infonya yang berharga.
"Thank you, Kinan!" pekiknya kegirangan sambil mengacak-acak poni Kinanti. Lalu tawa cowok itu pecah melihat bibir Kinanti jadi belepotan cokelat, Kinanti jadi kelihatan lucu dengan tampang imut yang membuatnya masih cocok menjadi anak SMP, nggak pantas pakai seragam SMA.