
Daffin mengulum senyum kala memandangi instastory di akun Instagr*m nya. Daffin sengaja melakukan unggahan secara bertubi-tubi dan mendapatkan viewers berjumlah ratusan. Sejak pesta pernikahannya dengan Kinanti Queensha digelar, sepertinya makin banyak orang yang kepo akan kehidupan pribadinya saat ini. Tapi Daffin tak peduli pada kekepoan mereka semua, yang Daffin targetkan untuk melihat instastory ini hanyalah Amber dan Ikram, maka setelah target melihat Daffin pun segera menghapus seluruh unggahan instastory itu.
"Maemunah, sini-sini!" panggil Daffin melihat Kinanti muncul dengan membawa baki.
Kinanti mendekat sambil menyuguhkan secangkir teh dan kudapan untuk suaminya yang sejak tadi asik bermain smartphone.
"Ini, Daffin, diminum dulu," kata Kinanti sambil duduk di sebelah Daffin.
"Thank you, Kinan." Daffin nyengir, lalu menarik Kinanti agar lebih dekat padanya.
"Kinan, kamu kok belum upload di WA story or Instagr*m mu sih foto-foto kita yang tadi?" Lalu pria itu berdecak kecewa karena Kinanti menggeleng dan bilang tidak ingin mengunggah apapun.
"Ah, gimana sih kamu, Kinan? Upload dong!" protesnya.
"Buat apa? Kamu kan udah upload segitu banyak di Instagr*m."
"Ya kamu upload jugalah, biar kompak kita bikin orang-orang haredang."
"Dih! Kurang kerjaan amat. Semua orang juga udah pada muntah kali habis ngeliat instastory mu itu," cebik Kinanti yang tadi juga sudah melihat seluruh foto yang di upload Daffin yang disertai kata-kata gombal baginya, tapi puitis bagi Daffin.
"Kurang ajar kamu, Kinan. Masa duet maut kita yang penuh pesona kayak gini dikata bikin muntah sih? Yang ngelove aja segambreng. Parah kamu kalau ngebacot," omel Daffin sambil meraih cangkir tehnya. Tapi kemudian pria itu berjingkat kepanasan.
"Anjirrr..., ini mah bukan teh hangat Maemunah, tapi teh panas! Aku tadi kan bilangnya pengen teh hangat, bukan panas," omelnya sambil mengusapi bibirnya.
__ADS_1
Kinanti terkikik.
"Syukurin..., makanya jangan melototin hape terus! Sampai nggak lihat itu teh masih mengepul panas malah diseruput." Kinanti balik mengomelinya.
"Tanggung jawab, Kinan, bibir ku jadi kepanasan gini. Buruan kompres!"
Kinanti tertawa sambil geleng-geleng kepala, apa dia sebenarnya menikahi bayi yang terjebak di dalam tubuh pria dewasa gagah berotot? Daffin sering sekali merengek manja kepadanya.
"Mau ke mana?" Daffin mencekal lengan Kinanti, menahan saat istrinya itu akan beranjak dari sofa.
"Ambil kompres buat bibir mu itu, kan situ tadi minta kompres?"
Daffin terkekeh.
"Bukan kompres itu yang aku maksud, Maemunah, tapi ini...," Daffin mencium bibir Kinanti dengan gemas.
Keduanya lalu bertatapan dengan mata yang dipenuhi kabut gairah. Kinanti merasakan jantungnya tersentak lagi dan lagi setiap kali Daffin menyentuhnya. Tangan Daffin menangkup wajah Kinanti dan mengusapkan ibu jarinya di bibir bawah Kinanti. Dan Kinanti merasakan dorongan seketika itu juga untuk balas mengulurkan tangan dan menyematkan jemarinya di sela-sela rambut Daffin yang hitam tebal dan mengacak-acaknya bersamaan dengan Daffin menurunkan jari untuk menyentuh gundukan benda kenyal Kinanti dan membelai-belai bagian favoritnya itu. Tak bosan-bosannya Daffin menyentuh Kinanti setiap hari, setiap saat, setiap ada kesempatan.
Di luar jendela hotel langit diwarnai sinar matahari yang kian memudar, dan mereka pun bercinta lagi. Kinanti memejamkan mata dan tersentak kala Daffin memberinya kejutan demi kejutan baru, gaya dan permainan yang selalu berbeda, di mana saja, di setiap tempat. Semua bagian kamar presidential suit ini telah menjadi saksi gairah membara percintaan mereka berdua selama tiga hari berturut-turut ini.
'Gila, capek tapi nagih! Istri ku emang luar biasa,' tulis Daffin di WA story pribadinya, seusai percintaan panjang yang melelahkan bersama Kinanti. Tapi dia menyetelnya agar WA story itu hanya bisa dilihat oleh dua orang saja, yaitu Ikram dan Amber. Dia kemudian menggenggam tangan Kinanti yang terkulai lemas dan sedang tidur di sebelahnya, kemudian memotret tangannya dan tangan Kinanti yang saling bertaut itu dan mengunggahnya di instatory.
Dan Daffin terkekeh puas setelah melihat kedua orang itu ternyata dengan cepat melihat instastory miliknya.
__ADS_1
"Target sudah melihat, klik hapus," gumam Daffin disela-sela tawa gembiranya. Lalu dia menoleh kepada Kinanti yang tertidur pulas. Cengiran usil pun menyinggahi wajah Daffin dan dia lekas mengulurkan tangannya ke nakas, mengambil ponsel Kinanti, kemudian mengunggah apapun yang dia mau, tapi dia buat seolah-olah Kinanti yang mengunggahnya.
'Melelahkan, but I love it,' tulisnya, kemudian mengunggahnya di WA story. Tetapi kali ini Daffin lupa menyetelnya, sehingga tanpa sengaja unggahannya itu dilihat oleh banyak orang, bukan hanya Ikram dan Amber.
"Aiiishhh. Mampus aku!" Daffin buru-buru menghapusnya, kemudian melempar ponsel itu kembali ke nakas, lalu bergelung di bawah selimut. Bisa dia bayangkan amukan seperti apa yang bakal dilancarkan Kinanti kalau tahu perbuatan konyolnya ini.
Sementara itu di tempat lain, Ikram terbatuk-batuk begitu melihat status Daffin dan Kinanti yang diunggah di waktu berdekatan. Ada rasa panas yang mengaliri dadanya detik itu juga.
'Kinan, sejak kapan kamu norak begini? Buat apa mengumbar hal yang nggak patut kamu umbar kayak gini sih?' Ikram geleng- geleng kepala.
'Masa iya baru tiga hari jadi istri Daffin, kamu udah ketularan koplaknya dia?' batinnya tak habis pikir. Dia sangat mengenal Kinanti, wanita itu bukan jenis orang yang suka mengumbar hal pribadi semacam ini. Namun setelah mengingat karakter Kinanti, Ikram akhirnya mengambil kesimpulan.
'Ah. Mungkin yang dimaksud Kinanti dengan kata 'melelahkan' itu memang melelahkan' dalam arti yang sebenarnya. Mungkin dia memang benar sedang lelah beres-beres ruangan atau apa, tapi dia menyukai aktivitas berbenahnya itu.'
Akan tetapi, kesimpulannya itu dimentahkan lagi oleh unggahan instastory Daffin yang jelas sekali apa maksudnya. Unggahan gambar tangan saling meremas di atas sprei yang membuatnya jengah. Membuat dadanya bagai ditonjok karena jadi memikirkan Kinanti yang baru saja bercinta dengan Daffin, teman dekatnya sendiri. Ya Tuhan,
Kinanti sudah menjadi istri Daffin. Hak pria itu untuk mencumbunya. Ikram pun memegangi dadanya yang terasa sesak, sangat tidak enak. Oh. Kenapa hatinya sakit sekali?
Sedangkan Amber, benar-benar melempar ponselnya ke kasur sambil bergidik.
"Apa- apaan sih mereka? Menjijikkan," gerutunya sambil memalingkan wajahnya ke luar jendela. Lalu dia menangkap sosok suaminya sedang duduk di pinggir kolam renang sambil memandangi smartphone.
"Apa Ikram sudah melihatnya?" gumamnya sambil memberengut penasaran. Dan jantungnya bagai ditusuk duri tajam kala melihat suaminya itu meletakkan gawainya ke meja, kemudian menangkupkan tangan ke wajah, lama sekali.
__ADS_1
"Ikram? Jangan bilang kalau kamu shock dan menangisi status Kinanti," desah Amber dengan mata berkaca-kaca.
Perasaannya campur aduk, antara sedih, marah, dan cemburu.