
Kinanti melirik Daffin di sebelahnya. Dan lagi-lagi jantungnya bergedup cepat setiap kali matanya bertemu tatap dengan sepasang mata bermanik gelap milik Daffin yang ternyata juga meliriknya, kemudian mereka berbagi senyum. Mereka sudah berkali-kali bercinta, tetapi Kinanti tetap saja merasakan kecanggungan bersama Daffin. Seperti ada tembok tinggi tak kasat mata di antara mereka, tetapi Kinanti belum tahu itu apa. Mungkin perbedaan status sosial mereka yang ternyata bagai langit dan bumi. Namun sebenarnya itu tak jadi soal sebab Daffin dan Opa Kalandra menerimanya dengan baik. Daffin bahkan niat sekali meng upgrade dirinya agar terlihat setara, tak hanya upgrade penampilan tetapi juga selera dan pengetahuan. Daffin juga selalu mengajak Kinanti mendampinginya hadir ke acara-acara elit, berjumpa orang-orang elit yang tak pernah Kinanti bayangkan sebelumnya. Seperti hari ini, sebuah acara amal yang diramaikan para pengusaha dan sosialita. Wajah yang biasa Kinanti lihat di televisi atau majalah bisnis dan fashion, kini terpampang nyata di hadapannya.
Mau tak mau Kinanti harus tepat beradaptasi dan berbaur dengan para sosialita yang ramah menyambutnya. Meski mungkin sebenarnya yang mereka sambut bukanlah dirinya, melainkan Kinanti yang menyandang status menantu Tuan Kalandra, salah satu donatur besar acara amal ini. Kinanti menutupi kecanggungannya dengan tersenyum dan membalas saja setiap anggukan ramah yang ditujukan kepadanya.
Kinanti nyaris menguap karena bosan mendengar obrolan mereka yang tak jauh beda dengan obrolan emak-emak yang sedang berkumpul di tukang sayur, bergosip.
"Kinanti, apa akun instagram mu?" tanya Nadine, istri dari pengusaha retail terkenal Kinanti memberitahu dan kemudian mereka saling follow.
Ternyata Nadine seorang selebgram. Demikian pula teman-teman sosialita barunya yang sebagian besar merupakan influencer.
"Bagaimana kau dan Daffin bertemu dulu?" tanya Siska, pemilik bisnis kecantikan yang sukses.
"Kami teman sewaktu SMA." Kinanti menjawab singkat dan padat, dia takut salah ucap sebab Daffin tak seperti mereka yang punya background sekolah elit. Kinanti bahkan baru tahu jika Daffin ternyata seunik itu, menolak tumbuh di lingkungan pergaulan elit dan pilih berbaur dengan lingkungan sosial menengah saja.
Takut pertanyaan tentang dirinya dan Daffin jadi makin berkembang, Kinanti mengganti topik dengan balik bertanya.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa sesukses itu mengembangkan bisnis di usia semuda ini?"
Siska dan teman-teman sosialita lainnya tertawa. Mereka bisa memaklumi keluguan pertanyaan Kinanti. Tentu saja bisnis mereka mudah berkembang pesat karena mereka berada di lingkungan yang tepat, support system yang sesuai dengan kebutuhan mereka, yaitu jaringan bisnis yang sangat luas dan besar. Bahkan wajah mereka saja sudah bisa jadi perwujudan bisnis itu sendiri.
"Kinanti, ayo... aktifkan akun instagram mu. Dengan apa yang kau miliki sekarang, sudah bisa menjadi bisnis baru bagimu. Kami akan membantu mu," ujar Siska yang diamini oleh teman-temannya yang lain.
Ternyata bantuan yang dimaksud Siska dan teman-temannya adalah dengan mengangkat nama Kinanti beramai-ramai di media sosial dan menyatakan jika Kinanti masuk dalam cyrcle mereka, lewat unggahan instastory mereka yang memamerkan beragam foto bersama saat acara amal tersebut digelar. Dan dalam hitungan menit, akun Kinanti sudah menuai ratusan follower. Banyak netizen yang dibuat penasaran oleh sosok cantik Kinanti yang mencuri perhatian dengan penampilannya yang sederhana namun begitu memukau.
Kumpulan sosialita itu bubar kembali ke pelukan pasangan masing-masing saat acara lelang untuk amal akan dimulai. Kinanti melihat tubuh Daffin yang menjulang tinggi di antara kerumunan, wajahnya yang cerah dan tak pelit senyum bersaing dengan ketampanan para pria sukses di tempat ini. Kinanti melambaikan tangan kala menyadari Daffin mencari-cari dirinya.
"Stop it," desis Kinanti merasa jengah karena lagi-lagi Daffin melakukannya di depan banyak orang.
Daffin memang sengaja melakukannya, sebagai bentuk pengumumannya kepada semua orang yang ada di sini bahwa wanita cantik yang mencuri perhatian mereka ini adalah istrinya, miliknya, Nyonya Daffin Kalandra. Dan pria itu sama sekali tak keberatan ketika blitz kamera fotografer beramai-ramai memotret adegan ini. Berbanding terbalik dengan Kinanti yang ingin menenggelamkan dirinya ke balik selimut kamar detik itu juga.
Tangan Daffin masih melingkar di leher Kinanti, seperti ingin melindungi wanitanya dari kerumunan orang-orang yang antusias mengikuti acara amal yang menyenangkan ini.
__ADS_1
"I want you, Kinan," bisiknya seraya mengecup puncak kepala Kinanti yang sekarang dirangkulnya. Kalau tidak ingat setelah ini dia harus berpidato, ingin rasanya detik itu juga Daffin menculik Kinanti dan membawanya ke dalam kamar hotel yang sudah dia pesan, lalu bercinta sepuasnya. Astaga, Kinanti benar-benar membuat Daffin gila. Semasa berpacaran dengan Amber atau wanita lain, Daffin baik-baik saja dengan libidonya, tetapi dengan Kinanti, entah kenapa libidonya jadi kurang ajar begini, membuat Daffin panas dingin menekan gairah ingin bercintanya dengan Kinanti. Daffin pun mencubit gemas pipi Kinanti yang merona merah, membuatnya jadi cantik berlipat-lipat.
"Menikah tanpa cinta, bukan berarti nggak akan bisa bikin kita bahagia, Kinan. Just have fun with me." Daffin ingat pernah membisikkan kalimat itu pada Kinanti, dan have fun yang dia maksud memang persis seperti ini. Meski tanpa cinta yang mengikat hati mereka, tapi terbukti mereka nyaman dalam kebersamaan berbalut percintaan yang selalu saja panas memabukkan.
Sementara itu di sebuah meja khusus VIP, Opa Kalandra terkekeh dan turut tersenyum melihat aksi Daffin yang pamer kemesraan di sana.
"Rupanya dia sudah siap go publick sekarang, tak lagi menutupi rapat-rapat status aslinya sebagai pewaris tunggal Kalandra Group" gumamnya kepada diri sendiri. Ada kelegaan yang kini mengaliri dadanya yang selama ini terasa berat. Senang melihat Daffin perlahan-lahan keluar dari cangkangnya.
Daffin, cucunya itu, selama ini tak nyaman hidup di lingkungan semacam ini, sehingga pilih melarikan diri ke lingkungan orang biasa saja. Mungkin trauma yang pernah menderanya semasa kecil, atau pengaruh dari Anggraeni, bundanya.
Anggraeni, menantunya itu, berasal dari keluarga biasa saja seperti Kinanti. Semula Anggraeni hanyalah pegawai kantor rendahan yang bekerja di perusahaan Wahyu, namun entah bagaimana wanita itu telah membuat puteranya jatuh cinta dan berakhir menikahinya. Kalandra sebenarnya tak menentang pernikahan mereka, tetapi sepertinya Anggraeni terlalu rendah diri kepadanya dan tak punya mental orang kaya sehingga down sendiri ketika memasuki dunia Wahyu yang sangat jauh berbeda dengan dunianya yang sederhana, dan lama-lama Anggraeni stres dengan kegalauannya yang tak jelas. Begitulah kesimpulan Kalandra, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan rumah tangga putera semata wayangnya yang tampak baik-baik saja di matanya, sampai tragedi demi tragedi terjadi.
Sedangkan di tempat lain, Asri menangis sesenggukan di rumahnya yang sepi. Meratapi kelumpuhannya efek stroke yang sempat menyerangnya dengan tiba-tiba. Bukan cuma itu, dia juga meratapi Dion yang harus dipenjara karena terbukti melakukan penipuan dan penggelapan dana milik kliennya. Anak sulungnya terpaksa bekerja keras demi menopang ekonomi keluarga, membuat kuliahnya terbengkalai. Sedangkan si bungsu jadi kehilangan masa bermainnya sebagai remaja karena harus membantu Asri mengurusi rumahnya yang besar tanpa pembantu.
"Kinanti...," desahnya tiba-tiba saja merindukan sosok itu.
__ADS_1